
Hanya saja ada sekelompok pengawal yang berada di sekelilingnya, untungnya liftnya cukup besar, jadi tidak ada masalah jika Claire masuk ke dalam.
Tapi, dalam hatinya sangat gugup karena dia dapat melihat Marcel dari jarak dekat.
Dia bisa memastikan bahwa Marcel dan Jack benar-benar mirip.
Lift pelan-pelan turun ke bawah, tidak lama berhenti di lantai delapan sejenak, kemudian ada satu orang yang masuk.
Setelah pintu lift tertutup, Claire berdiri berjajar dengan pria itu.
Pria yang masuk terlihat berusia 40 tahun, dia mengenakan topi baseball hitam, sehingga membuat orang tidak bisa melihat wajahnya.
Claire sangat bosan, jadi bersiap mengeluarkan ponsel untuk melihat novel, tapi matanya malah memperhatikan bahwa pria itu tiba-tiba mengeluarkan pisau.
Claire langsung berteriak tanpa berpikir, “Ada bahaya!”
Ketika dia berteriak keluar, Claire sudah menyadari bahwa dua pengawal di samping Marcel langsung menangkap pria itu.
“CEO Marcel, bagaimana mengatasi pria ini?”
Claire mendengar seorang pengawal bertanya kepada Marcel, tapi dia hanya bisa gemetar dan dia tidak tahu harus berkata apa.
“Tanyakan dengan jelas siapa orang di belakangnya, lalu serahkan ke polisi, kita bukan preman, apakah aku masih perlu mengajarimu tentang masalah ini?” Marcel langsung berkata dengan dingin.
Dia menolehkan kepala melihat wanita yang di samping, setelah wanita itu masuk, dia mengenakan topi, wajah memakai kacamata, sehingga dia tidak bisa melihat jelas wajah wanita itu.
Tetapi suaranya sangat bagus ketika wanita itu mengingatkannya ada bahaya, seolah-olah menyentuh hatinya dan membuat hatinya gatal.
Banyak orang tidak tahu bahwa Marcel adalah orang yang suka dengan suara indah.
Dia yakin bahwa dia pernah mendengar suara ini di suatu tempat, Marcel mendorong pengawal di sekitarnya dan akhirnya bisa melihat wanita yang berdiri di samping.
“Nona, bisakah kamu mengucapkan satu kalimat lagi?”
Marcel berbicara pada Claire, sedangkan Claire hanya menatap pria yang berbicara padanya, seketika tidak tahu bagaimana menanggapinya dan tidak tahu apa gunanya dari permintaan ini.
“Apakah kamu ada masalah?” Claire bertanya, namun suarnya membuat hati Marcel merasa gatal lagi.
Mengapa suara ini membuat orang tersentuh, jika tampang wanita ini cantik, dia pasti bisa menikah dengan wanita ini.
Marcel tidak bisa mengontrol suasana hati yang antusias, lalu dia bertanya pada Claire.
__ADS_1
“Bolehkah meminta nomor teleponmu? Hari ini, kamu telah menolongku, jadi aku ingin mentraktirmu makan.”
Permintaan ini sangat masuk akal, tapi Claire langsung menolaknya.
Karena Marcel adalah orang Keluarga Wijaya dan bergaul dengan orang Keluarga Wijaya akan menyebabkan masalah yang tidak perlu.
“Maaf, ini hanya masalah yang mudah dilakukan, lalu aku tidak membantu apa-apa, pengawal yang menaklukkan pria itu.”
Meskipun sedang menolaknya, tapi Marcel merasa suara ini membuatnya terobsesi.
Mengapa di dunia ini ada suara yang begitu enak di dengar? Benar-benar menarik hatinya, sehingga membuatnya tidak tahan ingin melihat wajah wanita ini, lalu mendengar dia berkata lebih banyak.
Hanya mendengar suara wanita ini, sudah merasa sangat nikmat.
Apa wanita ini tidak melihat jelas tampangnya?
Dia adalah Marcel, orang terganteng di seluruh alam semesta. Berapa banyak wanita yang menunggu untuk makan bersamanya, kenapa wanita ini menolak dengan cara ini?
Apakah dia sedang malu?
Marcel berpikir seperti ini.
Ketika pintu lift terbuka, lalu melihat Claire telah berjalan keluar, Marcel tiba-tiba maju ke depan untuk menghalang di depan Claire.
Claire bertanya dengan bingung dan dia merasa Marcel sangat aneh.
“Kamu telah menyelamatkanku hari ini, jadi kamu harus tahu wajah orang yang kamu selamatkan, bisakah kamu menengadahkan kepala untuk melihat wajahku, aku berharap kamu bisa ingat siapa orang yang kamu tolong, takutnya kelaknya kamu tidak mengenaliku jika bertemu denganku.”
Permintaan ini lebih aneh, tapi Claire memuaskan permintaannya dan menengadahkan kepala melihat Marcel.
Marcel menolehkan kepala, dia merasa sudut ini adalah penampilannya yang paling ganteng.
Dengan penuh percaya diri menunggu wanita di depan menatapnya, lalu berteriak senang, tapi hasilnya wanita di depan menundukkan kepala setelah melihatnya.
“Aku sudah tahu tampangmu, apa aku boleh pergi?”
Apakah itu sudah selesai? Apa tidak kaget dengan tampangnya?
Apakah tidak tahu dia adalah Marcel Wijaya yang terkenal? Mengapa responnya sangat tenang?
Marcel akhirnya tidak tahan untuk bertanya, “Apakah kamu tahu namaku? Dikarenakan aku sedikit terkenal di internet, jadi aku ingin tahu apakah ada yang mengenalku di dalam kehidupan jika bertemuku?”
__ADS_1
Claire baru merespon, ternyata dia ingin menguji popularitasnya, jadi tidak heran jika Marcel menyuruh dirinya melihatnya dan dia pun tersenyum pada Marcel.
“Tuan Marcel, aku tahu namamu, kamu sangat terkenal.”
Setelah mendengar ucapan ini, dalam hati Marcel merasa lebih aneh.
Jika dia mengetahui namanya, mengapa dia tidak ada respon dengan wajahnya?
Bahkan ingin mentraktirnya secara pribadi, tapi ditolaknya, apakah dia bukan penggemarnya? Jadi, tidak ada respon padanya?
Atau wanita ini sengaja berjaga jarak dengannya?
Marcel hanya diam saja, tidak mengatakan apa-apa, sedangkan Claire merasa tidak tahu bagaimana, jadi berkata dengan ragu, “Tuan Marcel, aku pamit dulu karena aku ada urusan rumah.”
Selesai Claire bicara, dia langsung berjalan keluar, sedangkan Marcel berdiri di tempat dan bertanya pada Sekretaris Antony.
“Dia sepertinya tidak terpesona dengan tampangku, juga tidak tertarik, seolah-olah tampangku seperti orang biasa. Sekretaris Antony, apakah ada yang aneh di wajahku hari ini?”
Marcel tetap tidak bersedia percaya bahwa wanita itu tidak ada reaksi terhadap tampangnya.
“CEO Marcel, tidak ada apa-apa di wajahmu, mungkin nona itu ada masalah, jadi menolak undanganmu.”
Sekretaris Antony menundukkan kepala dan tertawa dalam hati.
Akhirnya ada wanita yang menolah CEO Marcel, jika tidak ada wanita yang menolak, maka narsisme CEO Marcel akan menebus galaksi.
Akhirnya, ada seseorang yang bisa membiarkan Tuan Marcel mengenali kenyataan.
“Tidak boleh, aku harus meminta nomor telepon wanita itu karena suaranya…”
Marcel tidak terus katakan, hanya bergegas berjalan ke depan pintu.
Claire belum pergi jauh, dia baru saja di depan pintu, lalu mengeluarkan ponsel untuk memanggil taksi, tetapi malah melihat Marcel berjalan ke sampingnya.
Dia merasa sangat aneh dan selalu merasa Marcel mencarinya karena ada masalah.
“Tuan Marcel, aku benar-benar ada urusan.”
Sebelum Marcel berbicara, Claire duluan berbicara.
Marcel belum mengatakan apa-apa, tiba-tiba terdengar suara bam, lalu jeritan dari berbagai arah dan Claire takut sampai menutup bibir sendiri.
__ADS_1
Seseorang melompat dari atas gedung itu dan darah membasahi lantai.
Claire tidak berani melihat, jadi menolehkan kepala, tapi tiba-tiba melihat pria yang berdiri di sebelahnya jatuh ke lantai dengan wajah pucat.