
*****Di depan kelas X IPA 3******
"Lu tu apa-apaan sih Don? main narik-narik tangan gua...sakit tau!" Citra mengelus-elus tangannya.
"Lu tu kayak orang gila tau! bengong sendirian." Ejek Doni
"Enak aja. Gua dibilang gila? Orang cantik gini dibilang gila" Citra merapikan jam tangan yang hampir terlepas dari tangannya, karena ulah laki-laki yang tiba-tiba menariknya itu.
"Lu nggak bisa bedain antara keadaan fisik dan kejiwaan? Mau cantik sekalipun nggak bisa nutupin keadaan jiwa!" jelas Doni.
"Lu akhirnya ngakui kecantikan seorang Citra Kirana. Btw gua pulangnya nebeng lu ya?"
"Sama gua? Bukannya nanti lo ada kegiatan pramuka?"
"Oh iya... ya udah deh nggk jadi."
"Ya udah balik kelas yuk" Citra menarik tangan Andre menuju kelas mereka.
Bel pulang pun berbunyi. Semua murid SMA Harapan Bangsa berhamburan keluar kelas, dan menuju parkiran mobil dan motor.
"Gua deluan cit!"
"Eh iya don.."
Hp Citra terus berdering tapi ia enggan untuk mengangkatnya.
"Udah angkat aja, siapa tau penting?" saran doni.
"Nggak kok! ni nomor asing. Ya udah gua ganti baju dulu ya ke toilet"
Doni hanya mengangguk saja.
Saat Citra sudah jauh, kini hp Doni yang berbunyi. Tertera 'Andre resek'
Andre? ngapain dia nelvon gua? apa soal Citra ya?
*Andre resek
" Hallo don! Ada yang mau gua tanyain sama lo ini penting!" ucap andre dari seberang sana.
" dre ntar aja ngomongnya di tempat tongkrongan biasa ya"
*Andre resek
" Gak bisa! ini soal cewe gua. Dia masih ada di sekolah kan?"
"Ada. Dia lagi ganti baju, lu kan bisa ngehubungin Citra sendiri"
*Andre resek
"Kalau bisa, gua nggak akan nelvon lu kalik! masalahnya dia nggak mau ngangkat telvon gua!"
"Lu buat salah kalik?" tebak Doni.
*Andre resek
"Perasaan nggak dech! elo cari tahu ya"
"ogah ah! nambahi kerjaan gua aja lu tu!"
*Andre resek
"gua traktir dah, makan di kantin sekolah selama seminggu!"
"nah kalau gitu baru setuju" Doni setuju dengan tawaran Andre yang menggiurkan.
lumayan dah, ditraktir makan di kantin seminggu, itung-itung uang jajan bisa ditabung buat beli baju lapangan paskibra nih. Batin Doni.
__ADS_1
*Andre resek
"Udah dulu ya... inget cari tahu! kenapa Citra ngambek sama gue. Lu ikutin Citra selama kegiatan Pramuka ya... bye!"
tut tut......
akhirnya laki-laki itu mengakhiri panggilan itu.
"Habis telvonan sama siapa tu? serius amat?" Citra yang kini sudah mengenakan seragam Pramukanya, dan menghampiri Doni.
"Nggak biasa aja kok!" Andre menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.
"Udah nggak usah bohong! kita itu sahabatan dari kecil."
Citra memang sudah sangat mengenal sahabatnya itu. Apa lagi jika laki-laki itu sedang berbohong, Doni pasti menggaruk- garuk tengkuknya.
Kenapa Doni bohong sama gua ya? apa mungkin menyangkut gua ya?
"Kita ke kantin aja yuk!" menarik tangan Doni ke arah kantin sekolah.
"Tapi gua lagi nunggu temen gua Cit"
"Udahlah suruh balik sendiri aja"
Mereka saling bercanda, sambil berpegangan tangan. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang mangawasi mereka dari balik jendela ruangan, orang itu adalah Angga.
Mereka sampai di kantin, lalu duduk di bangku dekat pintu masuk.
"Cit lu mau pesan apa?"
"Bakso aja deh! laper nih" Citra memegang perutnya yang sedari tadi berbunyi meminta untuk diisi.
"Oke... gua pesanin! tunggu bentar ya.."
Salam Pramuka!
Salam Pramuka!
Terdengar tegas pengumuman itu ditelinga Citra. Ia sudah mengenal suara siapa itu.
Itu adalah suara seniornya yaitu Angga, yang super galak dan ganteng.
Citra berlari sekencang mungkin ke arah lapangan, hanya Citra yang terlambat berkumpul. Teman-temannya bahkan tengah berbaris bersiap mengikuti apel atau upacara pembukaan.
Aduh mati gua... Citra terus mengumpat sendiri disela langkah kakinya.
Terlihat pria tinggi tampan berkulit cokelat sawo matang berdiri, menunggunya. Pria itu adalah Angga.
Angga mulai mengambil ahli, dan bersikap tegas.
Kemana Hasduknya? dasar ceroboh Citra..Citra. batin Angga.
"Dalam hitungan ke lima sudah ada di depan saya!"
"satu....dua....tiga........"
Hitungan sudah sampai tiga tapi jarak Citra masih sangat jauh.
"empat....lima... jalan jongkok!"
Citra menuruti dan jongkok sambil berjalan sampai didepan Angga.
Aduhhh..betis gua pegal bangett Citra memegangi betisnya.
"Mana Hasduk kamu?"
Citra baru menyadari kalau ia lupa memakai Hasduk.
__ADS_1
Oh iya.. Hasduk kan masih di tas!
Citra gugup setengah mati.
Hasduk/Kacu adalah dasi anak Pramuka yang menggantung di kerah leher anggota Pramuka, berwarna Merah putih. Hasduk adalah sebutan dasi untuk anggota Pramuka wanita. Sedangkan Kacau adalah sebutan dasi untuk anggota Pramuka laki-laki.
"Ye malah bengong ditanyain. Jawab!"
"Lupa kak.. di tas" kepala Citra tertunduk. Rasa takut dan malu tercampur aduk rasanya. Saat ini semua orang sedang memperhatikan Citra dengan tatapan merendahkan.
Kenapa kak Angga galak banget sih? kok beda banget sama kak Angga minta ditemenin istirahat tadi.
"Udah terlambat, lupa pakai Hasduk. Anak Pramuka kok seteledor kamu sih hah!"
Suara Angga mulai meninggi.
Tiba-tiba mendarat sebuah tonjokan ke pipi Angga hingga keluar darah di sudut bibirnya.
"Senior apa-apaan lu hah? main bentak-bentak terus mempermalukan junior didepan banyak orang gini! Mikir nggak lo?"Tanya pria itu dengan suara meninggi karena tersulut emosi.
"Lu tu siapa? main mukul aja. Anggota Pramuka bukan!" Angga tidak terpancing emosi, ia menghadapi dengan nada tenang.
Semua orang berkumpul menyaksikan tontonan seru itu.
"Ini cewek gua! Gua nggak terima ini!" Andre mencengkram Kacu yang tergantung di kerah baju Angga.
Pria itu adalah Andre, pacar Citra.
"Bi.... kamu apa-apaan sih?" Citra menarik tangan Andre untuk memisahkan mereka.
Panggilan kesayangan Andre dan Citra adalah Bi .
Seksi kesehatan, membawa Angga ke suatu ruangan untuk diobati luka di pipinya karena pukulan Andre.
Citra membawa Andre menjauh ke parkiran sekolah, setelah meminta izin pulang lebih cepat dengan alasan ingin menyelesaikan kesalahpahaman ini, dan untungnya Seniornya mengizinkan.
****** Di Parkiran Sekolah******
"Ayo masuk" Andre membuka pintu mobilnya, mempersilahkan Citra masuk.
Tapi bukannya masuk ke dalam mobil, Citra justru menutup pintu mobil itu dengan kasar.
"bi.. udahlah nanti kita omongin baik-baik dikafe ya." Andre memcoba membujuk Citra dengan baik- baik.
"Omongin baik-baik kata kamu bi? seolah ini masalah kecil! tindakan kamu itu kekanak-kenalan banget bi. Ngapain kamu main nonjok kak Angga segala? kamu udah merasa hebat?" Pertanyaan bertubi terlontar.
"Kekanakan? itu pendapat kamu tentang aku tadi? Aku cuma nggak terima orang yang aku sayangin dibentak-bentak trus dipermaluin gitu."
"Tapi nggak perlu kayak gitu! Itu juga salah aku bukan kak Angga!"
"Kamu malah belain cowok brengsek itu dari pada aku cowok kamu?"
"Iya... jelas-jelas kamu yang salah! kamu masih belum sadar kesalahan kamu?"
Andre menendang ban mobilnya berkali- kali, melampiaskan kemarahannya.
"Ohh kamu udah mulai nyaman sama senior brengsek kamu itu? gara-gara tadi pagi nemenin dia ke kantor berduaan?"
"Kok malah kesitu sih pertanyaannya? kamu cari-cari kesalahan aku?"
Air mata Citra menetes dengan sendirinya.
Citra sangat tidak tahan dengan kondisi ini, Ia berlari meninggalkan Andre.
Hati Andre terasa pilu melihat wanita yang disayanginya menangis.
__ADS_1
Apa ini karena kata-kata gua tadi? Dia nangis. Lu **** banget dre...