
Di Aula rapat antar anggota Pramuka dimulai. Pertemuan dibuka Kakak Ahmad, pembina Pramuka putra.
"Salam Pramuka!!" salamnya sebelum memulai pembicaraan rapat tersebut.
"Salam!!" Semua orang yang merasa berjiwa cikal menjawabnya.
"Tepuk Pramuka"
Sontak seluruh orang bertepuk Pramuka.
Kalian pasti tahu bukan, jika akan mengawali pembicaraan acara Pramuka pasti ada sebuah tepuk Pramuka.
"Kalian pasti sudah tahu maksud saya dan kak Arum. Memanggil kakak kakak anggota Pramuka ke ruangan ini." melirik ke bangku depan tempat pembina Pramuka putri yang bernama Kak Arum. Sedangkan orang yang disebutkan hanya menganggukkan kepala dan seulas senyum diberikan.
"Oke langsung saja, tujuan kakak kakak semua dikumpulkan ke tempat ini karena ada hubungannya dengan HUT Sekolah tercinta kita ini, yang seminggu lagi akan diadakan. Maka kepala sekolah kita meminta untuk setiap ekstrakulikuler di sekolah ini mengadakan Pensi (pentas seni) , yang paling meriah dan kreatif." jelas kak Ahmad dengan rinci.
"Maka dari itu, tugas ini saya serahkan pada kak Adi dan kak Hellen selaku Pradana putra dan putri. Kami yakin bahwa jiwa cikal kalian tidak akan tinggal diam saat akan diadakan acara yang besar ini, karena disinilah kita akan menunjukkan bahwa pramuka itu kreatif. Sekolah kita juga akan mengadakan banyak lomba disetiap ekstrakulikulernya, tapi tentu kita tidak akan ikut berpartisipasi sebagai peserta, karena sekolah kita yang mengadakan. Kita akan sebagai panitia." Tambahnya lagi, dan semua orang yang ada diruangan itu tak begeming sedikitpun hanya menyimak secara seksama.
Pradana Putra dan Putri adalah sepasang pemimpin yang mengurusi persoalan mengenai masalah dalam ambalan maupun diluar ambalan serta peranan pramuka dengan ekstrakulikuler lainnya dibantu oleh ketua harian dna beberapa perangkat lainnya.
"Lombanya diantaranya LTKBB (Lomba Tongkat Kreasi Baris Berbaris), Dance Semapore, LCC (Lomba Cerdas Cermat) materi Pramuka, Pionering (tali menali) dan semuanya tingkat Penegak. Diharapkan semua anggota berpartisipasi. Mungkin hanya itu yang dapat saya sampaikan. Apa ada tambahan kak Arum?" tanya kak Ahmad, pembina Pramuka pada kak Arum, pembina Pramuka putri.
"Nggak kak, udah diambil semua sama kak Ahmad." jawabnya dengan sedikit gelak tawa. Semua orang sedikit tertawa mendengar penuturan Kak Arum.
Pak Ahmad memang begitu jika sudah berbicara pasti akan menyita waktu yang panjang dan itu semua sangat serius, bukan main-main.
"Baiklah jika Kak Arum tidak ada tambahan yang akan di sampaikan maka saya akhiri saja, takutnya semua orang disini akan tertidur. Salam Pramuka!!"
"Salam!!" semua orang serentak menjawab.
Pembina Pramuka baik putra maupun putri itu pergi dari ruangan membiarkan jiwa-jiwa cikal bekerja.
Huft...... Citra menghembuskan nafasnya kasar.
"Akhirnya selesai juga pak Ahmad... nggak di Pramuka atau Sejarah, kalau udah mulai bicara nggak akan ada habisnya" keluh Citra dengan suara sekecil mungkin. Ia hampir tertidur di sudut ruangan, bersama seorang perempuan bernama Vira, kakak seniornya.
__ADS_1
Citra terpaksa harus duduk disitu, mau bagaimana lagi? Ia datang terlambat, sehingga tidak ada bangku yang kosong selain disitu, setelah mengantarkan sahabatnya Triana ke ruang Osis tadi.
"Nama lu siapa?" tanya Vira kepada Citra yang masih bengong.
"Eh iya kak, namaku Citra" jawabnya gelagapan. Ia sedikit gelagapan. Sebenarnya sedari tadi ia ingin berbicara dengan wanita disampingnya walau sekedar saling menyapa, tapi itu siurungkannya sat melihat Vira serius mendengarkan perkataan pak Ahmad.
"Oh Citra... Nama gua Vira gua kelas 11 IPA 1." Vira mengulurkan tangannya dan disambut dengan jabatan tangan dari Citra.
Prov Andre
Minggu ini adalah minggu kesialan buat gua, gimana nggak?
Minggu ini hubungan gua sama Citra sedang diuji, dan sekarang si Angga sialan itu mulai deketin cewe gua.
Yang lebih parah lagi gua cuma dikasih waktu 1 minggu untuk dapet maaf dari Citra.
Hubungan gua udah di ujung tanduk.
Parah banget, gimana kalau gua nggak mampu dapetin maaf Citra dalam seminggu? Pasti cowo-cowo itu nggak akan buang kesempatan ini buat deketin Citra.
Semuanya berawal tadi malam saat gua dateng ke rumahnya, buat minta maaf karena marahin dia di parkiran sekolah tempo hari. Tapi bukannya berakhir baikan malah semakin parah.
Huft.... gua nyesel banget.
Dan tadi pagi juga gua lihat Angga sama Citra berangkat bareng, padahal gua udah ke rumahnya buat jemput tapi Citranya udah pergi. Sekarang gua udah tahu, kalau Citra berangkat bareng sama Angga.
Angga ternyata udah satu langkah di depan gua.
PROV Andre
Di ruang Osis, anggota Paskibra sedang melangsungkan rapat mengenai HUT Sekolah yang akan diadakan lomba di sekolah ini.
Sebenarnya sih gua nggak minat-minat amat sih ikut rapat ini, karena menurut gua ini MEMBOSANKAN. Gua lebih baik langsung terima keputusan finalnya, maklum lah gua ini anak IPS, jadi ya.... kalian tahu sendirilah.
Tapi gua ikutin aja lah siapa tahu ada informasi yang penting toh juga demi menghindari cewe-cewe nggak jelas yang datang ke kelas gua untuk modus pada jam-jam istirahat gini.
__ADS_1
Modusnya macem-macem ada yang ngasih bekal lah, ada yang ngirim surat cinta lah.
Oh tuhan ini udah jaman Now kalik, masih ada yang ngirim surat cinta?
Apa gua baca surat-suratnya? dan makan bekal-bekal atau makanan apa pun itu?
Nggak usah ditanya sudah pasti nggak.
Surat-suratnya gua buang dan sisanya masih ada di laci meja gua.
Kalau makanannya gua kasih ke temen-temen gua, itung-itung nambah amal, dari pada kebuang.
"Salam Paskibra!!"
Tak terasa rapat Paskibra akhirnya selesai
"Akhirnya selesai..." ucap Andre seraya menguap, karena terbangun dari tidurnya ketika mendengar kalimat penutup dari pak Romi, pembina Paskibra.
Entah kenapa saat Andre mendengar kalimat penutup baik dari guru yang mengajar di kelas maupun rapat seperti ini, mendadak telinganya kembali berfungsi dan akhirnya terbangun. Sebagai seorang Ketua Paskibraka, Andre bukanlah seorang kakak panutan bagi adik-adik juniornya.
Di Paskibra hanya ada satu orang pembina, di paskibra tidak ada yang namanya Pembina putra dan putri atau yang namanya Pradana, di Paskibra disebut ketua paskibra beserta wakilnya.
Di Paskibra tidak ada sesuatu yang mengikat seperti Pramuka sperti dasa dharma atau tri satya. Tapi di Paskibra ada yang namanya JIWAKORSA.
Jiwakorsa adalah sikap yang harus dimiliki tiap anggota Paskibra, Jiwakorsa yaitu sikap yang memperlihatkan jiwa kepemimpinan yang sopan dan taat akan aturan.
Paskibra punya pedoman yaitu punya semangat merah putih, dimana seorang anggota Paskibra harus bersikap berani dan suci seperti Merah putih, bendera Indonesia. Karena sebelum menjadi pengibar bendera merah putih, tentu harus punya jiwa merah putih.
Hai kakak kakak
Terima kasih ya baca karyaku ....
Komen jangan lupa, biar saya tahu kalau cerita saya ini benar-benar ada yang baca.
Kalau kalian suka boleh like.
__ADS_1
Kalau ada yang salah prihal organisasi Paskibra atau Pramuka jangan sungkan untuk kritik ya..😊