Apa Salahku Sampai Dibuang?

Apa Salahku Sampai Dibuang?
ASSD? #1


__ADS_3

Suatu malam di sebuah rumah kecil terdengar suara seorang wanita yang sedang mengejan.


"Ayo Bu, sedikit lagi" ucap seorang wanita tua yang membantu proses persalinan.


Sekali lagi wanita itu mengejan dan...


"Oek... oek... oek..."


Suara bayi terdengar memekakkan telinga.


"Akhirnya," gumam wanita itu lega.


Wanita tua yang membantu persalinan itu langsung saja membersihkan bayi yang lahir tadi. Dia membungkus bayi perempuan itu dengan sebuah kain bedong.


Semua yang seharusnya dia lakukan langsung dia lakukan tanpa mengulur waktu.


Lalu tiba-tiba seorang pria masuk ke dalam ruang persalinan. Pria itu adalah anak si bayi.


"Apa jenis kelaminnya?" Tanya pria itu langsung tanpa basa-basi.


"Perempuan," jawab wanita tua itu seraya menyerahkan anak bayi itu kepada ayahnya.


"Perempuan? Huh... tidak berguna," ucap pria itu dengan kesal.


"Kelly, ayo kita pergi dari sini sekarang. Anak ini tidak ada gunanya. Sebaiknya dia di sini saja. Seharusnya dia itu seorang laki-laki. Ini malah perempuan," ucap pria itu dengan sangat kesal.


"Maaf pak, tapi saya tidak bisa menjaga anak kalian. Saya wanita tua dan umur saya juga tidak panjang lagi. Rawat saja anak kalian ini. Dia itu anugerah dari Tuhan," ucap wanita tua itu memberi nasehat.


"Sudah, sudah tidak perlu menceramahiku," ucap pria itu lalu mengambil anak bayinya dengan kasar.


Pria itu membawa anak dan wanita yang bernama Melly itu ke luar dari rumah tua.


"Semoga Tuhan memberikan kalian pencerahan," ucap wanita tua itu.


Wanita tua itu teringat beberapa hari yang lalu saat dia bertemu dengan ke dua orang itu. Mereka belum menikah namun sudah hamil. Mereka juga menceritakan semua yang terjadi selama masa kehamilan.

__ADS_1


Melly yang mengetahui dirinya hamil saat usia kandungannya sudah memasuki lima bulan. Dia tidak mengalami gejala apapun. Namun saat merasakan perutnya membesar, di situlah dia mulau curiga. Lalu saat dia dan Yuda ingin melakukan aborsi. Tidak ada satupun dokter yang mau. Karena itu adalah tindakan ilegal dan usia kandungannya juga sudah 5 bulan.


Untuk menyembunyikan kehamilannya. Melly dan Yuda memutuskan untuk pergi dari rumah. Mereka memberikan alasan liburan bersama teman-teman. Padahal mereka hanya berdua saja.


Dan setelah mendekati usia persalinan. Mereka datang ke rumah wanita tua yang adalah mantan seorang bidan. Tempatnya terpencil karena itulah mereka mau datang.


***


"Yuda, mau diapakan anak ini?" Tanya Melly saat di dalam mobil.


Sebenarnya dia masih merasa sakit dan lemah. Apalagi dia baru melahirkan tapi tetap saja dia memaksakan dirinya.


"Di buang saja," jawab pria itu dengan santai.


"Kamu serius?" Tanya Melly terkejut lalu langsung menatap bayi yang ada di gendongannya.


"Kitakan sudah membicarakannya. Jika kehadiran anak ini diketahui itu hanya akan menjadi aib untuk kita," ucap Yuda lalu menghentikan mobilnya.


Yuda turun dari mobil dan beralih ke tempat Melly. Dia membuka pintu mobil tempat Melly.


"Yuda, tidak bisakah kita merawat anak kita?" Tanya Melly.


"Tidak bisa. Sudahlah diam saja di dalam mobil," ucap Yuda.


Dia melihat sekeliling untuk memastikan tidak ada orang. Lalu dia meletakkan anak itu di tempat sampah.


Setelah melakukan apa yang ingin dia lakukan, Yuda masuk kembali ke mobil. Pria itu meninggalkan anaknya yang baru berusia kurang dari satu jam di tempat sampah.


Setelah mobil Yuda tidak terlihat. Seorang wanita datang menghampiri bayi itu.


"Astaga Tuhan, kenapa ada orang yang membuang bayi sekecil ini di tempat sampah," ucap wanita itu seraya mengambil bayi yang terus menangis itu.


Wanita itu pergi ke rumah sakit untuk memeriksa apakah bayi itu sehat. Dia takut jika bayi itu kenapa-kenapa.


Beberapa jam kemudian wanita itu sudah sampai di rumahnya setelah dari rumah sakit.

__ADS_1


Nama wanita itu adalah Ghea. Usianya masih muda yaitu 24 tahun. Ghea sangat menyukai anak bayi. Dia memang belum menikah dan belum pernah melahirkan. Namun dia pernah merawat adiknya yang baru lahir beberapa tahun lalu. Namun sangat disayangkan adiknya itu meninggal karena tenggelam di kolam. Ibunya meninggal saat melahirkan adiknya. Dan ayahnya menyalahkan dia bahkan mengusirnya karena adiknya meninggal.


"Sayang, kamu jangan nangis lagi ya," ucap Ghea seraya menggendong bayi perempuan itu.


Ghea sudah memberikan dia susu formula namun dia tidak mau. Ghea jadi bingung sendiri. Saat adiknya dulu, dia mau minum susu formula.


"Kamu sedih ya karena di buang sama papa kamu. Jangan sedih ya. Mulai sekarang aku akan jadi Ibu untukmu. Jangan nangis ya sayang. Atau kamu mau Ibu kasih nama?" Tanya Ghea sambil menepuk lembut perut bayi itu.


Bayi perempuan itu meredakan suara tangisnya.


"Oh benar ya, kamu mau nama. Baiklah... Ibu pikir dulu ya nama untukmu," ucap Ghea.


Ghea tidak risih dengan sebutan Ibu. Karena dulu adiknya sering memanggilnya Ibu. Jadi dia sudah mulai terbiasa.


"Bagaimana kalau Dyla? Dyla kependekan dari Dina Yuli Lia Andhika. Dengan nama itu kamu bisa mempunyai marga keluargamu dengan tidak diketahui orang lain," ucap Ghea.


Ya, Ghea mengenal Yuda. Dia sangat mengenal pria itu. Pria yang merupakan majikannya. Selama 4 tahun Ghea bekerja sebagai pelayan di rumah keluarga Andhika. Dan dia sudah tentu mengenal tuan muda rumah itu, Yuda Andhika.


Perlahan bayi kecil itu tersenyum dengan air mata ada di ujung matanya.


"Kamu senang ya. Baiklah mulai sekarang namamu Dina Yuli Lia Andhika. Dan kamu akan di panggil dengan sebutan Dyla. Jadi Dyla sayang, jangan pernah sedih karena di buang sama orang tuamu ya. Ingat selalu kalau di sini ada Ibu yang akan menjagamu," ucap Ghea.


Bayi imut itu perlahan menutup matanya. Sudah cukup hari ini dia lelah.


Ghea melihat dengan bahagia kalau bayi itu tertidur. Bayi yang sedari tadi menangis sampai membuat wajahnya memerah. Kini bayi itu tertidur dengan pulasnya di dalam gendongannya.


"Tidurlah sayang. Walau Ibu miskin dan tidak akan bisa memenuhi semua keinginanmu. Tapi tetap saja. Ibu akan menafkahimu. Memenuhi semua kebutuhanmu. Dan walaupun Ibu bukan Ibu kandungmu. Ibu tidak akan pernah mencampakkan dirimu. Ibu akan menyayangimu lebih dari apapun. Jadi jangan pernah cemas. Aku menyayangimu," ucap Ghea dengan tulus.


Ghea meletakkan tubuh Dyla kecil di atas selimut yang sudah dia lipat. Ghea tidak berani meletakkan Dyla di atas kasurnya yang tidak nyaman.


Mulai hari ini Ghea sudah bertekad dia akan merawat bayi ini sampai besar. Mencurahkan kasih sayangnya kepada anak yang sekarang akan menjadi anaknya.


***


16 tahun kemudian...

__ADS_1


__ADS_2