Apa Kekaisaran??

Apa Kekaisaran??
2. dimensi lain


__ADS_3

POV bunga


'uh aku tidak bisa berenang, arusnya gede banget. apakah aku akan mati? padahal banyak keinginanku yang belum tersampaikan' itulah yang aku pikirkan saat ini.


Aku tidak bisa berenang dengan baik karna arus sungai yang sangat deras. aku juga sempat berteriak minta tolong tapi Ku tak berharap banyak, bagaimanapun ini daerah perbukitan dan sisi sangat minim penduduk, apalagi kiri kanan sungai pohon-pohon besar dan rumput yang sangat lebat dan panjang.


Akupun mulai putus asa, aku berharap semua kesalahan dan dosaku dimaafkan oleh tuhan. karna ku sadar banyak sekali dosa-dosaku.


akupun berharap keluarga, kerabat, sahabat dan teman-teman ku, pokoknya yang sayang padaku tidak terlalu larut dalam kesedihan atas kepergianku.


badanku mulai lemas, ku sudah tidak mempunyai tenaga lagi dan akhirnya badanku mulai tenggelam dan dengan cepat juga mengikuti arus sebab sudah tak ada perlawanan lagi dariku. pandanganku pun mulai buram dan gelap.


*uhukhukhuk


aku memuntahkahkan seteguk air dan aku mulai membuka mata, mataku masih rabun, remang-remang penglihatanku. Aku mengerjapkan mata beberapa kali agar pandanganku jelas dan jernih.


sayup aku mendengar dan itu mulai jelas ditelinga ku


"syukurlah nak baik-baik saja" kata seseorang yang disamping ku, dan penglihatanku mulai jelas dan kulihat ternyata dia seorang kakek-kakek.


"uh... aku baik baik saja kek. ah dimana ini?" kataku sambil duduk dan mulai mengedarkan pandanganku kesekeliling sekitarku. Aku penasaran yang akhirnya aku bertanya walaupun badanku masih lemah, kepalaku pusing, hidungpun terasa panas dan tenggorokanku terasa tak enak.


"kamu berada di danau tinggi nak" jawab kakek tersebut


'hah danau tinggi dimana itu'

__ADS_1


"hahhahaha yang bener kek, aku tuh tadi tengelam di sungai, masak aku di danau. Danau apa itu, danau tinggi gak ada nama danau tinggi di daerahku kek pasti kakek ngigau ya...


(uhukuhuk)"kataku yang tak percaya


bagaiman aku percaya, aku tadi tenggelam disungai yang ukurannya sekitar 5 m bagaimana bisa ke danau plus disekitar sini tak ada danau sekitarku.


'tapi ini memang danau dan danau ini dikelilingi banyak pohon yang menjulang tinggi. Akupun tak lihat ada arus sungai disini. jangan-jangan.....'


"haaaaaaa....... apa aku sudah mati. ibu ayah apa aku sudah tak bisa melihat kalian. maafkan aku, aku... aku.. huhuhuhu. hwaaaaaaa" kataku yang menangis pilu dan sesegukan akan nasib piluku.


Padahal aku masih berumur 20 tahun lebih satu bulan 2 hari. oh tuhan begitu cepatlah...


"tenang nak kamu masih hidup, percayalah" ucap kakek itu


"huh bagaiman aku bisa percaya kek kalau saya masih hidup. aku tenggelam di sungai yang memiliki arus yang deras. Dan kenapa aku bisa diselamatkan di danau oleh kakek... daerahku tempat yang kudatangi itu tidak ada danau apapun, apalagi danau tinggi. apa itu? dan dimana ini? daerah apa ini?" jelasku kepada kakek tersebut dan cecar dengan pertanyaan yang aku masih bingung.


'tunggu dulu, kenapa aku gak merhatikan pakaian aneh kakek ini ya dari tadi. pakaiannya kuno banget sih.... hahahaha pasti aku kena prank nih. awas aja siapa yang ngeprank dalam keadaan kayak gini. kalo Sampek aku tahu kuinjek-injek jadi kotoran, kupenyet penyet kayak terong penyet. tuh kan aku jadi laper pengen makanan penyeretan, huh koq malah mikir makanan fokus-fokus dong'


" Nak kamu tidak apa-apa, kok termenung?" tanya kakek itu dan aku pun menatapnya


"hahahaha dimana kek kameranya, ayo cepat katakan. Hei... keluar kalian berani-beraninya kalian ngeprank dalam keadaan begini gak lucu tau.. woy.. keluar" teriakku yang sambil loncat-loncat sambil mengedarkan pandanganku kesekeliling dengan ekpresi yang menurutku gak jelas.


tertawa kemudian marah, cemberut pokoknya aku kesel banget. koq bisa-bisanya mereka ngeprank aku kayak gini. pokoknya aku gak mikirin gimana aku sekarang bersikap dan akupun menangis lagi


"huhuhu hwaaa....... kalian tega banget ngeprank aku dalam keadaan gini. kali.. kali.. kalian tega banget.. hwaaaaaa.... huhuhu..." tangisku yg pecah kesel banget

__ADS_1


pokoknya kesel banget., pakek banget.


"nak tenanglah, kamu itu ngomong apa kame..Ra dan apa tadi yang kamu bilang nge... nge.. apa ya tadi. oh ya ngeprank. apa itu" kata kakek itu yang kelihatanya kebingungan.


Huh tapi aku gak akan ketipu dengan akting si kakek ini, tapi totalitas banget sih aktingnya ngalahin akting sinetron yang ada di Indonesia. Kayak beneran ajah..


apalagi dengan kepalanya yg geleng-geleng itu, huh sok soan gak ngerti.


"ayolah kek huhuhu ngakulah kek huhu" kataku yang masih dalam keadaan menangis


" Ya ampun ini anak ngomong apa sih, ngaku apa? kamu tuh dari tadi ngomong kayak jelas aja. kamu tuh berasal dari mana gak jelas kayak gini" kesalnya kakek itu


tapi aku gak peduli. Sok kesallah . apaan coba


"Yayaya aku berasal dari desa m*** kota b**** negara Indonesia planet BUMI,PLANET ke 3 ditata surya. Apa kurang jelas. aku kasih tau juga RT RW berapa kalo masih kurang jelas. Sekarang coba cepat jawab kek"kesalku yang meninggi karna aku sudah tak sabar tentang apa yang terjadi


toh aku mulai jengah keadaan kayak gini. dan kutekan tuh kata Bumi biar jelas pokoknya aku sebel pakek banget.. nget..nget


"Apa nak Bumi, hahaha ini dunia Nemi, dunia bawah. huh mungkin kamu dari dimensi lain. karna aku baru dengar nama asal kamu tu" kelas kakek itu


'*hah dimensi lain apaan coba. oh ya ampun koq ngepranknya mulai merambat GK masuk akal deh..


tapi..... dia ngomong bahasa apasih kok baru denger plus koq aku bisa ngerti plus lancar banget bicara pakek bahasanya ya?? hemm gak masuk akal jangan-jangan aku*....'


"Apa dimensi lain!"

__ADS_1


INI KARYA PERTAMA SAYA. MOHON DUKUNGANya SUKAI, KOMENTAR dAN VOTE..


TERIMAKASih


__ADS_2