
Dikediaman Meena saat ini,
"Mah kok Ayah masih belum datang ya? katanya Dia pergi hanya sebentar, dan mau balik lagi tapi kok gak dateng lagi sih Mah? sudah beberapa hari kita pindah disini, Mamah coba telepon Ayah dong Mah.." pinta Lusi sambil merengek
mendengar ucapan anaknya Meena pun termenung sesaat, Meena membayangkan betapa sulitnya kondisi Tn Lexa saat ini, dan Meena tidak menyalahkannya atas apa yang sudah terjadi, Penikahan yang terjadi antara keduanya memang harus dilakukan karena Meena sudah memiliki Lusi anak dari Tn Lexa.
"Lusi sayang sabar ya, mungkin Ayah sedang sibuk sekarang, kemarin pun waktu kita masih tinggal di rumah lama ada Tante Rindu ikut membantu urusan pekerjaannya, sudah lebih baik kita mulai menata hidup kita disini yah, kita mulai sesuatu yang berguna lagi, Lusi mau kan bantu Mamah menyelesaikan tugas jahitan Mamah?"
"oh gitu ya boleh Mah, Mau,,, Mau..."
memang tak sulit membuat anak menikmati kehidupannya cukup dengan kita menjadi kan dia seorang teman, dan saling mengerti tanpa memaksakan kehendak orang tua.
****
Dikediaman Mac dan Elisa,
"sayang jadi sebenarnya Meena itu menikah dengan laki-laki kaya nan terhormat dong yah?" ucap Elisa pada Mac yang sedang membaca koran pagi,
"iyah Elisa, dahulu PT Mour adalah saingan terberat perusahaan yang Aku miliki, waktu jamannya masih ada Syaqilla Dia yang mengupayakan untuk bisa bekerja sama dengan PT Mour, sampai akhirnya mereka bersepakat menikahkan Meena dan Tn Lexa, namun itu pun tidak mudah bagi Kami, mengingat Ibu dari TN Lexa itu memang sudah terkenal akan gila hartanya, dan sudah menjadi konsumsi publik, namun melihat betapa cintanya Tn Lexa pada Meena membuat Mery Mour sempat luluh, sampai ketika dimana Syaqilla tiada, Dia memutuskan untuk mengakhiri hubungan bersama kami juga, setau Mas Dia mendapatkan incaran baru, anak pengusaha terkenal dan pewaris tunggal namanya Diandra, kalau tidak salah mereka mungkin seharusnya sudah menikah sekarang"
"oh begitu ya Mas.." angguk Elisa
"iya sayang," peluk Mac
tidak lama kemudian datanglah Inggrid dan mereka mulai mengobrol membicarakan keuangan perusahaan.
*****
beberapa bulan kemudian masih belum ada kabar dari Tn Lexa, dia menghilang kembali, sedangkan Meena mulai merasakan ketidaknyamanan pada perutnya, Meena merasa mual, dan mudah lelah sama seperti ketika dia hamil Lusi anak pertama, di ingatnya lagi, kejadian selama mereka hidup bersama dan setelah menikah, memang Tn Lexa dan Meena terus berhubungan suami isteri,
(apa mungkin aku hamil anak ke 2?) gumamnya dalam hati,
"huuueek.. huuueeeekksss..." Meena kembali berlari menuju kamar mandi
ternyata Lusi seusia dia sudah memahami kondisi Ibunya yang dia tahu Ibunya sedang sakit karena terus menerus muntah,
"mah mana nomer telepon ayah? biar Lusi kabari ayah kalau mamah sedang sakit"
"tidak perlu Nak, mamah tidak apa-apa kok sayang"
"ya sudah mama istirahat saja, biar lusi yang meneruskan bersih-bersih rumahnya"
__ADS_1
untuk anak seusia lusi memang terlihat begitu mencolok perbedaannya, anak seusia nya kebanyakan masih senang bermain, namun lusi seperti punya pemikiran dewasa dan Genius, dia lebih senang menghabiskan masa kecilnya dengan manjalani kehidupan bersama ibunya, berjuang bersama mencari uang untuk menyambung terus kehidupan mereka berdua.
"assalamu'alaikum... terdengar suara wanita di balik pintu"
"wa'alaikum salam, tunggu sebentar" teriak Lusi dari dalam rumah
saat di buka tidak lain wanita itu adalah ..
"Tante Rindu.." peluk Lusi
mendengar di luar Lusi menyebut Tante Rindu, Meena menyangka Tn Lexa juga pasti datang namun ternyata Rindu datang hanya sendirian itupun atas perintah dari Tn Lexa.
"Rindu Tn Lexa mana?" tanya Meena
"Ibu Meena saya datang atas perintah Tn Lexa untuk datang memberikan sega keperluan Lusi dan Ibu, mohon maaf Bapak tidak bisa datang, Bapak juga memberikan Ibu ini, sejumlah uang cash dan 1 unit handphone"
Meena terlihat murung karena yang dia butuhkan bukanlah materi dia butuh suaminya ada di dekatnya
"Rindu, apa semuanya baik-baik saja ?" tanya Meena penasaran
"sejauh ini Bu saya belum dapat informasi apa-apa dari Bapak mungkin itu tandanya semuanya baik-baik saja, hanya..."
"hanya apa Rindu?" tanya Meena penasaran
"tidak apa-apa Rindu, bilang saja padaku ada apa? hanya apa? bukankah kamu menganggap aku ini isteri Tn Lexa jadi kamu juga harus menghargaiku"
"baik bu, hanya saja Nyonya Diandra sedang hamil, kehamilan yang ditunggu setelah bertahun-tahun dan menjadi perayaan yang besar bagi keluarga Mour, maafkan saya jika kejujuran saya menyakiti hati Ibu" tunduk Rindu,
seketika Meena terdiam, apakah karena ini Tn Lexa tidak datang kembali kepadanya? apa karena Diandra juga hamil sehingga Tn Lexa lupa lagi kepadanya dan Lusi, setelah Meena mengetahui kebenaran yang terjadi saat ini, Meena memutuskan untuk pergi berkemas kembali menuju Kampung halaman dia dan Lusi,
"Ibu-Ibu mau kemana?" tanya Rindu panik
"saya mau pulang Rindu, disini bukanlah tempat saya, tempat saya di kampung"
memang semenjak di usir dari rumah Numerect Meena menjadi berubah total, dia yang asalnya manja dan hidup serba enak karena di topang keluarga kini harus berdiri sendiri melawan beratnya hidup dalam genggaman"
"Ibu lebih baik Ibu dan Lusi tetap diam disini, nanti Tn Lexa akan marah" bujuk Rindu
"tidak apa Rindu aku kan bilang langsung padanya kalau ini bukan kesalahan kamu dan dia tak perlu memarahimu"
melihat ibunya yang terus berkemas Lusi pun kebingungan,
__ADS_1
"mah kita ini mau kemana? kok mamah malah beres-beres pakaian ke dalam koper"
"Lusi sayang sudah saatnya kita pulang, disini bukan tempat kita Nak,"
"lalu papah bagaimana Mah? papah kan belum sampai"
"lusi papahmu tahu dimana rumah kita dan tahu tempat kembali kita, ayo nak beres-beres cepat"
"iya mah"
tidak dapat di pungkiri Meena cemburu dengan Diandra, dan Meena berasumsi bahwa Tn Lexa lebih memilih Diandra daripadanya, setelah selesai berkemas Meena pun pamit pada Rindu dan tak ingin di antar meski Rindu terus memaksa, Meena tetap pergi menggunakan kendaraan umum saat itu,
di perjalanan Meena terus berderai air mata, melihat anaknya tertidur lelap di pangkuannya, Meena merasa semakin tak kuat menahan tangis nya, terlebih Meena juga menyadari bahwa dirinya sudah berbadan dua kembali.
"terimakasih untuk semuanya Mas, aku pamit pulang, rasanya berat sekali namun aku harus melakukannya demi keutuhan rumah tangga mu bersama Diandra, terimakasih untuk uang yang kamu berikan, aku akan berusaha terus menghematnya untuk kebutuhan Lusi kelak, Tidak usah mencariku kembali, hiduplah berbahagia bersama keluarga mu yang sebenarnya"
membaca pesan singkat yang di kirim kan oleh Meena membuat Tn Lexa semakin galau dengan kondisi saat ini, wanita yang sangat di cintainya sedang menunggu dia bersama putri mereka, dan dilihatnya Diandra wanita yang sedang hamil anaknya, membuat Tn Lexa semakin bingung memilih yang mana, memang Meena tidak jujur atas kehamilan anak keduanya pada Tn Lexa,
yang membuat Tn Lexa bertahan dengan Diandra adalah karena kini Diandra mengandung anaknya dan tidak bisa diceraikan begitu saja.
wanita hamil permintaannya ada-ada saja, mulai ngidam hal-hal yang aneh mewarnai kehidupan mereka berdua,
sejenak Tn Lexa melupakan Meena dan anaknya lagi,
karena siapa yang sangka bahwa Ibu hamil juga membawa kebahagiaan tersendiri dalam merawatnya,
Diandra hidup penuh kemewahan dan kebahagiaan bersama Mery Mour Alex Mour dan Tn Lexa
sedangkan Meena hamil anak Tn Lexa untuk kedua kalinya tetap hidup susah walaupun sudah dinikahinya juga.
mungkin ini memang takdir Meena yang tidak sebaik cerita di dongeng yang setelah bertemu pangeran berhenti sudah kesulitannya selama ini..
kehamilan Meena yang kedua membuatnya terus bersedih hati, karena Meena sadar betul akan kehadiran suami yang tercatat secara agama sah menikahinya, ternya itu menjadi beban tersendiri untuk dirinya, ada namun tiada begitulah Tn Lexa saat ini di kehidupan Meena.
berkali-kali Tn Lexa mencoba menghubungi Meena yang terendus Mery Mor, tak lama Mery Mour selalu mengingatkan Tn Lexa bahwa Diandra sedang hamil dan harus selalu Happy.
Tn Lexa kalah dengan keadaan, namun tidak menyerah pada takdir, terkadang Tn Lexa membayangkan untuk hidup bersama dan memiliki Diandra dan Meena sekaligus mungkin terasa menyenangkan baginya memiliki 2 isteri, karena berat meninggalkan atau harus memilih salah satu dari keduanya, Meena adalah cinta pertamanya sedangkan Diandra adalah wanita yang telah menemani nya selama ini dan membuat Tn Lexa hidup lebih berarti.
.
.
__ADS_1
.
bersambung..