
**Hay apa kabar semua?
Yuk mampir❤️
Yuk simak.
BIANCA ANASTASIA yang berkeinginan menyamar menjadi Anya untuk membalaskan dendamnya terhadap penyiksaan yang dilakukan Dona pada saudara kembarnya, Yakni ANYA ECALISTHA.
Bianca mengacak-acak isi lemari Anya yang isinya hanya baju preman yang sangat tidak disukai oleh gadis feminim itu.
" Gilak nih kembarang gua, masa bajunya kek preman pasar semua" Bianca menggeleng tak percaya.
" Anya, bukak pintunya!" pinta seorang perempuan yang berada dibalik pintu kamar Anya yang kini ditempati oleh Bianca yang tengah menyamar menjadi Anya.
Bianca membukak pintu kamarnya dengan raut wajah masam tanpa makeup karna baru saja selesai mandi. " Apa sih tua, brisik tau gak!" .
" Apa?, lo panggil gua apa?" Dona berdiri tegak pinggang tak rela dipanggil tua oleh anak tirinya.
" Tua!" Bianca menekan kata tua, membanting pintu kamar dan menutupnya dari dalam.
" Dasar anak durhaka, liat aja pembalasan gua" tukas Dona yang masih berada didepan kamar Anya.
" Alah, brisik lo pelakor. Udah jadi pelakor, berisik pulak" sahut Bianca dari dalam kamar.
.........
Bianca terduduk dibangku belakang taman sekolah, lalu menangkup wajah lelaki itu. Gavin menatapnya lekat, " Kenapa?" tanya Lelaki itu.
" Nanti kalau ada yang berubah dari sosok yang bernama Anya, kamu jangan tanya kenapa dan jangan pergi yah" ucapnya dengan senyum lepas sembari meneteskan air mata.
........
" Lo bukan Anya!" bentak Gavin sembari meneteskan air mata dengan raut wajah penuh amarah.
" Ok..ok -Alright, cave Anya!. Yang selama ini nemenin kalian selama enam bulan itu Bianca" tegas Anya dengan Tangis yang terisak-isak memenuhi dermaga yang disaksikan oleh magic hour kesukaan Bianca setiap seja menuju kegelapan.
" Trus sekarang Bianca dimana?, dimana Bianca" tangis Gavin pecah seketika dan mengguncang-guncangkan kaki Anya dengan bersujud memohon agar Anya memberitahukan keberadaan Bianca.
Anya terdiam, mengibaskan air matanya dan menundukkan pandangannya didepan Gavin, Dirga, Gebi, lauren dan Alexa. " Bianca dah mati" jawabnya singkat.
" Harusnya yang mati itu elo, Nya. Bukan Bianca" sentak lelaki itu menangis histeris, Dirga berusaha menenangkan Gavin agar tidak menangis. Semua teman-teman yang merasa dekat dengan Bianca selama enam bulan itu merasa sedih dan berkabung.
#RameLanjut season 2**
INI BARU DESKRIPSINYA AJA, YAH.
KALAU MENURUT KALIAN BAGUS, AKU LANJUT.
...☞ ♡ ☜...
" Gua bakal bilang sama papa, kalau lo itu cuma mau hartanya papa doang!" ancam gadis itu kepada Seorang perempuan yang cukup tua darinya.
__ADS_1
" Anya, Anya. Sekarang, dihutan ini cuma ada kamu, gua dan bibi Ima. Jadi, apapun yang gua lakuin sama lo. Ga bakal ada yang tau" Dona mengkram erat dagu Anya. Sementara bi ima hanya diam namun sedikit gelisah
Dona mengambil sebuah tongkat besi yang sudah dia sediakan.
" Sekarang aku akan membantu mengirimkanmu keneraka. ahahahah..." tawa licik Dona memenuhi isi hutan tersebut.
Sementara Anya tidak dapat berbuat apa-apa karena tubuh dan tangannya sudah diikat erat oleh Done kebatanh pohon yang ada dipinggir jurang.
Dona berkali-kali memukuli Anya hingga Anya menjerit kesakitanpun tak dia hiraukan. Dona melepaskan ikatan tubuh anya dari pohon itu, Anya tersungkur tak berdaya. Kalung berlian yang terukirkan namanya jatuh ketanah.
" Sakit yah?" tanya wanita licik itu kepada Anya yang setengah sadar. Selang beberapa detik terdengar suara langkah kaki orang-orang yang berlarian memasuki hutan.
Dona bergegas mendorong Anya yang tak berdaya itu kedalam jurang. Setelah itu, dia serta bi ima pergi belari keluar dari hutan tersebut dengan baju yang sudah kotor dan basah kuyup dikarenakan hujan.
Dona menyegerakan diri untuk masuk kedalam mobil, dan kemudian beranjak pulang. Sementara bi ima memutuskan untuk pulang kekontrakannya. Bi ima merupakan salah satu pembantu dirumah Arga yang tinggal dirumahnya sendiri.
" Dari mana saja kamu?, lihat Anya tidak pulang seharian!" bentak Arga sang suami Dona sekaligus papa kandung Anya.
Dona menangis mengeluarkan air mata palsunya.
" Aku tadi habis kecelakaan mas, apa kau tidak melihat bajuku sudah basah kuyup seperti ini" ucapnya dengan wajah yang memelas.
Arga refleks lansung memeluk istrinya.
Sudah tiga hari tidak ada kabar dari Anya, Arga makin gelisa. Bagaimana keadaan putrinya itu, sudah menurunkan beberapa tim pencari namun seorang Anya belum juga bisa ditemukan.
Gelisa, rasa bersalah dan kecewa antara marah berkecamuk dalam hatinya.
Tut..tut...tut...
TELEPON
GEBI
[ Gimana om?, Anya udah ketemu belum?]
ARGA
[ Tim pencari masih belum dapat menemukan Anya]
GEBI
[ Om, Gebi cuma mau bilang. Trekahir Anya pamit dari tongkrongan karna dijemput sama tante dona]
Gebi lansung mematikan teleponnya. Ingin berfikir bahwa Dona yang membunuh Anya, tapi mana mungkin. Secara Dona adalah ibunya Anya walau cuma ibu tiri.
Hari-hari berlalu, Pencaharian Anya sudah diberhentikan. Anya sudah dianggap meninggalkan dunia, dan tak dapat ditemukan lagi.
Dona merasa puas akan kematian Anya, dia yakin Anya tidak akan kembali. Dan kalaupun kembali, mana mungkin Arga masih mengenalinya. Secara ia sudah merusak wajah mulus Anya dengan tongkat besi saat itu.
Ke esokkan paginya, bi ima mengundurkan diri sebagai pembantu dari rumah besar Arga.
" Tuan, jika suatu saat nanti nona Anya kembali dan mencariku. Silahkan datang kesini, saya tinggal disini tuan" bi ima menyodorkan sebuah kertas yang bertuliskan alamatnya.
__ADS_1
Belum sempat Arga bertanya kenapa Ima beranggapan bahwa Anya akan kembali, tapi Ima sudah keburu pergi menaiki angkot.
" Ah sudahlah, mungkin cuma anggapannya saja" pasrah Arga.
1 TAHUN KEMUDIAN.
Tok..Tok..Tok..
Terdengar suara seseorang mengetuk pintu, Dona yang sedang berada diruang makan bersama Argapun bergegas membukakan pintu.
" Iya sebentar" ucap dona sembari membukak pintu.
Alangkah terkejutnya Dona bahwa tamu itu ternyata adalah Anya. Ya, dia sangat mirip dengan Anya. Dan dia juga mamakai kalung yamg bertuliskan nama Anya. Persis seperti kalung yang diberikan Arga sebagai hadiah ulangtahun Anya sekita satu tahun yang lalu.
" Siapa ma?" tanya Arga dari ruang makan. Karna tak ada jawaban, Arga bergegas menyusul istrinya.
Sontak pria paru baya itu terkejut melihat wanita yang ada diambang pintu adalah putrinya yang hilang sekitar satu tahun yang lalu.
Pria paru baya itu lansung mendekati Anya dan memeluknya.
" Alhamdulillah nak, kamu masih hidup" ucap Arga dalam tangisnya.
Anya membalas pelukan Arga.
"Ternyata begini rasanya dipeluk oleh seorang ayah" batinnya yang tanpa sadar ia mengeluarkan air mata.
Dona yang melihatnya masi menegang, takut jika Anya sebelumnya melakukan fisum terhadap lukanya dan kemudian melaporkannya kepolisi atas kasus pembunuhan.
Arga melepaskan pelukannya.
" A-anya baik-baik aja kok pa, selama ini Anya sekolah disingapur" ucap gadis itu dengan wajah polosnya lalu menyerahkan rapot sekolahnya yang berisikan bahwa ia naik ke kelas 12.
Ucapan Anya dan rapot itu membuat Dona makin berfikir, jika selama ini Anya benar-benar sekolah disingapur. Lantas yang ia pukuli dan ia lempar ke jurang waktu itu siapa?.
" Hmm, bagus deh. Nanti papa urus surat pindah kamu kesekolah tempat kamu sekolah satu tahun yang lu" Arga melihat isi rapot itu dan nilainya bagus serta sangat memuaskan. Baru kali ini Anya mendapatkan nilai yang sangat bagus.
Anya tersenyum.
" Kalau gitu, Anya kekamar dulu yah pa. Anya capek, mau istirahat" ucap Anya lembut yang dibalas oleh anggukan dan senyuman dari papanya. Arga kembali keruang makan untuk melanjutkan sarapan paginya.
Anya menarik kopernya menuju kamar yang ada dipojok kiri.
" Itu kamar tamu, kamar kamu ada diatas" sahut Dona yang masih berada diambang pintu dan kemudian ikut kembali ke dapur.
Anya menoleh melihat Dona yang sedang melenggang pergi keruang makan.
" Itu siapa nyonya?" tanya seorang pelayan pada Dona.
" Itu Anya, putri kandung tuan Arga" jawab Dona.
Setelah mendengar percakapan Dona bersama pelayan itu, Anya kembali menarik kopernya lalu menaiki tangga untuk kembali kekamarnya.
Anya membukak pintu kamarnya. Lalu menghempaskan tubuhnya keatas batang kasur yang empuk itu.
__ADS_1
" Ternyata papa juga tak kalah kaya dari mama" gumam Anya.
...☞ ♡ ☜...