
HAI..HAI.. KETEMU LAGIπ₯Ίπ
" Papa, gimana Bianca udah cantik belum pa?" tanya gadis itu yang baru saja sampai diruang makan dengan penampilan modisnya dengan memakai jaket BLAZER berwarna abu-abu.
" Bianca?" tanya Arga heran, siapa Bianca?.
" Amm..Maksudnya, Anya udah keliatan cantik belum?"ucap gadis itu secara detail.
Arga dan Dona tercengang, sejak kapan Anya yang dulunya berpenampilan bagaikan seorang preman kini bisa mengenal makeup dan semodis ini.
" Sejak kapan kamu kesekolah pakai makeup?" Dona merasa ada yang aneh pada Anya.
Anya memutarkan pupil matanya dengan raut wajah yang menandakan tidak suka dengan pertanyaan Dona.
" Cantik kok" Arga tersenyum bangga karna kini putrinya sudah berpenampilan seperti perempuan.
" Bener pa?"
Arga menganggukkan kepalanya.
" Jadi makin sayang deh sama papa" Anya memeluk Arga dengan erat.
Anya menampungkan tangan kananya, Arga mengerti dan langsung memberikan kunci mobil kepada Anya. Setelah bersaliman, Anya pun lansung berangkat kesekolah.
Dalam hitungan menit, akhitnya Anya sampai disekolah SMA CITRA MEKAR.
" Akhirnya sampai juga disini" Anya membukak pintu mobil.
Baru saja turun dari mobil, hampir sedikit saja ia disenggol oleh sebuah motor yang dikendarai oleh seorang lelaki yang mungkin juga siswa disana.
" Eh anj*ng lo, galiat apa ada orang disini. Main gas aja" teriak Anya.
Lelaki itu sontak lansung berbalik arah menghampiri Anya yang sedang emosi dengan posisi tangan bersilang dada.
" Lo panggil gua apa tadi?" tanya lelaki itu.
" Lo anj1ng!" Anya menekan kata anjing pada ucapannya.
" Lo lebih anj1ng" belas lelaki itu dengan gigi berkedut.
Anya membelalakkan matanya.
" Eh asal lo tau yah, lo itu lebih anj1ng dari anj1ngnya si anj1ng" maki sigadis yang tak mau kalah.
Dirga mengepalkan tangannya seolah-olah ingin memukul gadis yang sedang berada dihadapannya itu.
" Udah.. udah.. Dirga, mending lo parkirin motor lo sana dari pada berantem sama Anya" Gebi datang memisahkan dua human yang sedang dipenuhi rasa amarahnya masing-masing.
Dirga menghela napas kemudian melanjukan motor Kawasaki ninja H2 -nya yang berwarna silver.
Gebi memperhatikan Anya dari atas sampai bawah berulang kali, sangat berbeda drastis dari biasanya.
" Lo siapa?" tanya anya pada gadis seumuran yang tengah memperhatikannya.
" Ha?, gua Gebi. Sahabat lo gobl0k" Gebi menoyol kening Anya.
" Ooo iyah-iya, lo sahabat gua" Anya lansung memeluk gebi.
Gebi yang takut dibilang Lesb1an karna berpelukan didepan umum, berusaha untuk segera melepaskan pelukannya.
" Already Anya!, where have you been all this time?. Gua khawatir banget sama lo, tapi gua yakin lo bakal balik. Sebab lo kan jago berant3m" puji Gebi yang seraya mengekspresikan ucapanya.
" Tapi tunggu-tungguu... sejak kapan lo bisa berpenampilan semodis ini?. ha..you wear make up?, oh no no pasti Gavin bangga banget kalau tau ceweknya udah bisa dandan. Gua harus kasih tau Gavin" Gebi meraba-raba tasnya mencari ponsel untuk mengabari Gavin bahwa Anya sudah kembali.
Ternyata Anya sudah punya pacar.
Gumam gadis yang sedang berada dihadapan Gebi.
Setelah mengabari Gavin, Gebi sontak menarik tangan Anya menuju taman sekolah untuk menemui Gavin.
" Gavin..Gavin..tengok gua bawak siapa"
Aneh, tapi itu mirip kekasihnya. Tapi Anya tidak pernah berpenampilan seperti ini.
Gavin memperhatikan tubuh dan penampilan gadis yang dibawa oleh Gebi.
" umm cowo Anya ganteng banget"
__ADS_1
Bluss..pipi gadis yang diperhatikan oleh Gavin lansung memerah malu dan menahan senyum.
" Jangan diliatin doang, peluk dong" seru Lauren yang merupakan juga sahabat Anya, tetapi Anya lebih dekat dengan Gebi. Karna Gebi mau diajak fitness, berbeda dengan Lauren yang lebih memilih shopping ke mall.
Pipi Anya makin memerah.
" Ga ah, ntar gua ditonj0k lagi" canda Gavin dengan tawa tipisnya.
" Canda, sini peluk umm" Gavin berjalan memeluk Anya.
Anya yang dipelukpun hanya tersenyum malu.
" Tumben senyum kalau dipeluk, biasanya lansung berontak"
" ahaha, ganteng" satu kata keluar dari mulut Anya. Gavin hanya tersenyum malu, karna ini pertama kalinya ia dipuji oleh Anya setelah bertahun-tahun berpacaran.
β β‘ β
Bel sekolah berbunyi, menandakan jam pelajaran akan segera dimulai. Semua siswa siswi yang berada diSMA CITRA MEKAR berlarian memasuki ruang kelasnya masing.
Sementara Anya pergi menemui All operator sekolah untuk menanyakan kelas mana yang akan ia duduki. Setelah ditentukan dan diatur ulang abesen kelasnya, pak Burhan alias all operator sekolah itu menghantarkan Anya kekelasnya.
Pak burhan berhenti didepan sebuah kelas. Anya menengada keatas, terlihat sebuah palang kecil hanya ukuran cm memaparkan nama "KELAS XII MIPS 5".
" Anya!, ayok masuk" ajak pak Burhan yang sedang berbicara dengan guru yang mengajar dikelas itu. Anya lansung berjalan mendekati pak Burhan.
" Perkenalkan diri terlebih dahulu" pesan pak Burhan dan lalu beranjak pergi.
" Saya sedang mengajak bahasa inggris" ucap guru perempuan itu. Anya mengerti ucapan guru yang ada disampingnya, gadis itu menegakkan kepalanya lurus menghadap kedepan.
" Hi all, my name is ANYA ECALISTHA. All my friends can call me ANYA. Nice to meet you, thanks you" . Setelah memperkenalkan diri, Anya dipersilahkan untuk duduk disamping Gebi.
β β‘ β
GAVIN INDRAGAEL
GAVIN INDRAGAEL yang selalu mengenakan hodie berwarna hijau lumut dan menyandang tas sekolahnya untuk segera beranjak pulang setelah tujuh jam belajar disekolah.
BIANCA ANASTASIA
Gavin memberhentikan mobilnya dihadapan Anya, ia membukak kaca jendela mobil dan mengeluarkan kepalanya. " Mau pulang atau jalan-jalan dulu?".
Anya tersenyum salah tingkah tak karuan, lalu menganggukkan kepalanya. Anya bergegas membukak pintu mobil Gavin dan duduk disampingnya.
Diperjalanan pulang sambil berkeliling kota Jakarta sangat mengasyikkan, menikamti indahnya kota jakarta disore hari lebih nikmat dari harus berdiam diri dirumah setelah pulang sekolah.
" Lo tau ga sih Vin, sore-sore gini tuh. Enaknya makan pentol sama teh es, biar otak kita tuh rileks ya kan"
" Makan pentol bisa bikin sakit gigi" Gavin memperlihatkan giginya dengan cengiran lebar.
" Nanti kalau gigi kamu sakit, biar aku cium aja. Karna ciuman ku itu termasuk salah satu obat penyembuh, hehe" gombalnya eengan senyum manis.
" kamu tuh anneh, Nya" Gavin melirik Anya.
" Lah, aneh kenapa?" Anya berburu mengambil cermin untuk melihat, apakah hal aneh itu berasa dari penampilannya.
" Aneh aja gitu, lo kan punya pentol dua buah. Masa mau beli pentol lagi"
Anya terdiam sesaat, hingga dia sadar apa yang dipikirkan Gavin.
" Ih dasar mesum" Anya mengacak-acak rambut Gavin, lelaki itu hanya tertawa gemas.
" Anya, lo tau gak. Kenapa bapak-bapak itu kerja banting tulang"
" Ya, buat nafkahin anak istrinya"
" Nanti kalau gua nikah sama lo, Anya. Gua ga mau kerja ah, gua mau jadi pengangguran aja"
" Kalau kamu jadi pengangguran, terus aku makan apa?"
" Pas makan kita pulang kerumah masing-masing aja"
" Pas tiba di rumah lansung diintrogasi sama papa"
__ADS_1
" Terus papa nanya, Anya kenapa ga makan dirumah bareng Gavin?"
" Trus Anya jawab, Gavinnya ga mau kerja pa"
" Trus aku dipecat deh calon menantu"
" Trus aku jadi janda, trus cari suami baru"
" Ih bego, bukannya nangis mintak rujuk malah nyari suami baru"
" Kan minsalnya, Vin"
" Au Akh, aku ngambek"
" Kalau ngambek aku cium nih"
" Jangan"
" lah kok jangan?"
" Ntar bahaya kalau aku mintak lebih"
" Ih, akunya ga mau lebih"
" Aku paksa"
" Aku laporin polisi, atas kasus pemerkosaan"
" Laporin aja biar kita dinikahin"
" Ada aja terus jawabnya sama sibujang"
" Udah sampe nih, buruan turun. Ntar dimarahin papa loh"
" Tinggal jawab, kalau aku dipaksa jalan-jalan sama Gavin pa"
Kedua pasangan itu tertawa riang, Anya turun dari mobil Gavin yang sudah berhenti tepat digerbang rumahnya.
" Hati-hati dijalan" Anya melambaikan tangannya pada Gavin, ia memperhatikan mobil itu sampai hilang dari jarak pandangnya. Setelah itu, barulah ia memasuki rumahnya.
Dilain sisi, terlihat mobil sedan putih telah memasuki perkarangan sebuah rumah mewah berwarna putih yanh terdiri atas dua lantai.
Ria buru-buru menyusul anaknya ke halaman rumah sambil membawa ponsel ditangannya.
" Sayang sayang sayang, ini Anya pacar kamu yang tomboy dan gayanya kayak preman itu bukan" tanya ria pada putra sulungnya sambil memperlihatkan foto Gavin yang berdampingan mesrah bersama Anya.
Gavin mengangguk, " Iya ma".
Mendengar jawaban Gavin, Ria lansung tersenyum lebar. " Gavin, kamu harus bujuk Anya untuk jadi model diperusahan desaign mama".
Ria berjalan mengekori putranya itu masuk kedalam rumah dan kemudian berhenti dimeja makan untuk meminum segelas air disana.
" untuk apa sih ma?" , Gavin meneguk air putih itu hingga habis.
Ria menghela nafas karna putranya tetap tidak paham. " Ini loh sayang, mama kan bakal lonceng baju pengantin keluaran terbaru minggu depan. Dan mama mau, Anya yang jadi model saat lonceng itu. Begitu baby" jelas Ria.
Gavin menganggukkan kepalanya dan tersenyum. " Iya mamaku sayang, nanti Gavin bujuk Anya. Gavin kekamar dulu yah ma" Gavin berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.
" Nah gitu dong, bantuin mama sesekali" ucap Ria yang masih menyecroll dan melihat foto-foto Anya dikronologi Intagram Gavin.
Bianca mengacak-acak isi lemari Anya yang isinya hanya baju preman yang sangat tidak disukai oleh gadis feminim itu.
" Gilak nih kembaran gua, masa bajunya kek preman pasar semua" Bianca menggeleng tak percaya.
" Anya, bukak pintunya!" pinta seorang perempuan yang berada dibalik pintu kamar Anya yang kini ditempati oleh Bianca yang tengah menyamar menjadi Anya.
Bianca membukak pintu kamarnya dengan raut wajah masam tanpa makeup karna baru saja selesai mandi. " Apa sih tua, brisik tau gak!" .
" Apa?, lo panggil gua apa?" Dona berdiri tegak pinggang tak rela dipanggil tua oleh anak tirinya.
" Tua!" Bianca menekan kata tua, membanting pintu kamar dan menutupnya dari dalam.
" Dasar anak durhaka, liat aja pembalasan gua" tukas Dona yang masih berada didepan kamar Anya.
" Alah, brisik lo pelakor. Udah jadi pelakor, berisik pulak" sahut Bianca dari dalam kamar.
...π...
__ADS_1
...π³οΈ...