
“Belum pernah mendengarnya.”
Erikson tersenyum, kemudian dia langsung membuka pintu mobil dan turun dari mobil.
Cindy terlihat sedikit sedih, dia sepertinya tidak dapat mengendalikan kesedihannya.
Jessica sangat sensitif, dia bertanya kepada Cindy, “Ibu angkat, apa yang terjadi? Kenapa kamu terlihat sangat sedih atau Erikson mengatakan sesuatu yang membuatmu sedih?”
Jessica tidak dapat memahami, tapi dia merasa ada sesuatu hal yang berhubungan dengan Erikson.
Jack juga memperhatikan suasana hati Cindy, jadi dia ikut bertanya.
“Ibu angkat, tadi kamu mengatakan seorang yang bernama Andre, siapa dia? Apakah dia ada hubungannya dengan kakakku?”
Cindy langsung mengucek matanya sendiri, dia tidak ingin air matanya jatuh bercucuran, juga tidak ingin membuat Jack dan Jessica merasa cemas.
Dia seorang wanita dewasa, dia dapat mengendalikan emosinya sendiri.
“Tidak apa-apa, hanya merasa Erikson mirip dengan orang yang aku kenal saja, Jack dan Jessica, Ibu angkat akan mengantar kalian pulang sekarang, nanti Ibu angkat akan memasak untuk kalian, bagaimana?”
Setelah Cindy mengatakannya, Jack dan Jessica saling bertukar pandangan, keduanya tidak tahan untuk menghela nafas.
Makanan yang dibuat Ibu angkat, walau tidak termasuk susah dimakan, tapi dibanding dengan masakan yang dibuat Ibu, bedanya jauh sekali.
Tapi itu adalah niat baik Ibu angkat, mereka tidak bisa menolak.
Di rumah sakit, Sekretaris Antony menunggu sangat lama tapi belum juga melihat CEO kembali.
Jadi dia berkat dengan raut wajah menegangkan, “Ikut aku kesana, CEO mungkin terjadi masalah.”
Beberapa pengawal pribadi mengikuti Sekretaris Antony ke arah Marcel pergi tadi dan mulai mencari orang.
Begitu membuka pintu tangga, Sekretaris Antony langsung melihat CEO-nya pingsan di lantai.
Sekretaris Antony terkejut setengah mati, dia langsung bergegas minta pengawal untuk memapah CEO.
Melihat tubuh CEO tidak terluka, tidak berdarah, lalu menyentuh bawah hidung, CEO tampaknya masih bernafas, Sekretaris Antony barulah merasa tenang.
Dia benar benar terkejut setengah mati, walaupun CEO suka menyombongkan diri sendiri, tapi gaji yang diberikan kepadanya benar-benar luar biasa tinggi.
Kalau CEO meninggal begitu saja, bagaimana dia bisa mendapatkan pekerjaan lain dengan bayaran setara?
Bergegas dia mengantarkan Marcel ke tempat dokter, setelah Dokter selesai periksa, dia merasa tidak berdaya terhadap sekelompok orang di belakangnya.
“CEO Marcel tidak terluka, hanya pinsan sementara waktu saja, seharusnya dia akan siuman dalam sejam kemudian.”
Sekretaris Antony akhirnya bisa menghela nafas lega dan mengantarkan CEO-nya ke bangsal yang terbaik di sini.
__ADS_1
Tidak peduli berapa lama dia akan siuman, yang penting bangsal harus yang terbaik.
CEO-nya tidak tahan dengan kebisingan ruang bangsal biasa, juga tidak tahan dengan bangsal yang berbau menyengat, harus memiliki lingkungan yang terbaik.
Di sisi lain, Sekretaris Antony mulai meminta orang memeriksa anak laki-laki tadi.
Sangat jelas kalau CEO Marcel hari ini terjebak, dia telah di jebak oleh anak laki-laki itu.
Dia mulai memerintahkan orang untuk memeriksa CCTV, hatinya juga turut merasakan aneh.
CEO Marcel memang kaya raya dan berkuasa, juga ada banyak orang yang ingin turun tangan pada CEO Marcel, tapi anak kecil itu membuat CEO mereka pingsan, lalu dibiarkan di sana kemudian pergi, ini membuatnya semakin tidak mengerti.
Kalau mereka ingin menculik CEO, itu masih dapat di pahami jika mereka menginginkan uang.
Kalau musuh, pastinya CEO sudah disentuh, tapi ini hanya di pukul sampai pingsan dan di biarkan disana. Jangan-jangan mereka hanya ingin membuat CEO Marcel malu?
Sambil berpikir, Sekretaris Antony mulai berkeringat dingin.
Sambil meminta asisten yang berdiri disampingnya.
“Cepat lihat di media online apakah ada pesan maupun gosip tentang CEO, lihatlah apakah ada berita buruk tentang CEO yang beredar.”
Setelah anak ini menipu CEO pergi, tapi tidak menculik CEO untuk uang, juga tidak menyakiti CEO Marcel.
Setelah berpikir berulang kali, hanya ada satu kemungkinan yakni membuat CEO Marcel malu.
Semakin berpikir dia semakin merasa cemas, Sekretaris Antony mulai memerintahkan lebih banyak orang untuk memeriksa internet dan jaringan CCTV.
Kalau muncul berita miring CEO Marcel mereka, terutama hal yang tidak baik,harus langsung di redam dan di hapus.
Kita bisa salah membunuh, tapi kita tidak boleh membuat CEO Marcel malu dengan kemunculan berita miring.
Begitu selesai memberikan arahan, orang yang diranjang pelan-pelan pun siuman.
Marcel merasa bagian belakangnya sakit, dia teringat kembali, pada waktu itu ada sebuah bayangan hitam yang tiba tiba muncul, kemudian melukai kening belakangnya, kemudian dia terjatuh pingsan dan tidak sadar.
Ada dimana dia sekarang? Marcel melihat ke sekeliling, menemukan Sekretaris pribadinya Antony berdiri di hadapannya.
Di sini adalah kamar bangsal, dulu Ivan terluka karena masalah main wanita di luar, jadi pernah menginap di sini.
Dia jarang sakit, jadi jarang ke rumah sakit.
Melihat bangsal dengan ekspresi tidak senang, Marcel melihat ke arah Sekretaris Antony dan bertanya, “Apa yang terjadi?”
Sekretaris Antony ingin mengatakan pada CEO, aku juga ingin tahu kejadian setelah anak itu menipu kamu dan membawa kamu pergi, tapi CEO adalah bosnya sendiri, sebagai bawahan dia hanya bisa menjawab tanpa bertanya.
“CEO Marcel, setelah kamu pergi dengan anak laki laki itu, aku dan para pengawal menunggu kamu, tapi menunggu sangat lama juga tidak melihat kamu kembali, jadi aku membawa pengawal mencarimu, akhirnya kami menemukanmu tergeletak di koridor tangga, karena itu kami membawa kamu ke dokter untuk di periksa, tapi dokter mengatakan kamu tidak terluka dan akan segera siuman.”
__ADS_1
Setelah Sekretaris Antony mengatakannya ini, dia pun menundukkan kepala dengan hormat dan Marcel mengerutkan kening.
Dia menatap Sekretaris Antony dan bertanya, “Apakah anak itu sangat mirip denganku, aku seharusnya tidak salah melihat, kan?”
“CEO Marcel, memang sangat mirip denganmu,.”
Sampai di sini, Sekretaris Antony semakin bingung.
Kalau dia dan CEO Marcel mirip, jadi apa yang dilakukan anak ini?
Apakah mereka hanya ingin mempermalukan CEO?
Dia berpikir dalam hati, Marcel tiba tiba tersenyum.
“Aku sudah tahu, aku tadi tidak salah melihat, anak ini sudah pasti anakku, berpura-pura menangis dihadapanku kemudian membawaku pergi, saat aku pingsan, dia pasti melakukan sesuatu, aku rasa dia ingin melakukan tes DNA secara pribadi, IQ nya dan intelijensinya yang luar biasa, jika bukan anakku, siapa yang percaya? Hanya ada intelijensi sesempurna aku barulah ada keturunan secerdik itu.”
“Wanita ini sungguh luar biasa, tidak hanya membuat anak itu mewarisi rupaku saja, tapi juga mewarisi kepintaranku, mirip seperti bayi tabung, jika ada kesempatan aku pasti akan bertemu dengan wanita ini, dia bagaikan wanita yang dibuatkan secara khusus untukku.”
Sekretaris Antony berusaha mengendalikan diri, dia paling suka pada hasil pekerjaannya sendiri, bisa terus menahan ekspresi di depan CEO, kalau tidak dia pasti sudah diusir CEO Marcel.
“Omong-omong, anak ini sudah datang ke rumah sakit, apakah sudah memeriksa gerak gerik dan arah kepergiannya?”
Marcel akhirnya memikirkan hal yang serius, anak ini mau bermain dengannya, jadi dia akan meladeninya bermain dengan baik.
Kita lihat siapa yang akan gagal dulu.
“CEO Marcel, aku sudah meminta orang memeriksa CCTV, seharusnya segera ada hasilnya.”
Sekretaris Antony baru selesai bicara, sudah ada yang berjalan masuk dan mereka membungkukkan kepala untuk memberi hormat.
“CEO Marcel, Sekretaris Antony, rekaman CCTV telah diambil, didalamnya tidak ada jejak anak kecil, semua rekaman CCTV juga tidak ada, semua pintu rumah sakit dan tempat parkir telah kami periksa juga, tapi tidak ada gambar anak itu.”
Sekretaris Antony dengan cemas melihat ke arah CEO.
Hasil pekerjaan bawahan seperti sampah, dia tidak tahu apakah CEO akan emosi.
Marcel tertegun sebentar, kemudian dia tertawa.
“Pasti dia yang meretas sistem jaringan di rumah sakit, kemudian menghapus semua jejak di CCTV, sangat menarik sekali.”
Marcel terus tersenyum, tiba-tiba Sekretaris Antony menerima sebuah panggilan telepon.
Dia bergegas keluar untuk menerima panggilan telepon itu, setelah selesai, dia kembali ke bangsal lagi.
“CEO Marcel, kompetisi model Jakarta Investasi Grup sore ini resmi diselenggarakan, awalnya kamu telah setuju untuk hadir, apakah kita akan pergi hari ini?”
Hari ini CEO mengalami sedikit masalah, jadi Sekretaris Antony tidak tahu apakah CEO-nya masih bersedia untuk pergi, karena CEO mereka ini terkenal suka bertindak semaunya.
__ADS_1