
malam menjelang pagi, ayam jago sudah mulai berbunyi.
kinar wang yg tengah sibuk mengendong bayi yg di temukan semalam, yg diberi nama Alita han.
"cup.. cup.." kepada bayi yg menangis "tega sekali orang tuamu, membuang anak semanis dirimi" ucap kinar wang
saat asik menggendong alita han, tring.. tring... hp kinar wang berbunyi
"halo,,,, iya,, iya,, aku akan datang" kinar wang
**
zey han masih saja mengurung diri didalam kamar, ia mengigat maslalunya bersama wen lie, susah senang mereka lalu bersama sama.
"wen, aku.. aku.." zey han sudah kehabisan kata kata, tetesan air mata keluar dari matanya
dorrr... dorrr.. suara pintu yg di ketuk kinar wang dari luar
"kak.. kak.." triak kinar wang dari luar,
teriakan kinar wang membuat zey han tersadar dari lamunannya
"ada apa sampai kau mau merobohkan pintu" cuap zey han membuka pintu
kinar wang langsung menyerahkan alita kepada zey han
"maaf kak tapi aku sedang buru buru nanti ku jelaskan" kinar wang yg langsung meningalkan zey han pergi
'apa, aku disuruh ngurus anak' ucap zey han dalam hati, sambil melihat anak kecil yg ada di gendongannya itu.
__ADS_1
**
zey han menggendong alita sampai keteras rumah
"le.. le.. cepat kemari" zey han berteriak ke arah bengkel
le keluar dari bengkel, berlari ke arah zey han
"ya kak, ada apa" ucapnya
"tidak jadi, nampaknya kau kelelahan, apa bengkel sedang ramai" ucap zey han, tadinya ia berniat menyerahkan alita dan kembali kekamar "sana lajutkan kerjamu,,, siapkan aku satu motor listrik" tambahnya
zey han menyadari bahwa alita tidak bisa naik mobil.
**
zey han ingin pergi ke kota membawa alita bertemu dengan ibunya (lin ye).
"kak, kenapa tidak pakek mobil saja" ucap chong
"A, tidak bisa naik mobil, nanti susunya dimuntahkan lagi" ucap zey han, menaiki motor dan langsung berangkat
A yg di maksud adalah alita han
'semoga dedek A tidak masuk angin' ucap chong dalam hati
**
di perjalan, zey han mengendarai motor listrik dengan pelan
__ADS_1
"mungkin butuh waktu lima jam untuk sampai" gumam zey han
tak butuh waktu lima jam, hinga zey han sampai di kota jiang, villa bukit bintang
"ku rasa kau harus terbiasa naik mobil" ucap zey han kepada bayi yg bahkan belum bisa membuka matanya.
bayi yg imut, di perjalan dia tidak mengis sekalipun, tapi setelah sampai, tangisannya pecah begitu saja, dia seperti menabung tangisnya di perjalana
**
"anak siapa, yg kamu bawa itu nak" ucap lin ye yg baru saja membukakan pintu untuk zey han
"anakku bu" ucap zey han, tidak menjelaskan asal usul alita
"apa kau sudah menikah, dan siapa menantuku itu, kenapa kau tidak memberi tahu ibumu ini aaa" ucap lin ye menarik telinga zey han
:walah dewa perang dapat jeweran:
**😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓😓
maaf ya saya upnya pendek, soalnya saya lagi patah hati, gak mood
karena orang yg saya sayang terlah pergi dan tak akan pernah kembali.
klok ada yg punya obat RISET OTAK bagi dong
saya pengen lupa ingatan, melupakan jatuh bangun dalam meluluhkan hatinya yg dingin seperti balok es.
semoga kalian terhibur dengan karangan saya jangan lupa likenya kalok suka.
__ADS_1
nanti saya usahain biar bisa up panjang panjang dan banyak eps klok mood saya udah bagus.
jumpa lagi di malam gabut lainnya**