Anak Genius: Ayah Terlalu Narsis

Anak Genius: Ayah Terlalu Narsis
Onar?


__ADS_3

Reaksi pertama Marcel ketika dia melihat pesan ini adalah seseorang sedang mengerjainya.


Tapi, foto-foto di internet benar-benar tidak palsu.


Jika orang yang mirip dengannya bukan anaknya, maka itu pasti ada hubungan dengan Keluarga Wijaya.


Tidak lama nomor ini mengirimnya sebuah alamat, juga ditentukan rumah sakit mana yang harus dituju dan waktunya ditetapkan pada jam dua siang.


Marcel tertawa ketika melihat alamat rumah sakit ini.


Bukankah ini rumah sakit Keluarga Wijaya.


Tentu saja, Keluarga Wijaya mereka adalah keluarga besar, jadi memiliki banyak bisnis.


Ketika pembagian harta, bisnis yang terkait pendidikan, rumah sakit diserahkan kepada putra kedua.


Lalu Ayahnya lebih pandai dalam berbisnis, sehingga perluasan bisnis penerbangan, navigasi, perminyakan dan jenis industri lainnya ditanggung oleh putra sulung.


Marcel adalah seorang jenius. Setelah dia mewarisi perusahaan keluarga sendiri, momentum putra sulung jauh lebih tinggi daripada putra kedua.


Namun, industri putra kedua adalah industri tetap, selain momentum lebih rendah dari putra sulung, tapi mereka masih Keluarga Wijaya yang terkenal di luar.

__ADS_1


“Apakah kamu sudah menemukan nomor ini? Siapa yang mengirimnya?”


Marcel langsung meminta orang di sekitarnya untuk menyelidiki nomor yang mengirim pesan padanya, tapi sekretaris itu menundukkan kepalanya dengan rasa bersalah lagi.


“CEO Marcel, ini adalah nomor virtual, jadi tidak dapat menemukan sumbernya, namun bisa memastikan bahwa sinyal ini berada di Jakarta.”


“Kalau begitu, menurutmu ini adalah pesan onar atau orang di belakang anak itu sangat berani sehingga ingin membuat tes DNA denganku?” Marcel bertanya pada sekretarisnya sambil berpikir.


Menarik, benar-benar menarik sekali.


Meskipun awalnya sedikit kaget, tapi setelah menerima pesan ini, Marcel benar-benar ingin tahu, permainan apa yang akan dimainkan oleh orang di balik ini?


Esok paginya.


Hari ini dia mau membawa kedua anak untuk mendaftar di Sekolah Dasar Negeri 1, sebuah sekolah dasar yang sangat terkemuka di dekat komplek.


Jika dilihat dari kondisi sekarang, dia pasti akan tinggal lama di dalam negeri, lalu dia tidak dapat membawa anaknya setiap hari dan usia anak sudah dalam usia sekolah.


Jadi Claire melihat baik sekolah ini.


Kebetulan sahabatnya bisa membantu beberapa anak ini mendaftar sekolah.

__ADS_1


Pagi-pagi sekali, Cindy mengendarai mobil ke tempat tinggal Claire dan anak-anak.


“Jack, Jessica, mari biarkan Ibu angkat mencium kalian.”


Setelah Cindy masuk, dia langsung berkata manis pada Jack dan Jessica.


Sekarang Cindy menjabat sebagai pemimpin redaksi majalah fashion, kemampuan dia bekerja sangat hebat.


Sekarang rambutnya dicat merah yang sedang populer, tapi rambutnya pendek, sehingga membuat orang merasa dia sangat menawan dan cakap.


Jack dan Jessica lekas mencium pipi Cindy dan Cindy langsung memeluk kedua anak tersebut.


“Claire, aku benar-benar iri padamu, kamu mempunyai tiga anak yang sangat baik, seumur hidup ini sangat berharga. Hanya saja Jay tidak ada di Jakarta, jika tidak aku bisa memeluk tiga anak yang cantik dan rasanya itu seperti orang yang paling bahagia di dunia ini.”


Claire dari samping berkata, “Jika kamu begitu menyukai anak kecil, maka kamu lahirkan sendiri.”


“Sudahlah, jika tidak menemukan orang yang aku cintai, aku lebih baik melajang dan menjadi lajang sangat senang.” Cindy tersenyum acuh tak acuh, sehingga Claire merasa sakit hati.


Ada banyak orang yang mengejar sahabatnya dan Cindy juga cukup cantik dan berbakat. Tapi, Cindy terus ingat pada kekasih pertamanya dan kekasih pertamanya telah meninggalkan dunia demi menyelamatkan Cindy.


Jadi, Cindy tidak bisa membuka hatinya untuk siapa pun.

__ADS_1


“Makan sarapan dulu, lalu membawa Jack dan Jessica ke sekolah dasar dan ketiga anak bisa bersama-sama sekolah setelah Jay kembali.”


__ADS_2