
Aku masih terkejut dengan senapan yang aku genggam
tanpa berlama-lama aku fokuskan tembakan ku ke ular tersebut yang semakin mendekat
dorr
tembakan pertama gagal, aku fokus kembali dan ingat apa yang di ajarkan paman dulu, aku arahkan ke ular itu
dorr dorr
10 tembakan ku layangkan dan akhirnya lumpuh juga, tapi karna suara tembakan yang juga cukup keras sehingga mengundang ular lain, tanpa pikir lagi aku mulai menembak, sasaranku adalah kepalannya.
kulihat banyak orang yang melihat padaku, mungkin mereka penasaran tentang senjataku.
aku sudah membunuh 3 ular, ku lirik Tae yang sudah bersembunyi. Ku arahkan pandanganku Keluar, masih banyak yang tengah melawan para monster ular tersebut, banyak yang mengeluarkan jurusnya entah itu elemen api, angin dan lain sebagainya.
Semuanya cukup jelas karna bagian depan dan samping bangunan toko ini sudah hancur. Beruntungnya aku, Tae dan orang yang melawan ular yang ada di dalam toko ular itu tidak mengeluarkan jurus seperti api, atau cairan seperti yang aku lihat sekarang, mungkin ular yang aku hadapi adalah yang terlemah meski besarnya sama.
__ADS_1
Aku ingin segera semua ini berakhir, yang artinya aku harus membantu mereka, aku kembali memikirkan peluru untuk senapan ku, dan aku mendapatkannya. Aku kembali memikirkan pistol dan pelurunya, aku berikan kepada Tae untuk membantuku, aku tidak bisa jika sendirian, pasti sangat lama.
" Tae ikut dan bantu kakak" ucapku
Tae terlihat masih bingung dan sambil menatap pistol yang ada di genggamannya
" Bantu bagaimana kak? tenagaku habis, aku tidak bisa menggunakan jurus karna luka yang aku alami beberapa Minggu lalu, aku hanya bisa menggunakan pedang tapi dalam kondisi seperti ini aku cukup sulit "
" Tidak perlu menggunakan tenaga berlebih, cukup fokus. Gunakan senjata ini, tembak monster itu menggunakan senjata ini, cara gunanya sama hal memanah, kurang lebih begitu" Ku berikan arahan tentang penggunaan pistol, tak lupa pula rencana ku.
Aku menarik Tae, ku jalan pelan-pelan sambil sesekali bersembunyi di balik papan kayu, ku edarkan mataku tuk melihat sekelilingku, para pelayan dan beberapa pengunjung tadi Sudak tidak ada, ku awasi semua ular yang ada di depanku. sepanjang yang kulihat ada belasan ular yang sedang berhadapan dengan orang-orang.
ku tembak ketika celah itu datang sembari memberi kode juga untuk menembak, ternyata Tae berbakat ia bisa menembak dengan bidikan yang cukup tepat sasaran. Sungguh aku kagum.
tembakan kami berhasil membunuh ular itu, makan lama aku melihat kejadian ini aku benar-benar ingin menangis, melihat pemandangan yang ada di sekitarku, banyak orang yang sudah tergeletak entak itu sudah mati atau tidak.
Para enemin maupun warga terus melawan, tak jarang pula mereka mengeluarkan jurus. Semakin lama para monster itu berdatangan, tak tanggung-tanggung puluhan ular datang, sungguh keadaan kami terjepit, huh kenapa tidak ada bantuan datang.
Tubuhku kembali gemetar melihat ular berdatangan, ku alihkan pandanganku pada Tae di sebelahku yang masih fokus melihat keadaan, matanya tampak tenang. Bagaimana bocah itu tenang, apa dia tidak merasa takut?.
__ADS_1
pasukan ular itu semakin mendekat, dan tiba-tiba sekumpulan orang juga datang, ya mereka pasti bala bantuan yang datang, ku tatap pertarunga mereka dengan takjub, sungguh perkelahian ini naik level, segerombolan orang itu mempunyai bela diri dan jurus cukup hebat, tak butuh lama untuk membuat lawan kalah,l. tidak seperti orang sebelum mereka yang menghadapi termasuk aku, mereka lebih hebat dari kami, jelas itu.
Para monster ular itu berjatuhan mati entah itu karna tebasan pedang atau menggunakan jurus seperti angin, api, atau es. Jelas mereka berada di level lebih tinggi daripada orang yang ada di sekitarku. jurus es adalah jurus modifikasi, yang mana elemen dasarnya air, jika sudah dapat memodifikasi maka ia sudah enemin.
Kutarik nafasku dalam-dalam dan aku lega ular-ular itu satu persatu mati, tapi itu sementara tak jauh dari mereka para ular berdatangan dari segala arah. Ayo berfikir!!
Ku alihkan pandanganku kesamping, melihat dua orang pria memapah para warga yang terluka akibat serangan para monster itu, ia memapah tanpa rasa khawatir sedikitpun. Tentu tidak terlalu khawatir sebab sudah ada para enemin yang siap siaga untuk melawan mereka.
Aku melangkah kesamping ku dan kutarik Tae agar ikut denganku, " Kak bisa bantu aku" kataku kepada para enemin yang masih berdiri tenang mengikuti enemin menolong mereka,
dia melihat ku dalam-dalam, ia menghela napas " Bantu apa nona?"
" Aku ingin kamu membawa aku dan adikku ke pohon itu atau bangunan yang tak mudah roboh" kataku sambil menunjuk ke arah poho besar itu
" Untuk apa nona?"
****
Maaf cuman satu chapter gak banyak kayak yang lain, karna saya juga punya kesibukan.
__ADS_1
terimakasih telah membaca novelku. jangan lupa dukungannya ya?