
Nadia menunggu lumayan lama, abangnya tidak sampai sampai, hingga semua karyawan sudah pulang , tinggal Nadia dan satpam. oh iya masih ada satu lagi itu pak bos, belum ada keluar. betah banget dia di kantor karyawannya saja sudah pada pulang. batin Nadia. lho kamu kan karyawan baru kata satpam iya pak, nunggu jemputan iya. iya pak nunggu jemputan masa nunggu Bapak jawab Nadia. ah bisa aja mbak'nya ini.
lama sekali Abang ini,...
sampai pak bos, keluar dari ruangan Nadia belum juga di jemput. pak bos kan memang cuek ya, jadi lewat depan Nadia dia juga diam saja. ini biasanya kalau ada bos lewat di sapa, beda sama Nadia dia malah nunduk. dia males lihat wajah bos'nya yang menyebalkan itu. dia ingat pertama masuk kerja dan jadi sekretaris baru nyampai naruh tas, dia manggil saya, ku kira mau ngasih berkas atau apa, sekalinya nyuruh saya buat kopi. dia kira aku ini ob apa. harusnya kan dia nyuruh ob ini malah nyuruh saya. mana keterusan lagi nyuruh saya. padahal aku dengar dari ob di situ biasanya dia yang bikinkan sekretarisnya sebelumnya gak pernah di suruh bikin kopi. lha ini saya malah tiap hari di suruh bikin kopi. heran aneee ...
pak bos lewat begitu saja. Nadia pun juga biasa saja.
__ADS_1
Nadia Putri, di bilang pendiam juga tidak di bilang alim juga tidak. setengah setengah lah, kalau lagi sama Abang Riko tingkat brutal nya kelihatan, tapi kalau sama abangnya Rendi dia bisa berubah pendiam mungkin karena bawaan sifat abangnya yang berbeda maka tingkat dia juga akan berubah ubah macam bunglon saja ya. hehehe
tiba di depan kantor nadia, Riko menelpon buruan keluar, kalau cepat keluar aku tinggal kamu kata abangnya. gilee nich Abang perasaan aku yang nunggu lama ko jadi dia sewot. kata Nadia di balik telpon. Nadia berjalan menuju tempat abangnya parkir motor. lama banget sih bang, Samapi berkarat aku nunggu. kan sudah Abang bilang tadi Abang masih beres beres. lagian kamu kenapa gak minta jemput Abang Rendi, Abang Rendi kan nganggur kalau sore biasanya gak ada jam mengajar. ya ngapain aku nyuruh Abang Rendi, lha aku sama Abang saja pulangnya hampir sama jamnya. terus ngapain kamu ngeluh nunggu lama, gak ngeluh aku bang. cuma protes sama saja jawab Riko.
bang tau gak bete sekali aku sama bos ku itu, kenapa?? jangan bilang kamu gak betah kerja. ingat ya kamu baru dua bulan kerja gaji kamu itu belum cukup buat beli motor. iii Abang tau saja sih. gini ya bang aku itu kan jadi sekretaris dia di kantor, masa iya aku tiap pagi di suruh bikin kopi buat dia sih bang, mana setelah aku bikinkan kopi itu gak ada bilang terimakasih lagi. aneh kan bang..
dan belum Sampai rumah, sudah hujan ya bang hujan kan kata Nadia, Abang tadi bawa jas hujan gak, gak iya udah kita berteduh dulu, akhirnya mereka dua berteduh di minimarket. hujan lama sekali hingga magrib sudah lewat hujan belum reda juga. bang kita trobus saja Yo. nanti kemalaman lho. mana aku sudah lapar lagi kata nadia, Abang juga lapar jawab Riko. aku yakin ibu pasti lagi masak ayam goreng nich. kata Nadia lagi yang memang mulutnya gak bisa diam apalagi kalau sudah ketemu sama Abang Riko. mereka juga sering adu mulut apalagi kalau di rumah hampir setiap jam kalau ketemu pasti adu mulut terus.
__ADS_1
akhirnya hujan reda, dua kakak beradik ini melajukan motor Vespanya. sampai di rumah assalamualaikum kata Nadia di depan pintu, wa'alaikum salam jawab Abang Rendi karena pintu gak pernah di kunci kalau anggota keluarga belum ngumpul kecuali kalau sudah malam makanya nadia langsung membuka pintu. dan duduk di sebelah Abang Rendi. capeknyaaa kata Nadia di susul lagi oleh Riko laparnya kata Riko. kalian dua kenapa sampai malam sekali sampai rumah biasanya jam lima sudah sampai. hujan bang jawab Nadia Abang gak lihat tadi hujan. hhhmm jawab Rendi, ibu bapak mana bang kata Riko. belum pulang masih di toko. lha terus gak ada masakan donk ini kata Nadia lagi. iya gak ada Abang kan nunggu kamu datang dan masak baru kita makan kata Rendi dengan santainya dengan adek perempuannya. mampus lho masak sana kata Riko lagi. gagal deh makan ayam goreng, mandi aahh Riko dan masuk ke kamarnya, kalau masaknya sudah selesai panggil Abang ya. by by.
kenapa bang ibu gak pulang malah bapak nyusul juga, katanya banyak pesanan kue. makanya ibu belum pulang, sudah cepat kamu masak sana. kata Abang Rendi nanti Abang bantuin ya. biar adek semangat masaknya. iya kata abangnya. sifat abang Rendi memang beda bisa di andalkan dan gak banyak omong beda sama Abang Riko yang protes dan jarang sekali bantu masak,
oh iya ibu bapak memang sering di toko kue ya, setelah balik mengajar bapak biasanya langsung ke toko, pulang ke rumah kalau sudah malam sekalian sama ibu dan toko tutup. ibu menjual berbagai jenis kue di tokonya mulai dari wadai wadai tradisional dan kue kue gitu. jadi kalau ibu pulangnya malam maka makan malam selalu aku yang masak dan di bantu Abang Rendi kalau Abang Rendi ada di rumah. kami memang jarang sekali makan di luar . karena lidah kami menyukai masakan rumahan. heheh
selesai mandi Nadia keluar kamar dan di lihatnya Abang Rendi sudah di dapur duluan, mau masak apa bang kata Nadia. itu ada kangkung di kulkas kamu masak itu saja terus ada ayam juga kamu goreng ayamnya. nanti kakak bantuin ngupas bawang kata Abang Rendi...hhmm kata Nadia.
__ADS_1
Nadia kalau sama Abang rendi ini harus banyak mengeluarkan tenaga untuk berbicara karena abangnya yang satu ini sedikit pendiam.