
Tidak ada seorang wanita yang mengkhayalkan kehancuran dalam kehidupannya sendiri, begitupun dengan Meena, Gadis cantik anak keluarga kaya raya, yang hidup serba mewah, berkecukupan, bak seorang puteri di negeri dongeng, Meena anak tunggal dari Syaqilla dan Mac Numerect.
Hidup mewah bergelimbangan harta ternyata tidak membuat Mac Numerect berhasil menjadi seorang ayah dan pemimpin keluarga yang baik, Mac justru berselingkuh selama bertahun-tahun bersama Elisa, wanita cantik yang menjadi Sekretaris pribadinya di kantor.
Sedangkan Syaqilla mantan model ternama yang dinikahi Mac 20 tahun silam berhenti berkarir semenjak sah menjadi isteri Mac Numerect, laki-laki kaya raya dengan perusahaan fashion dimana-mana.
Semua orang mengenal Syaqilla adalah pribadi yang baik, ramah tamah dan bijaksana sebagai seorang Isteri pemimpin perusahaan, Namun nahas nasibnya ketika dia mendapati laki-laki yang telah lama menjadi suaminya yang dia anggap setia dengannya namun tega berkhianat di depan matanya, saat itu menjadi ******* dari bencana runtuhnya rumah tangga Mac Numerect yang telah di jalin hampir seumur perak, Syaqilla meninggal karena kecelakaan tunggal mobil yang di alaminya di malam Dia melihat suaminya sedang asik bercumbu bersama sekretarisnya.
Semua kehancuran yang di alami Meena berawal dari pernikahan Mac dan Elisa, Elisa hanya mencintai Mac dan mengincar harta kekayaan keluarga Numerect, Elisa juga memiliki anak seusia Meena 1 tahun lebih tua darinya namanya Inggrid.
Selalu banyak drama kepalsuan di dalam meja makan Mac Numerect, seolah Elisa begitu menyayangi Meena begitupun Inggrid seolah menjadi kakak yang baik bagi Meena.
“Pah, Aku mau ijin menginap di Hotel Noor ya weekend ini bareng teman-temanku mereka baru datang dari Hawai, Aku ingin sekali menjamu mereka disini, rasanya tidak mungkin kalau semua teman ku di ajak menginap di rumah, walaupun rumah kita ini besar sekali namun kan temanku ada laki-lakinya juga” ucap Inggrid setelah selesai makan malam bersama
“hemm... boleh saja tapi Kak ajak lah Adik mun ini supaya Meena juga mengenal teman-teman mu” ucap Mac sambil membersihkan sisa makanan di mulutnya memakai tisu
Inggrid menatap Meena dan Ibunya, sementara Elisa sudah mengetahui bagaimana kehidupan Inggrid di luaran sana yang sangat bebas, Elisa hanya mengedipkan mata memberi tanda kepada Inggrid.
“Emh, Meena emangnya kamu mau ikut?” dengan hati berdebar menunggu jawaban Meena,
“Ah engga Kak, Meena di rumah saja” Meena tertunduk malu, karena hubungannya tidak begitu dekat bersama Inggrid
“tuh Pah Meena nya saja tidak mau” semangat Inggrid memohon ijin kepada sang ayah sambung
“No. kalau Kakak masih tetap mau ikut acaranya, Kakak harus menuruti kemauan Papah, kalau tidak ajak Meena ya sudah jangan pergi saja, Papah bukannya ingin mencampuri urusan pribadi Kalian sebagai anak-anak Papah, Papah Cuma ingin kalian saling menjaga satu sama lain”
(hem, sepertinya Papah serius banget mau Meena ikut dalam acaraku) gumam Inggrid dalam hati,
“ya sudah Pah,Inggrid mau Meena ikut di acara Inggrid, Meena kakak mau kamu ikut di acara kakak, please jangan nolak ya karena kakak ingin sekali bertemu teman lama kakak” memelas memegang tangan Meena.
“iya sudah kak, Meena ikut”
Satu minggu berlalu, tidak terasa malam ini Meena dan Inggrid bergegas pergi menuju Hotel Noor, di Simpang Kota.
Terlihat sekali Kak Inggrid senang bertemu teman lamanya, sedangkan Meena mencoba untuk membiasakan diri dan berbaur bersama teman-teman Kak Inggrid, banyak sekali teman Inggrid yang memuji kecantikan Meena, dan wawasan Meena yang sangat luas. Setidaknya itu membuat Inggrid cemburu karena perhatian teman-temannya terbagi pada Meena, rasa cemburu itu semakin menjadi kala laki-laki yang di taksir Inggrid selama 2 tahun terakhir ini juga ikut memuji Meena, disitu timbul niat jahat Inggrid untuk menjahili adik sambungnya tersebut.
“tolong masukan serbuk ini kedalam minuman orange jus yang Anda bawa” sambil menyodorkan sejumlah uang pada pelayan di Restauran lobby hotel.
__ADS_1
“tapi Non...” belum sempat menjawab sampai selesai Inggrid langsung memberikan sanggahan
“tenang saja itu bukan racun, dan Aku tidak akan melibatkan mu pada masalah ini” sambil tetap menutupi wajahnya dari pelayan tersebut
“baik Non kalau begitu saya lakukan tugas ini” seraya pergi meninggalkan Inggrid
(Meena ini adalah pelajaran buatmu supaya kamu lebih sopan lagi padaku) gumam Inggrid
Inggrid kembali menuju meja makan bersama teman-temannya, tidak lama setelah meminum orange jus yang dia pesan, Meena merasa pusing sekali seperti sudah minum-minuman keras.
“kak aku ijin mau sudahi acara duluan ya.. kepalaku pusing sekali kak” ucap Meena pada Inggrid
“ya ampun Dek kamu kenapa?” seperti biasa Inggrid hanya berakting.
“gak tahu nih kak aku pusing banget” sambil memegang kepalanya
“kakak juga minum orange jus gak apa-apa Meena, apa perlu kakak antar kamu menuju kamar? Tapi teman-teman kakak bagaimana?” berakting seolah bingung dengan keadaan yang terjadi
“oh tidak perlu kak, aku pergi sendiri saja”
Ternyata di Hotel Noor malam itu sedang ada pesta perayaan tunangan Tn Lexa Mour dengan Diandra, Tn Lexa Mour adalah mantan pacar Meena selama kuliah di Newyork, mereka sempat memutuskan untuk menikah namun terhalang restu dari Mery Mour Ibu dari Tn Lexa Mour, Mery Mour terkenal gila harta, jika bukan karena anaknya yang terlampau tampan Diandra juga pasti tidak akan mau menikah apalagi berbesan dengan keluarga seperti itu, namun melihat Diandra adalah Puteri pengusaha terkaya di Newyork membuat Mery tega menyakiti hati anaknya, dan memaksa menikahi Diandra dengan memutuskan Meena.
Melihat Meena yang jalan sempoyongan di lobby hotel, Tn Lexa Mour berniat mengantarnya menuju ruangan kamarnya dan meninggalkan pesta secara sepihak dengan alasan pekerjaan penting.
Keesokan harinya,
“aduh kepalaku pusing banget” ucap Meena sambil memegang kepalanya,
“kamu sudah bangun?”
Betapa terkejutnya Meena mendengar suara laki-laki di dekatnya
“Tn Lexa.... Apa yang sedang kamu lakukan disini” menyadari dirinya sudah tidak berbusana sontak Meena menarik selimutnya
“aku hanya mengantarmu pulang, awalnya aku hanya berniat untuk mengantarmu pulang Meena, namun setelah bertemu denganku Kau terus meracau akan masalalu kita, membuat Aku tidak bisa menahan sakit karena berpisah denganmu selama ini”
“Lalu apa yang Kamu lakukan? Kenapa seperti ini?” ucap Meena menunjukan keadaan yang terjadi pada dirinya
__ADS_1
“Aku tidak akan melepaskan mu lagi Meena, dan ini janjiku, janji kita malam tadi, menjadi malam kita bersama” ucap Tn Lexa
“a..apa maksud mu Lexa?” kata gugup itu keluar dari mulut manis Meena
“kita sudah melakukannya semalam Meena, maafkan aku, aku terlalu mencintaimu, dan semalam itu pun aku melakukannya atas ijin mu juga Meena”
Lidah Meena terasa begitu kelu, bahkan tak mampu mengeluarkan satu kata pun, Meena tidak menyangka semua ini terjadi padanya, bahkan orang yang dia anggap bisa menjaganya pun ternyata tidak.
Tidak ada lagi perbincangan antara Meena dan Tn Lexa, Meena pun tidak mengerti apa yang harus dia lakukan kini, terlebih Meena mengetahui Tn Lexa akan segera menikah dengan Diandra.
Beberapa bulan kemudian, terjadi perubahan hormon Meena, dengan pola makan yang semakin banyak dan berat badan yang kian meningkat dari bulan ke bulan, Meena tidak menyadarinya, sampai akhirnya Meena tersadar akan omongan Ibu sambungnya.
“Meena ibu perhatikan berat badan Kamu semakin naik karena pola makan kamu banyak banget akhir-akhir ini, mending kamu coba diet, biar gak kelihatan kayak orang yang lagi hamil” terus Elisa
Sedangkan Inggrid hanya tersenyum melihat perubahan berat badan Meena,
Menyadari akan hal tersebut, Meena langsung bergegas ke kamarnya lalu bercermin, memang betul tubuhnya terlihat semakin gemuk dan besar di bagian perut,
“jangan, jangan Aku...”
“hueeekk... hueeekk..” Meena berlari menuju kamar mandi, seraya membuang cairan yang keluar dari mulutnya,
Meena berjalan kembali menuju tempat tidur dengan keadaan lemas, di depan cermin dia berkata
“apa mungkin aku hamil? Dan ini anak Tn Lexa?”
Keadaan semakin meresahkan, Meena sama sekali tidak bisa tenang dan berfikir jernih, sampai akhirnya Dia memutuskan untuk mengunjungi apotek terdekat dan membeli alat tes kehamilan.
Di genggam nya alat tes kehamilan, Meena merasa ragu-ragu, Meena merasa sangat sedih dan ketakutan, Meena takut hal yang sangat dia takuti menjadi kenyataan..
Namun tekad nya telah bulat, setelah beberapa hari galau karena tes kehamilan, akhirnya Meena memberanikan diri untuk mencobanya.
Dalam kamar mandi, Meena menutup rapat-rapat dan mengunci dari dalam seraya berdoa semoga di jauhkan dalam hal-hal yang tidak dia inginkan.
Namun Tuhan berkehendak lain, setelah 2 menit menunggu alat tes kehamilan itu menunjukan hasil garis 2 itu artinya Meena hamil,
“TIDAK !” tangisnya pun pecah seketika, namun semua orang tidak dapat mendengarnya karena ruangan kamar Meena sangat lah luas,
__ADS_1
Dunia terasa runtuh menerpanya, seperti hilang arah dan tidak tahu harus berbuat apa, melanjutkan hidup atau mati dengan membawa aib keluarga..
Bersambung.....