Antara Paskibra & Pramuka

Antara Paskibra & Pramuka
my boyfriend


__ADS_3

Salam pramuka!


Diberitahukan kepada seluruh anggota ekstrakurikuler Pramuka SMA Harapan Bangsa bahwasanya nanti sepulang sekolah berkumpul di lapangan sekolah tentunya menggunakan baju pramuka dan hasduk atau Kacu. bagi kakak-kakak yang terlambat nantinya akan menerima konsekuensinya. demikianlah yang dapat saya sampaikan.


Salam Pramuka!


"Citra, tu ada pengumuman"


"Iya gua nggak budeg tau!"ketusku.


"Trus lu brangkat nanti pertemuan Pramuka di sekolah?"tanya doni padaku.


"Ya iya atuh.... gua kan anggota Pramuka yang bertanggung jawab sesuai Dasa Darma" banggaku.


"Lu lupa kalau hari ini lu ada janji ama Andre?Entar gua malah yang di omelin cowok lu tu."


"Iya..ya entar gua ngomong sama dia deh, bawel lu!"


"bukanya gitu Citra Kirana, lu tahu sendiri kalau Andre itu orangnya pasesif banget! bisa-bisa gua disuruh ngawasi elo. Disuruh ngelapor tiap jam bahkan setiap rincian kegiatan lu selama kegiatan Pramuka!"


Doni selalu mengeluh padaku setiap aku ingin mengikuti kegiatan-kegiatan luar seperti ini. Bagaimana tidak, karena dia adalah sahabat pacarku.


Jam istirahat pun berbunyi.


semua murid SMA Harapan Bangsa berhamburan keluar dari kelas masing-masing.


Ada yang memilih untuk tetap diam di kelas untuk mengobrol dengan temannya, ada juga yang pergi ke kantin sekolah, termasuk juga aku.


Aku melangkahkan kakiku keluar kelas, menuju kantin seorang diri, yang letaknya jauh dari kelasku.


Tidak ada murid perempuan yang mau menemaniku, hanya doni dan beberapa murid laki-laki yang menemaniku. Saat ini Doni tidak bisa bersamaku pergi ke kantin karena ada latihan PBB (Pasukan Baris-berbaris) bagi anggota ekstrakulikuler Paskibraka yang terpilih termasuk Doni, guna persiapan lomba yang akan berlangsung tidak lama lagi disekolah ini.


Semua teman-temanku tiba-tiba menjahuiku saat seorang kakak kelas, yaitu salah satu kakak kelas idola di sekolah menembakku bulan lalu. Didepan semua siswa dilapangan sekolah, entahlah apa sebabnya, mungkin mereka cemburu atau apapun itu.

__ADS_1


Aku mah bodo amat toh ini juga hidupku.


'Flashback on'


seluruh murid SMA Harapan Bangsa diharapkan segera berkumpul di lapangan sekolah karena akan ada pengumuman penting tanpa terkecuali. Sekian terima kasih.


Aku melangkahkan kakiku perlahan menuju lapangan sekolah bersama Triana sahabat baikku, setelah kami mendengar pengumuman itu.


"Cit, ada apa ya kita semua di panggil ngumpul? padahal kan seminggu ini sekolah kita jam kosong, karena guru pada rapat kenaikan kelas ya!" Triana mulai bicara.


"entah gua juga nggak tau" aku mengangkat bahuku.


Aku kaget melihat 8 murid laki-laki berbaris memakai baju PDU Paskibra sambil memegang balon setiap orangnya 1 buah bertuliskan huruf


I ❤ U C - I - T - R - A


didepan mereka semua berdiri seorang pria tampan, bertubuh tinggi dan juga sama memakai baju PDU paskibra datang menghampiriku yang masih bengong dengan apa yang kulihat ini.



'Wawww'itu lah kata yang mewakili semua kejutan ini.


Sekarang laki-laki itu tepat di depanku


"Cit...... kamu mau nggak jadi pacarku?" Pria itu berlutut di depanku sambil menyodorkan buket bunga berwarna merah. Aku tak menyangka akan ditembak dengan cara yang tidak pernah aku bayangkan, apa lagi oleh orang yang spesial. Kakak kelas idola, yang kerap digosipkan dan dikagum-kagumkan murid perempuan dikelasku.


"Iyyy....Iyaa kak Citra mau..." Ucapku dengan bahagia. Sontak laki-laki itu berteriak sambil melompat-lompat seperti anak kecil "Yes..yesss...yes gua nggak jomlo lagi..... yessss.... Citra jadi pacar gua!" dia pun memelukku.


Seluruh murid riuh meneriaki kami "Huuuiiiiii, cie cie........" Ada juga yang memilih pergi dan ada juga yang menatapku sinis.


'Flashback off'


"Cit... tunggu "

__ADS_1


Terdengar suara orang memanggilku, aku menghentikan langkahku dan menoleh ke arah datangnya suara itu. Teryata dia adalah kakak senior Pramuka. Kak Angga namanya.


"Kamu sendirian Cit?" tanya Kak Angga padaku.


"I..ya" aku sedikit gugup, pasalnya Kak Angga adalah senior pramuka yang paling galak sekaligus senior paling ganteng dibandingkan senior-senior yang lainnya. Apa aku berbuat salah ya? kok kak Angga nyamperin? hatiku terus bertanya-tanya.


"Ada apa ya kak?" aku memberanikan diri bertanya pada pria yang saat ini ada dihadapanku.


"Kakak boleh minta tolong temenin kakak nggak ke ruang guru?"


"oh, boleh kak!" jawabku dengan senyum ramahku.


Kami melangkahkan kaki ke ruang guru yang letaknya tepat disamping kelas Xll IPS1 ( dua belas ips satu). Kami saling diam selama melewati kelas demi kelas. Banyak mata tertuju pada kami, aku agak malu karena banyak murid perempuan yang saling berbisik-bisik ketika aku dan Kak Angga lewat. Mata mereka menatap kak Angga dengan tatapan kagum tidak seperti tatapan yang diberikan padaku,seperti tatapan mencibir. Aku tidak tau apa yang mereka katakan, tapi aku mendengarnya samar-samar. iiih genit banget sih dia, udah punya cowok aja masih aja gatellll deketin kak Angga.


Kami berhenti didepan ruangan, dengan tulisan 'ruang guru' di atas pintu masuk yang terbuka.


"Cit, kakak masuk dulu ya.. kamu tunggu disini, jangan cabut dulu. Biar kak Angga anterin ke kelas kamu nanti"


"Nggak usah kak.. Citra bisa sendiri kok" Tolakku.


"Nggak papa pokoknya tunggu ya"


Laki- laki itu tetap kukuh ingin mengantarku balik ke kelas, apa boleh buat. Aku pun mengangguk,menyetujui tawaran, eh tepatnya paksaanya.


Kak Angga pun masuk ke ruang itu.


Aku menunggu di teras ruang itu sambil menatap ke arah lapangan. Di lapangan terdapat pemandangan yang indah, dimana sedang berbaris rapi pasukan 3 berbanjar berbaju olahraga merah putih dan bertopi hitam seragam, dengan seorang pemimpin diluar barisan. Suara pemimpin tersebut lantang menggema di setiap sudut lapangan. Aku sangat mengenali siapa pemilik suara itu. Itu adalah pria pujaan hatiku yang telah menembakku bulan lalu dengan cara yang romantis.


"Tanpa penghormatan umum bubar barisan..jalan" Setelah mendengar intruksi pimpinan itu, seluruh anggota barisan balik kanan dengan rapi dan kompaknya lalu bubar barisan. Pria itu sadar sedang aku perhatiakan. Ia ingin melangkahkan kakinya ke arahku, tapi langkahnya terhenti saat suara perempuan memanggilnya.


"Kak.... Ini minum dulu kak" tidak lain itu adalah Triana, yang dulunya sahabat bagiku, mendadak menjahuiku tepat sehari setelah aku jadian.


Aku menatap mereka cemburu, tiba-tiba tangan seorang pria menarikku dan membawa ku pergi.

__ADS_1


__ADS_2