Anak Genius: Ayah Terlalu Narsis

Anak Genius: Ayah Terlalu Narsis
Pergi Ke Rumah Sakit


__ADS_3

Claire sudah menyiapkan sarapan yang lezat.


Bagaimanapun, dia membesarkan tiga anak dan sekarang telah menjadi master dapur.


Dia bisa membuat segala macam makanan enak, dijamin memuaskan selera ketiga anaknya.


“Ayo, coba sarapan yang dibuat koki Claire, aku sudah satu tahun tidak memakan masakanmu, lalu aku sangat bahagia karena sekarang kalian ada di Jakarta dan aku akhirnya tidak perlu mengalami rasa kesepian lagi.”


Cindy tersenyum sambil membawa Jack dan Jessica ke ruang makan.


Selesai sarapan pagi, Claire membawa Jack, Jessica duduk di belakang dan Cindy duduk di depan untuk mengendarai mobil.


Claire bukan tidak sanggup membeli mobil, tapi dia tidak berani mengendarai mobil.


Dia seolah-olah ingat bahwa dirinya memiliki sebuah ingatan, sepertinya dulu pernah terjadi kecelakaan ketika dia duduk di depan, tapi dia tidak dapat mengingat adegan itu.


Ini menyebabkan dia akan takut ketika duduk di depan, jadi dia selalu duduk di belakang.


Dia pernah mencari dokter psikolog untuk menyembuhkan rasa takut ini, tetapi tidak ada cara.


Lama kelamaan, dia pun tidak mau belajar mengendarai mobil lagi.

__ADS_1


Hari ini adalah hari pertama masuk sekolah, meskipun sudah mendaftar, tapi anak-anak harus diwawancarai ketika masuk ke sekolah ini.


Ini adalah tahap yang diperlukan.


Jadi setelah masuk ke dalam Sekolah Dasar Negeri 1, kedua anak langsung masuk ke dalam untuk wawancara, sedangkan Cindy dan Claire hanya bisa menunggu di luar.


“Apa yang terjadi dengan masalah internet itu? Apakah pria itu benar-benar Ayah dari ketiga anak itu?” Cindy bertanya pada Claire dengan rasa penasaran.


Sebagai pemimpin redaksi majalah fashion, dia tidak mungkin tidak melihat hal-hal yang dihebohkan di internet.


Cindy ingin tanya dari dua hari lalu, tapi ketua majalah mereka mengundang seorang artis internasional, lalu permintaan artis itu sangat banyak dan misinya juga berat.


Sekarang anak-anak tidak ada di sini, jadi dia mendapatkan kesempatan untuk bertanya.


“Aku juga tidak tahu, aku saja tidak mengerti mengapa aku bisa hamil, jadi bagaimana mungkin aku tahu siapa Ayah anak itu?”


Claire mengejek diri sendiri, sehingga membuat Cindy tertawa tak berdaya, “Pengalamanmu juga ajaib, tetapi siapa yang melakukan hal-hal di internet?”


“Jack yang melakukan, kamu juga tahu bahwa teknik hackernya sangat hebat dan Jessica seolah-olah sangat tertarik pada hal ini. Anak-anak sudah besar, mereka mulai keras kepala terhadap hal Ayah, lalu aku tidak tahu bagaimana membimbing mereka, jadi hanya bisa membiarkan mereka lakukan.”


“Claire, Keluarga Wijaya adalah keluarga terkenal, kamu harus hati-hati, apalagi dulunya kamu pernah menyinggung Keluarga Wijaya, jadi kamu tidak boleh menganggap sepele  hal ini.”

__ADS_1


Cindy menunjukkan ekspresi cemas, tapi Claire hanya tersenyum dengan lembut.


“Aku mengerti, tapi terkenal juga ada banyak keuntungan, jika itu benar-benar ada hubungan dengan Keluarga Wijaya, maka hal ini akan diperhatikan banyak orang, sehingga Keluarga Wijaya tidak berani melakukan hal keterlaluan. Jika anak-anak tidak ada hubungan dengan Keluarga Wijaya, maka ini hal yang baik. Sebenarnya aku tidak berharap diri sendiri ada kaitan dengan Keluarga Wijaya lagi.”


Jack dan Jessica sangat pintar, jadi wawancaranya sangat lancar.


Sedangkan Jay, hanya perlu menunjukkan identitasnya adalah murid Robert beserta video konsernya, maka sekolah akan langsung meluluskan dia.


Hari ini adalah hari Sabtu, anak-anak tentu saja tidak perlu sekolah.


Selesai melakukan prosedur, Cindy pun terus menjadi supir dan membawa kedua anak kembali ke rumah.


Sedangkan Claire pergi ke rumah sakit.


Sekarang Tuan Besar Keluarga Sentosa hanya tersisa waktu beberapa bulan dan Claire adalah pelaksana surat wasiat.


Dia tentu saja perlu bertemu dengan Tuan Besar Keluarga Sentosa.


Hanya saja Claire tidak tahu, ketika Cindy hendak mengantar kedua anak kembali ke rumah, Jack tiba-tiba berkata pada Ibu angkatnya, “Ibu angkat, bisakah kamu membantuku satu hal?”


“Aku dan adik mau ke rumah sakit karena aku sudah mengajak Marcel untuk melakukan tes DNA di rumah sakit, tapi aku tidak ingin memberi tahu hal ini pada Ibu, karena aku ingin mengetahui hasilnya dulu baru memberi tahu Ibu.”

__ADS_1


__ADS_2