
malam menjelang pagi,
pagi pagi enaknya ngopi,
hidup butuh inspirasi,
bukan halusinasi.
hy.. pagi/siang/sore/malam, dimanapun kalian berada semoga bahagia, dan terimakasih.
klok suka ceritanya di like ya, karna itu buat arthor semangat.
**
zey han duduk di sopa dan di seblahnya reya han yg masih memandanginya, dan sang ibu baru keluar dari dapur membawa secangkir kopi.
"nak ini kopinya" menyodorkan "ibu sudah menelponnya sebentar lagi bi pasti datang bersama suaminya" menambahkan
"kak, kenapa kakak pergi begitu saja tanpa memberi tahu kami, kau tau, kami mencarimu kemana mana bahkan sampai sekarang" ucap reya han "apa lagi kak bi, dia menangis tanpa henti waktu itu"
"maafkan aku bu, reya, waktu itu aku tidak bisa mengendalikan diri, karena kemarahanku" zey han, ia tidak menjelaskan apa yg membuatnya marah
"kak zey" seorang wanita tiba tiba berlari masuk kerumah dengan tetesan air di matanya
"bi" zey han
bi han adik zey han serta kakak reya han
zey han berdiri dia merasa bi han berlari ingin memeluknya, tapi saat bi han berjarak dua langkah darinya, plak.. sebuah tamparan keras bi han daratkan di pipi kiri zey han
"kak zey.." bi han memeluk zey han dan menagis histeris
**tangisan bi han dan keluhannya di sekip, karena keluhannya terlalu panjang
bi han**:........................................................................
**
mendengar keluhan bi han, zey han menjadi pusing tapi juga bahagia melihat adiknya itu tidak berubah sedikitpun terhadapnya.
di saat bi han sudah tenang dan ngoceh ngocehnya sampai di ujung
"bi, katanya kau sudah menikah, jadi dimana suamimu?" zey han
sebelum bi han menjawab, seorang pemuda dengan pakaian jas masuk tampa membunyikan bell
"bi, maaf tadi sedikit macet" dia adalah gerry chu suami bi han
__ADS_1
"sayang cepat sini, ada kak zey" bi han.
setelah saling berkenalan dan berbicara cukup lama, zey han dan gerry chu
"bi apa kau tau villa yg ada di puncak bukit bintang, villa itu sudah di beli seharga satu miliar RMB" gerry chu
bukit bintang adakah koplek villa kalangan atas hanya ada sekitar 20 bangunan saja di sana, gerry dan bi han juga tinggal disana tapi hanya mendapatkan villa no.17, semakin kecil nomrnya maka semakin besar dan semakin bagus juga villa yg di tinggali, dan di puncak bukit ada sebuah villa yg sangat besar dan indah, halaman depannya saja seluas lapangan sepak bola dan di halaman belakang ada sebuah kolam berenang, itu villa no.1
"sunguh, siapa yg membelinya, apakah ayah karena hanya dia yg mampu di kota jiang ini" bi han, ayah yg di maksud adalah rey han
"bukan ayah, katanya yg membelinya adalah seorang jendral" gerry chu
ayah dan ibu zey han sudah lama berpisah dan rumah yg di tempati meteka saat ini adalah warisan yg di dapatkan ibunya dari keluarga ye
"huhh.. andai saja kita bisa tinggal disana" ucap sang ibu yg mendengarkan dari tadi
mendengar ucapan ibunya zey han tersenyum tipis lalu mengambil hp di saku celananya, ia menelpon nomr kinar wang
**
kinar wang dan lang cun yg masih menungu zey han di dalam mobil,
"apakah aku harus menelponnya" kinar wang yg menggenggam hpnya
tringg... tringg.. hp yg di genggam kinar wang, pangilan dari zey han
**
"kinar,,, apa kau tau villa di puncak bukit bintang,,, belikan villa itu untukku,,, oh, klok begitu kemari dan bantu keluargaku untuk berkemas" zey han
semua orang yg mendengar ucapan zey han menjadi terkejut dan bingung,
'dapat warisan dari mana kau kakak ipar, jangan membual' ucap gerry chu dalam hati
"aahh.. kau itu jangan bercanda, ibu kaget mendegarmu" ucap lin ye, ibu zey han
zey han hanya membalas dengan senyuman, yg membuat kedua adik perempuannya semakin bingung, karena senyumannya yg merasa percaya diri.
**
ting tong... ting tong... suara bell rumah.
lin ye keluar melihat keluar siapa yg bertamu kerumahnya
"kolonel lang, ada apa, silahkan masuk" lin ye
lang cun cukup terkenal di kota jiang bukan hanya di seorang kolonel tapi keluarga cun adalah salah satu dari lima keluarga besar di jiang
"terima kasih nyonya ye, perkenalkan ini nona muda wang" lang cun
__ADS_1
lin ye terkejut saat lang cun memperkenalkan kinar wang, karena keluarga wang bisa di katakan keluarga no.2 di jiang dan keluarga wang hanya memiliki satu penerus yakitu nona muda wang, kinar wang
"siang nyonya ye" kinar wang
karna tidak tau harus berkata apa apa lin ye hanya mempersilahkan mereka masuk 'mimpi apa aku semalam' ucapnya dalam hati
**
gerry chu dan kedua adik perempuan zey han terkejut begitu pula lin ye saat melihat lang cun dan kinar wang berdiri di belakang zey han, dan mereka tidak berani duduk sejajar dengan zey han, meski sudah di suruh oleh lin ye
"kinar, lang duduk di sopa ini perintah" ucap zey han karena melihat wajah ibunya yg sedikit takut, karena khawatir dengan 2 keluarga besar
"baik pak" serentak merekapun duduk
"apa pak" lin ye, yg masih tidak tahu klok zey han adalah seorang jendral, bahkan mereka belum tahu klok zey han bergabung di militer
zey han melirik lang cun dan kinar wang, tatapan yg membuat mereka berdua mebelan ludahnya sendiri
"oh.. aku belum memberi tahu kalian, kalok aku bergabung di militer" zey han tapi tidak memberi tahu mereka jabatannya.
**
setelah menjelaskan, bahwa zey han sudah resmi membeli villa itu dengan harga satu miliar RMB, dan mereka percaya bahwa zey han menduduki jabatan tinggi di militer, akhirnya para pekerja yg akan berkemas datang.
zey han menyuruh lin ye (ibunya), untuk menjual rumah itu tapi lin ye tidak tega untuk menjualnya karena hanya rumah itu yg di dapatkan dari keluarganya.
skip
mereka pun sampai di puncak bukit bintang,
gerry yg sudah merasakan nikmatnya tinggal di villa bukit bintang, masih tetap saja ikut terkejut melihat mewahnya villa no.1 itu.
di puncak bukit, seluruh penjuru kota jiang yg "luas dapat terlihat dari sana
"hey... apa aku bisa membeli seluruh villa di bukit ini" bisik zey han pada kinar wang yg sedang asik berjalan melihat pemandangan di villa itu
"apa! semuanya!" terkejut karena zey han yg tiba tiba berbisik padanya, dan zey han menutup mulut kinar wang yg terkejut "maaf, maaf, kata jendral qin, jika kak zey mengiginkan kota jiang pun itu belum cukup atas jasa anda" menambahkan
"dasar pak tua,,, kinar bisa kau belikan aku rumah di desa lan, aku butuh suasana pdesaan untuk saat ini" zey han
"baik kak" kinar wang
"jangan terlalu besar, memiliki tiga kamar dan satu ruang tamu dan yg penting memiliki dapur dan bengkel" tambahan dari zey han
'bengkel?' gumam kinar wang "baik kak".
😑😑😑😑😑😑😑😑😑😑😑😑😑😑😑😑
...gabut nih hibur dong...
__ADS_1