
Claire adalah kartunis terkenal di internet. Dia telah menyelesaikan beberapa komik dan dia juga memiliki serial komik yang sedang berlanjut.
Salah satu komik cinta dongeng kuno disukai oleh perusahaan film, lalu perusahaan agensinya telah menegosiasikan harga hak cipta dan Claire juga cukup puas dengan harganya.
Agennya Kak Emily telah memberi tahu dia hari ini dan memintanya untuk pergi ke perusahaan film untuk menandatangani kontrak.
Selama tidak ada masalah, Claire akan memiliki sepulun miliar biaya hak cipta.
Setelah perusahaan agen mengambil bagian mereka, dia juga bisa mendapatkan delapan miliar.
Dikarena dia sangat terkenal, jadi pembagian pialang antara dia dan perusahaan agen akan lebih besar.
Dia sendiri tidak punya waktu untuk mengatasi masalah hak cipta, jadi dia mempercayakan hak cipta komiknya kepada perusahaan agen ini.
Kak Emily telah bertanggung jawab atas negosiasi hak ciptanya selama bertahun-tahun. Claire naik taksi ke Perusahaan Komik.
Perusahaan Komik ini memiliki aplikasi komik yang besar.
Bisa dikatakan, ada sebagian orang yang melihat komik di salurannya.
Komik pertama Claire juga mulai dari perusahaan ini, dia juga penulis komik terkenal di perusahaan ini dan nama penanya di internet adalah Claire.
“Kak Emily, aku telah sampai di lantai pertama, aku naik ke atas bertemu kamu atau kamu ke bawah dan kita langsung berangkat ke Perusahaan Royal Media.”
“Aku sudah turun ke bawah, kamu tidak perlu naik lagi, lalu aku sudah menyiapkan semua dokumen, setelah ke sana, kita akan langsung menandatangani kontrak jika pihak di sana tidak ada masalah.”
Claire menunggunya dengan sabar, beberapa menit kemudian dia bertemu dengan Kak Emily.
Kak Emily adalah seorang wanita berusia empat puluh tahun. Dia memakai kacamata berbingkai hitam dan rambutnya sepanjang telinga, sehingga terlihat sangat cakap.
Claire dan Kak Emily sangat rukun, ketika dia pertama kali memasuki bidang ini, Kak Emily adalah editor komiknya.
Tapi setelah usaha Kak Emily beberapa tahun, jabatannya sudah naik menjadi wakil pemimpin redaksi Perusahaan Komik, dikarenakan Kak Emily terus membawa Claire, jadi Kak Emily yang membantunya membahas masalah hak cipta.
“Ayo, mobilku sudah dihentikan di bawah, kita dua mengemudi ke sana saja.”
__ADS_1
Kak Emily berjalan ke sini sambil tersenyum pada Claire, lalu Kak Emily bertanya dengan penasaran setelah dua orang duduk di dalam mobil.
“Kamu sudah punya uang, mengapa tidak membeli mobil?”
“Bukankah aku sudah pernah mengatakan bahwa aku ada fobia ketika mengemudi, hanya akan merasa jika duduk di belakang. Aku tidak tahu alasan ini, tapi tidak bisa mengatasi fobia ini, meskipun berobat pada dokter psikolog, juga tidak bisa sembuh.”
“Aku sudah ingat, kamu pernah mengatakannya, aku akhir-akhir ini sangat sibuk sehingga lupa bahwa kamu pernah mengatakan hal ini padaku.”
Kak Emily tersenyum dengan rasa meminta maaf.
“Baru-baru ini Perusahaan Royal Media baru mengganti CEO baru, awalnya masalah itu tidak berkaitan dengan negosiasi hak cipta kita, tetapi aku tidak tahu siapa CEO baru itu, jadi tidak dapat memastikan apakah dia akan mengubah semua gaya perusahaan, bahkan menghentikan proyek saat ini. Kamu juga tahu, setelah satu perusahaan mengganti bos, kadang-kadang akan menghentikan proyek yang tidak dilihat baik dirinya.”
“Komikmu yang ini sangat terkenal, ada banyak perusahaan yang ingin membelinya, tetapi perusahaan mereka yang paling tulus dan sebelumnya dibahas dengan baik. Lalu perusahaan mereka akan mengubah komik ini menjadi drama, saat itu akan menggunakan banyak uang untuk syuting, ini juga termasuk proyek besar perusahaan mereka. Asal bos baru ini melihat baik proyek ini, maka negosiasi hari ini tidak akan ada masalah.”
“Tidak apa-apa, aku tidak harus bernegosiasi dengan perusahaan itu, jika internal perusahaan itu ada masalah, lalu tidak ingin menegosiasikan hak cipta ini, maka anggap kita pergi hari ini dengan sia-sia.”
Claire tersenyum acuh tak acuh, dia tidak kekurangan uang, jadi tidak harus menegosiasikan setiap hak cipta.
Terhadap karyanya bisa dijadikan menjadi drama, dia merasa itu tergantung jodoh, karena mungkin akan menbuat penulis asli sedih ketika karyanya dijadikan drama.
Setelah tiba di lantai bawah Perusahaan Royal Media, Claire mengikuti Kak Emily datang ke kantor lantai 10.
Setelah mereka mengatakan tujuan kedatangan, sekretaris langsung membawa mereka ke kantor yang paling dalam.
“Nona Claire, Nona Emily, silakan masuk.”
Seorang wanita berjas hitam membungkukkan badan untuk mempersilakan mereka masuk.
Nama asli Kak Emily adalah Emily Makmur. Setelah Claire mengikuti Kak Emily masuk, wajah yang awalnya tersenyum menjadi kaku.
Karena orang yang duduk di dalam untuk bernegosiasi dengan mereka, bukanlah orang perusahaan ini.
Claire berkata seperti ini karena dia kenal dengan orang yang di depan.
Dia adalah Merry selaku mantan Ibu mertua Claire.
__ADS_1
Merry sebagai istri dari putra kedua Keluarga Wijaya.
Sejak dia menikah, nyonya kedua ini menikmati hidup yang senang, tidak pernah ikut serta dalam operasi perusahaan dan setiap tahunnya hanya perlu mengambil bonus dari sahamnya.
Keluarga Wijaya memiliki usaha besar, meskipun hanya mendapatkan hasil bonus dari saham, juga tidak bisa digunakan sampai habis, jadi Nyonya Kedua Wijaya bisa dikatakan sebagai orang kaya teratas di piramida.
Perusahaan media ini termasuk perusahana besar di dunia hiburan, tapi jika dibandingkan dengan Keluarga Wijaya, maka ini hanyalah perusahaan kecil.
Ini hanya negosiasi hak cipta komik, meskipun Nyonya Kedua Keluarga Wijaya ingin bermain, juga tidak mungkin ikut serta dalam hal kecil ini.
Kak Emily merasa Claire sangat aneh ketika dia ingin menarik tangan Claire untuk berjalan ke depan.
“Mengapa kamu masih berdiri di sini? Ayo ikut aku untuk menyapa.”
“Kak Emily, tidak perlu membahas lagi, dia bukan bukan orang yang ingin menegosiasikan hak cipta dengan kita, pihak itu sedang mempermainkan kita.”
Emily menatap Claire dengan aneh, sedangkan Merry yang duduk di depan, hanya tertawa dingin.
“Kamu masih memiliki wajah untuk kembali, Claire, wanita yang tidak tahu semacam kamu. Pada hari kamu kembali ke tempat ini, kamu harusnya tahu aku tidak akan memberimu jalan hidup, jika tahu diri, maka lekas meninggalkan tempat ini, kalau tidak, kamu bisa merasakan rasa setiap orang membencimu.”
Emily akhirnya mengerti, masalah di depan sangat aneh.
Dia melihat wanita di depan beberapa kali, baru merespon. Ternyata dia adalah Nyonya kedua Keluarga Wijaya, dia pernah melihat beberapa berita amal, hanya saja dia tidak merespon ketika bertemu tadi.
Lalu, kata-kata yang dibilang Nyonya Kedua Keluarga Wijaya membuat Emily bingung.
Tampaknya Claire dan Nyonya Merry ini ada konflik dan ini membuat Emily menjadi khawatir.
Dia tahu bahwa penulisnya hanyalah orang biasa, tetapi Nyonya Merry bisa dikatakan sebagai sosok yang memiliki kekuasaan tinggi.
“Sebaiknya kita pergi saja.” Kak Emily menolehkan kepala untuk berkata pada Claire.
“Kak Emily, kamu keluar dulu, aku ingin berbicara dengan Nyonya Merry ini.”
Emily sangat khawatir, tapi Claire berkata dengan percaya diri, “Ada begitu banyak orang di sekitar sini, dan hanya ada dia seorang yang di dalam. Apakah kamu benar-benar mengira akan terjadi masalah? Tidak akan, kamu tunggu saja aku di luar.”
__ADS_1
Emily hanya bisa keluar, seketika ruang rapat yang kosong ini hanya tersisa Claire dan Merry yang di depannya.