
" Ada apa kak? " tanya Tae
" Yes, aku menemukan pedang, apa kalian tau punya siapa ini? " tanyaku menoleh ke para pelayan
" Kami tidak tau mungkin itu punya pelanggan kami yang tertinggal"
" Ya, kau benar " respon singkat bunga
Bunga mengambil pedang itu, ketika dibuka sarung pedang terdapat ukiran gambar naga di pedang emas itu, ya pedang itu sebagian emas dan sebagian logam.
" Baiklah, aku akan memakai ini, kalian yang tidak punya senjata ambillah sesuatu, misalnya kayu atau apapun yang pasti bisa digunakan untuk melawa. Apa kalian mengerti" instruksi bunga
" Baik, kami mengerti"
' Oh tuhan, bisakah aku melindungi mereka dan melawan monster ular itu, aku lemah seharusnya dulu aku belajar bela diri dengan sungguh sungguh, meski tidak tau apakah itu berhasil untuk menghadapi mereka para monster, yang besar kemungkinan mempunyai kekuatan 'batin bunga
__ADS_1
Sebenarnya bunga pernah belajar seni bela diri tapi ia tak pernah mengikuti dengan sungguh-sungguh, Ia belajar hanya ikut teman saja, ia belajar pencak silat 2 aliran yang cukup terkenal namanya di Indonesia dan ia juga belajar karate. Tapi semua ia lakukan setengah- setengah, bila ia mood maka ia ikut kalau lagi malas maka tidak. Bunga memang seperti itu meski selalu di marahi oleh teman temanya karna terkesan meremehkan ia tidak peduli, kalau gurunya tidak mempermasalahkan karna itu bukan hal wajib untuk dilakukan plus sebelum masuk dia memang mengikuti Hanay sekedarnya saja, meskipun guru beladiri nya menyarankan untuk berlatih sungguh sungguh.
Suara semakin riuh diluar, mereka yang di dalam pun semakin was-was terhadap apa yang terjadi, Bunga yang mendengar itu mendekat ke pintu untuk melihat apa yang terjadi.
" Kak, jangan ke sana berbahaya, jauhi pintu kak" ucap Tae seraya menghampiri bunga dan menarik gaunnya
Bunga hanya berbalik dan menatap Tae tapi ia tidak berbicara apapun, hanya helaan nafas saja. Takut itulah yang sebenarnya ia Rasakan tapi itu dikalahkan oleh rasa penasaran yang tinggi.
kriett
pintu terbuka, bunga mengintip diikuti juga dengan Tae dan beberapa orang, ketika bunga melihat ia terkejut menutup mulutnya dengan telapak tangannya dan pintu di tutup secara perlahan, dan ia tersungkur ke lantai.
" Kak apa kamu baik-baik saja? ucap khawatir Tae
" Iya, nona apa kamu baik baik saja? " tanya salah satu pengunjung di sana yang di angguki sema orang
__ADS_1
" Tidak, aku tidak baik-baik saja bagaimana mungkin baik-baik saja sedangkan ular itu besarnya seperti itu dan bukan hanya satu ular tapi puluhan berada di didekat kita" jawab bunga yang matanya berkaca kaca
" Tenanglah nona, semua baik-baik saja" ucapa salah satu pengunjung
" Tapi bagai bisa baik baik saja, kamu lihat tadi itu ularnya sebesar itu itu adalah ular terkecil mengingat jumlah mereka yang banyak, apalagi ada ular yang katanya besar. Bisa kalian bayangkan sebesar apa yang paling besar" ucap jujur seorang pelayan
'what! itu benar bila yang kecil ukurannya sebesar itu apalagi ukuran yang besar' Batin Bunga
" apa yang harus aku lakukan, benar yang kakak pelayan itu katakan, disini mungkin hanya aku yang mungkin memilki kekuatan yang cukup dibandingkan mereka. Baiklah aku akan menghadapi mereka para monster dan melindungi kak bunga dan orang lain aku yakin aku bisa' ucap batin Tae
*duarrr
kriekk*
****
__ADS_1
**Jangan lupa komentari, suka dan vote, mohon dukungannya.
...Terimakasih**...