Apa Kekaisaran??

Apa Kekaisaran??
11


__ADS_3

" Tidak usah banyak nanya" kataku


" Baiklah"


Akhirnya mereka membawaku dan Tae ke pohon yang aku tunjuk, pohon besar, lebat dan banyak dahan yang kokoh. Kami pun duduk disalah satu dahan yang menurutku pas, aku di dahan pohon di atas kanan sedangkan Tae di bawah kiri.


Kami mengintai dan membidik sasaran, wah ck sekarang sepertinya kami berbakat menjadi penembak jitu, hahaha amazing. kami menembak bukan menggunakan senapan yang tadi aku pakai, tapi menggunakan senjata api kedap suara, aku menggantinya karna tak ingin posisiku diketahui.


Seiring waktu berjalan sudah banyak ular yang mati dan itu juga membuatku lelah, bagaimana tidak kalau aku selalu mengubah posisiku, hadap kedepan, ke samping, dan ke belakang begitu pula dengan Tae.


Sekitar satu jam lebih aku berada di atas pohon tapi ular masih banyak karna semakin banyak ular berdatangan.


brukk


brakkk


Seketika pohon yang aku naiki bergetar dan tak lama tumbang, karna tiba-tiba otomatis aku jatuh tanpa melakukan apapun, ya memang gak bakat, aku jatuh badanku sakit, kepalaku pusing untung saja badanku gak kena dahan yang besar cuman ranting kecil dan daun-daunan.

__ADS_1


Aku meringis, ku gerakkan tanganku pelan menyingkirkan ranting dan daun yang menghalangi pandanganku, ku edarkan pandanganku tuk mencari Tae, syukurlah dia tidak apa, kulihat dia berdiri dan mengarahkan pandangan ke arahku. Ia berlari ke arahku


" kak, kamu tidak apa-apakan?" ucapnya khawatir


" Tidak apa-apa" lirihku pelan


Tae mencoba menyingkirkan semua ranting dan daun, ia membantuku untuk berdiri tapi sebelum aku berdiri dari arah depan ada ular yang terlempar ke arah kami, aku pun mendorong Tae jauh, badanku terhempas terkena badan ular yang terlempar karna terkena serangan jurus angin, pandanganku mulai gelap, samar-samar ku lihat baik-baik saja dan aku tersenyum, syukurlah ia selamat.


Badan ku remuk, kepalaku pusing dan suara di sekitarku sangat berisik dengan tangisan dan obrolan, kubuka mataku dengan pelan seraya kuangkat tanganku pelan memegang kepalaku yang sakit, ku gerakkan kepalaku ke kiri dan ke kanan, kulihat tempat aku berada ternyata aku berada di tanah lapang yang luas dan terdapat dinding pelindung di sekitarnya berwarna biru.


Banyak sekali yang terluka disini, ya ini tempat orang yang terluka, orang disini sama sepertiku terluka, mereka terbaring lemah dan banyak juga badannya penuh luka di temani teman, sanak saudara atau siapapun itu, mereka terlihat khawatir dan menangis, rasanya sedih banget lihat ini, seumur umur aku tidak pernah merasakan ini, tak sadar air mataku keluar.


yang mana ia berlari ke arahku, aku tersenyum padanya, aku mencoba duduk


" Kak, jangan bergerak dulu" katanya ketika ia melihatku mencoba tuk duduk, aku pun menurut, lagipula badanku juga sakit. Tae memberikanku air juga makanan dan lepas itu aku meminum obat.


" Apakah semua sudah selesai?"

__ADS_1


" Belum kak "


" Apakah masih masih monster ular itu?"


" Ah jika ular yang kecil tinggal sedikit, hanya-


tinggal induk mereka dan tambahan orang yang cukup kuat"


" lalu dimana mereka?"


" Sudahlah lah kak, jangan pikirkan itu lebih baik, kak bunga istirahat" setelah mendengar ucapan Tae aku pun menurut, aku lelah, perlahan mataku terpejam.


duarr


boomm


Suara ledakan beruntun membuatku terbangun, uhh kepalaku semakin pusing. Dasar ledakan sialan!!

__ADS_1


Suara ledakan itu benar-benar memekikkan telinga dari suaranya ledakan itu pasti sangat besar karna diiringi tanah yang juga sedikit bergetar, serangan apa yang terjadi sebenarnya?


__ADS_2