Anak Genius: Ayah Terlalu Narsis

Anak Genius: Ayah Terlalu Narsis
Orang Yang Tak Terduga


__ADS_3

Tuduhan ini sangat serius, meskipun hanya diperiksa oleh satpam saja, juga perihal yang memalukan bagi Claire.


Claire mengerutkan kening, dia baru saja kembali, sudah bertemu Melisa dan Santi. Mungkinkah kedua orang ini yang melakukannya?


Meskipun dia berpikir seperti itu, tapi hanya bisa menyerahkan tasnya, lalu diperiksa oleh kedua satpam.


Santi sambil berjalan ke sana sambil tertawa.


“Claire ya Claire, kamu telah pergi enam tahun, bisa-bisanya sikapmu berubah menjadi buruk? Jika James tahu bahwa kamu telah menjadi seperti ini, dia pasti merasa dulunya dia mencintai orang yang salah.”


Claire tidak tahan untuk membereng Santi, dia dan James tidak ada hubungan apa-apa, tapi pria itu menyukainya dan Claire tidak bisa berbuat apa-apa.


Karena cinta pria itu, dia menjadi sasaran banyak gadis ketika dia masa sekolah, hal ini membuat Claire sangat pusing.


Dia lebih rela James tidak pernah menyukainya, setidaknya hidupnya bisa lebih tenang.


Satpam menuangkan semua isi tasnya, tapi setelah dicari, mereka tidak menemukan barang yang mencurigakan.


“Nona Claire, maaf, kami tidak menemukan barang yang dicurigakan, kami akan menyelidiki niat orang yang melapor itu, maaf sudah mengganggumu hari ini.”


Ketika satpam hendak pergi, Santi tiba-tiba berteriak dengan kaget, “Bagaimana mungkin? Wanita ini pasti menyimpan narkoba, tolong kalian periksa secara teliti.”


Suasana di belakang panggung menjadi tegang dan banyak orang yang menyadari bahwa ada drama besar di depan mereka.


“Santi, mengapa kamu sangat yakin? Apakah kamu adalah orang yang melaporkanku? Kalau begitu, kamu katakan di mana kamu melihatnya aku menyimpan narkoba?”


Claire tertawa.


“Aku…”


Santi belum selesai bicara, sudah ada wanita lucu yang berjalan kemari dan berkata pada satpam.


“Satpam, bisakah aku melaporkan ke kalian sekarang? Aku baru saja melihat seseorang diam-diam menaruh barang ke tas Nona Claire, juga diletakkan oleh Nona yang bersama Santi ini, aku sendiri yang melihat dia meletakkan barang itu ke dalam tas Nona Claire, lalu pergi secara diam-diam. Aku ada merekam video karena aku merasa tidak beres, kemudian aku mengeluarkan barang yang ditaruh Nona ini, sekarang barangnya ada ditanganku, silakan kalian periksa.”


Setelah wanita ini selesai bicara, wajah Santi langsung pucat.


“Kamu asal bicara, sejak kapan aku melakukan hal semacam ini? Nona aku bisa menuntut kamu memfitnah aku.”


“Nona Santi, aku sendiri yang melihat kamu melakukannya, untuk menghindari kamu mengatakan aku memfitnahmu, aku sengaja merekam video, apa kamu ingin melihatnya?”


Satpam telah mengambil rekaman video yang diserahkan wanita tersebut, juga barang tersebut yang dibungkus dengan tas putih, lalu satpam membukanya dan menciumnya.


Lalu menggabungkan dengan video Santi diam-diam menaruh barang yang dibungkus tas putih ini ke dalam tas, jadi satpam berkata pada Nona Santi, “Nona Santi, tolong kamu ikut kami dan jelaskan masalah ini dengan jelas.”

__ADS_1


Santi berteriak dengan frustasi, “Wanita jalang, kamu memfitnahku, apa kamu sengaja mencelakaiku? Lepaskan aku!”


Tidak peduli Santi melawan seperti apa, akhirnya dia dibawa pergi kedua satpam dari ruang istirahat belakang panggung.


Claire menyaksikan seluruh pertunjukan seperti menonton drama dan dia berterima kasih kepada wanita cantik itu.


“Terima kasih kamu membantuku, namaku Claire Sentosa.”


Wanita di depan itu tersenyum.


“Namaku Lili, kelaknya kamu jangan meletakkan tas sendirian di satu tempat, karena tidak tahu siapa berniat jahat dan ingin menjebakmu.”


Claire mengintrospeksi dirinya kali ini.


“Benar, rasa kewaspadaanku sangat lemah, kelaknya tidak boleh seperti ini lagi, hari ini benar-benar berterima kasih padamu.”


“Panggil aku Lili saja.”


“Halo Lili.”


Kali ini Claire tertawa karena orang yang bernama Lili ini membantunya.


Perasaan pertamanya pada Lili sangat baik.


Lili tersenyum pada Claire lagi dan Claire memperhatikan plat nomor yang tergantung di depan Lili, memang nomor 503.


“Kita benar-benar berjodoh, semoga kamu bisa lulus dari audisi ini.”


“Kalau begitu aku meminjamkan ucapan baikmu.”


Setelah menunggu 10 menit, pembawa acara mengumumkan sepuluh orang di belakang nomor 500 mulai bersiap-siap.


Jadi Claire mulai menunggu di belakang panggung, juga ada 10 orang yang menunggu di belakang, sedangkan Lili berdiri di belakang Claire.


Audisi pertama hanya berjalan di atas panggung, waktu hanya satu menit, tetapi dapat segera menentukan apakah kamu bisa lulus atau tidak.


Akhirnya pembawa acara mengumumkan.


“Silakan nomor 502 datang ke panggung.”


Claire menarik nafas, lalu berjalan ke belakang panggung.


Ketika musik berbunyi, dia mulai menatap ke depan, lalu dengan tenang berjalan ke atas panggung.

__ADS_1


Dia berpose ketika berjalan sampai tengah panggung untuk memamerkan pakaiannya.


Setelah waktu sudah tiba, dia dengan tenang berbalik dan meninggalkan panggung catwalk.


Meskipun sedikit gugup, tapi dia sudah memiliki pengalaman, jadi Claire dengan tenang menyelesaikan langkahnya dan pergi ke belakang panggung.


Tidak lama, dia mendengar nilai yang diberi para juri.


Nilai keseluruhannya  95, sebelumnya ada banyak orang yang nilainya tidak mencapai 90, tampaknya dia pasti akan melewati audisi kali ini.


Claire tersenyum dan orang yang sudah selesai mengikuti kompetisi, bisa pergi.


Dia mulai menghapus riasannya, lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju.


Ketika pergi ke belakang panggung dan hendak pergi, dia melihat Lili.


“Aku baru 90 poin, gaya kamu berjalan sangat baik.”


Lili berjalan ke depan Claire sambil tersenyum.


“Kelaknya kamu ingin masuk ke industry hiburan atau ingin menjadi model?”


“Aku hanya ingin mendapatkan hadiah uang dari juara pertama kompetisi model ini.”


Claire mengatakan jawabannya dengan senyum dan Lili juga tersenyum.


“Benar juga, hadiah uangnya memang banyak, kamu pasti bisa mendapatkannya, maukah makan bersama?”


Lili sangat tertarik pada Claire, satu sisi karena dia memiliki kesan baik pada penampilannya Claire.


Satu sisi karena dia tahu hubungan Claire dan Keluarga Wijaya dulunya, dia sangat penasaran pada wanita ini, jadi ingin tahu lebih banyak.


Tapi, kali ini Claire menggelengkan kepalanya dengan senyum.


“Hari ini aku ada masalah, lalu sekarang sudah jam tujuh lebih, waktunya aku kembali ke rumah. Aku bisa menambahkan nomor teleponmu, lain kali bisa makan bersama sambil mengobrol. Minggu depan ada kompetisi kedua, nilaimu juga bisa lolos dan kita pasti bisa bertemu lagi.”


Lili merasa ucapannya benar, jadi bertukar nomor telepon dengan Claire, lalu Claire mengambil tasnya dan pergi.


Claire terkejut ketika dia masuk ke dalam lift.


Dia benar-benar melihat orang yang tidak terduga.


Marcel juga ada di dalam lift.

__ADS_1


__ADS_2