Anya'S Surrogate ( WANITA PENGGANTI ANYA)

Anya'S Surrogate ( WANITA PENGGANTI ANYA)
Keputusan.


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan pukul 07:10 WIB, 5 menit lagi bel akan berbunyi. Tapi Bianca masih berdiri ditengah jalan dengan mobil mogoknya.


" Udah diselingkuhin, mobil mogok, ditambah lagi kalau telat nanti. Ah sial"


umpatnya menendang kasar ban mobil miliknya.


Sebuah motor Astrea melintas dan berhenti dihadapannya, pria yang ada diatas motor itu turun dengan membawakan helm. Pria itu berjalan mendekati Bianca dan memberikan helm itu padanya.


" Nih, buruan. Bentar lagi masuk!, mang! jagain mobilnya cewe Dirga yah!"


pinta pria itu mengubikkan tangannya kepada penjual bubur ayam langganannya yang tepat sekali ada disana.


Dirga meraih lengan Bianca dan membawanya kearah motor. Ia sudah menaiki motor tersebut, namun Bianca?.


Roknya terbilang pendek, jika ia naik motor tinggi milik Dirga. Bisa saja aurornya kelihatan.


Melihat raut wajah Bianca cemberut menatapi roknya yang pendek, Dirga lansung paham. Ia membukak jaketnya lalu melemparkannya pada Bianca.


" Buat apa?"


tanya gadis itu polos.


" Nutupin paha lu"


jawab Dirga singkat.


Bianca membelalakkan matanya, Paha?. Omg, gadis itu lansung melilitian jaket itu kepinggangnya kemudian naik keatas motor


" Kok ga jalan?"


tanya Bianca dengan polosnya karna Dirga masih belum juga mengendarai motornya.


" Gua mau ngebut"


Jawabnya singkat lalu menggas kasar hingga Bianca memeluknya dari belakang untuk berpegangan..


Untuk pertama kalinya, semua pasang mata melihat Dirga adithama untuk pertama kalinya datang kesekolah berboncengan dengan perempuan.


" ii tu tu tu liat si Anya, berangkat bareng sama Dirga"


ucap Abel sembari menunjuk Dirga dan Bianca yang baru saja datang diparkiran.


" Ii dasar cewe murahan"


" Sabar Daniar"


ujar Bella menenangkan.


Daniar sudah sangat lama menyukai Dirga, namun sayangnya. Dirga tak menyukainya sama sekali, bahkan lebih tepatnya. Iyah ilfil sekali.


Bagi Dirga, perempuan seperti Daniar itu tak pantas untuk digubris. Sudah manja, banyak maunya dan seenaknya pada siswa lain.


" Ck, dasar cewe murahan. Sudah punya pacar Gavin, masih aja deketin Dirga"


ketus Daniar saat Bianca melintas dihadapannya.


" Gua udah putus sama Gavin, Lo mau?. Ambil!, sampah ma cocoknya sama sampah. biar selevel"


Sentaknya dengan mata membola sinis dan berlalu.


" Sialan"


umpatnya melihat kepergian Bianca.


" Sabar, tapi kan Gavin ganteng juga"


tawar salah satu temannya yang bernama Abel.


" Ah diem lu!"

__ADS_1


bentaknya meninggalkan Abel dan Bela begitu saja, karna bel sudah berbunyi.


Pagi ini dikelas XII MIPS 5, tengah melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Hari ini mereka belajar matematika, semua dengan telaten menyalin rumus-rumus yang ada dibuku paket masing-masing kedalam buku pelajarannya.


" Buk permisi"


pamit Bianca yang dijawab dengan anggukan oleh bu guru. Lansung saja Bianca berlari ketoilet untuk membuang hajatnya. Setelah keluar dari WC, gadis itu berniat untuk merapikan rambutnya yang cukup berantakan tersapu angin saat dimotor bersama Dirga tadi.


" Lo Bianca kan"


tanya seorang wanita yang baru saja memasuki toilet.


" Gosah sok akrap?, ingat Lo bukan Lauren"


tukasnya pada Aulya yang baru datang, kemudian berlalu pergi. Karna jika ia berlama-lama bersama gadis itu, bisa-bisa saja satu sekolah mengetahui jati dirinya.


" Dasar pasien sialan, pasti dia pasiennya mama. Bangsat"


umpatnya sembari berjalan menyusuri koridor dengan tangan mengepal.


Brak..


tanpa sengaja ia menabrak Daniar disana.


" Eh Lo kalau jalan hati-hati dong"


tukasnya menuding kasar bahu Bianca, lalu menunduk untuk mengambil bola basket miliknya.


" Lo yang salah, kok malah ngebentak orang"


balas Bianca tak mau kalah.


" Eh preman pasar, Lo itu harusnya ngaca. Lo ga pantes ada disamping Dirga. Lo itu pantesnya jadi pembegal aja"


ucapnya Daniar sini penuh penekanan.


jawab Bianca dengan sedikit tersenyum miris.


" Gua jodohnya"


ujar Daniar dengan santai.


" Ngeliat Lo aja dia muak, apalagi jadi jodoh Lo?, bisa-bisa gantung diri si Dirga"


ejeknya kemudian pergi berlalu meninggalkan Daniar begitu saja.


Ditengah perjalanan menuju kelas, ia baru ingat. Hari ini belajar PPKN, tapi ia belum meminjam buku. Jadi dengan berat hati ia harus berbalik menuju pustaka.


Sesampainya dipustaka ia segera menyusuri rak buku, tujuan untuk mencari buku paket yang ia butuhkan. Setelahnya itu mengajukan pinjaman kepada penjaga perpus. Terasa haus, Bianca memutuskan untuk kekantin untuk membeli minuman dingin sebentar.


Pada saat hendak balik kekelas, ia dicegat oleh Gavin yang sedang bolos.


" Lo udah tau semua nya, Anya?"


tanya pria itu tanpa malu.


" Lo pikir aja sendiri"


jawab Bianca kemudian melanjutkan langkahnya.


" Lo ga mutusin gua kan Anya?"


lagi-lagi pria itu mencegat lengan gadis itu dengan kuat.


" Cewe mana yang mau bertahan sama cowo murahan kek Lo?, udah ngehamilin anak orang. Ga tanggung jawab lagi"


ketus Bianca berusaha melepaskan genggaman tangannya dari Gavin.


" Lo rela gua sama yang lain?, apalagi itu BESTIE Lo?"

__ADS_1


Tanya Gavin memastikan.


" Mantan ku menikah dengan bestieku?, ya kalau lu sama yang lain. Berarti gua cari yang baru dong"


jawab gadis itu dengan rinci kemudian berusaha pergi dari sana.


" Ah sial!".


--


Kring...kring..


Bel pulang sekolah berbunyi nyaring, semua siswa siswi berhamburan keluar menuju parkiran untuk segera mengendarai motornya masing-masing agar pulang kerumah. Terlihat kini seorang pria gagah perkasa sedang melangkahkan kaki menyusuri koridor menuju kelas Bianca.


" Pulang?"


ajak pria itu pada seorang gadis yang tengah membereskan tasnya sendirian dikelas. Sendirian?, ya karna yang tadi sekolah itu Aulya bukan Lauren. Jadia ia sangat malas jika harus berteman dengan Aulya. Terlebih gadis itu selalu mencari-cari kebenaran atasnya.


" Bentar"


pinta gadis itu tersenyum lebar mangaitkan resleting tasnya. Kemudian menyandang tas ranselnya mendekati Dirga.


" Tadi Daniar suruh gua buat jauhin Lo"


adunya dengan sedikit cemberut.


" Biarin aja"


jawabnya singkat kemudian melanjutkan langkahnya yang diikuti oleh Bianca disampingnya.


" Aulya, Aulya tau semuanya tentangku"


ujarnya lagi.


" Trus Lo mau apain dia?"


tanya pria itu heran.


" Gua mau mintak mama untuk berhenti jadi dokter terapinya dia, biar dia mati sama penyakitnya sekalian"


ucapnya dengan penuh kebencian.


" Siapa tau niatnya baik"


Dirga berusaha mengajukan pikiran positif.


" Tapi dia selalu maksa gua buat ngaku!"


nyolotnya.


" Ya udah, ya udahlah ayok gua laper"


ajak pria itu mengelak dan mempercepat langkahnya.


Bianca berusaha mengejar Dirga dengan setengah berlari.


Hal itu tentu saja diliat dari kejauhan oleh Daniar, kesal sekali.


" Iiii makin hari makin dekat aja tu mereka berdua"


ujar Daniar setengah menangis meratapi nasibnya yang sampai kini belum bisa juga mengambil hati Dirga.


Dirga adalah seorang lelaki populer disekolah itu, terbilang kaya raya, dingin, jutek dan sangat arogan.


#Next besok yah cantik cantik semua.


Goodbiye


emmuch

__ADS_1


__ADS_2