
"Coba zoom"Ucap Bian yang penasaran akan sebuah gelang ditangan seseorang yang menculik Manda.
"Maf Bian, sinyalnya melemah.Mungkin sesampainya nanti di gudang kita buka kembali."Ucap Andi yang ikut ikuta merasa gelisah, karena kalau ada apa apa dengan istrinya itu, pasti Andi juga yang kena imbasnya.
Didalam perjalanan -+40 Menit dari kantor, karena letak gudang kantor Bian berada lumayan jauh dari keramaian.Setelah beberapa lama menempuh perjalanan akhirnya mereka sampai.
"Andi, tolong kami ke gudang utama.Buka kembali CCTVnya dan disana ada Dodo dan Paijo yang akan menemanimu"Ucap Bian yang akan melangkah keluar dari mobil.
"Tapi siapa yang menemanimu,"Ucap Andi yang merasa takut kepada Bian karena dia tidak dikawal oleh pengawal.
"Tenang saja, di gudang bawah ada Dul dan Jul, Jadi tenanglah"Ucap Bian dan buru buru pergi berjalan menuju gudang bawah.
Bian yang sudah pergi ke gudang bawah, dan Andi pula berjalan menuju gudang utama untuk mengetahui siapa dalang dari penculikan istri Bian.
Di gudang bawah.
Suara pintu yang di tendang oleh seseorang.
jebbbbbbreeeeetttt!!
Dul dan Jul sangat terkejut karena yang datang adalah Bian bos mereka, Dul dan Jul langsung menghampiri bosnya dan mengantarkan ke seseorang yang ada kaitannya dengan penculikan Manda.
"Mari bos, kami antar ke orangnya"Ucap Dul dan berjalan dibelakang Bosnya, sedangkan Jul berada di samping Bosnya.
Dan sampai juga di depan orang yang membuat nafas seorang Bian ngos ngosan karena sangat lama menahan emosinya.
Dan Bian langsung memukul habis habisan orang tersebut.
"B*j*ng*n kau!!!! .......Buakkkkkk...buakkkkkkkkkk! Ucap Bian marah dan memukul tubuh orang tersebut.
"Siapa kau brengsek!!! Jawab pertanyaanku atau kau akan mati!!Ucap Bian sambil menekik leher orang tersebut.
Namun orang itu tetap diam dan tidak mengeluarkan kata sedikitpun. Hanya tatapan tajam yang ada.
"Hei orang bod*h!!Kalau kau tidak mau memberi tahu kepada Bos kami.Kau akan kubunuh sekarang juga!!"Ucap Dul yang melotok kearah orang tersebut.
"Siapa yang berani menculik istriku, dan siapa yang berani bermain main denganku hah"Ucap Bian terus emosi.
"Baik baik,,saya akan memberi tahumu.Tapi tolong ampuni nyawaku, aku punya istri dan istriku sedang hamil tua".Ucap orang tersebut yang membuat Bian tiba tiba kaget.
"Hahahahh...kau itu lemah sekali. Kau hanya menginginkan bayaran hanya untuk mennculik istriku, kau juga tidak tahu istri aku juga sedang mengandung anaku.Dan kalau istriku kenapa kenapa, istrimu dan juga anakmu akan sama nasibnya.Paham kau bod*h!!!"Ucap Bian yang pura pura berbohonh kalau istrinya sedang hamil.
Tidak lama kemudian setelah orang tersebut berpikir panjang, akhirnya menceritakan semua kejadian itu kepada Bian, orang tersebut mengambil konsekuensi demi Istri dan calon anaknya itu.
__ADS_1
"Baiklah aku akan memberitahumu siapa dalang dari semua ini, tapi kamu harus berjanji padaku tolong jangan beritahu mereka kalau aku yang memberi tahumu.Soalnya kalau mereka tahu, nyawa istriku dan calon anaku itu taruhannya.Aku mohon padamu...hikkksss..hiksss"Ucap orang tersebut sambil menangis.
"Baiklah , aku berjanji padamu.Karena kamu juga senasib denganku"Ucap Bian
"Tapi hahahaa... lucu juga kau ini.Kau saat begini masih bisa menangis juga yaa hahah.."Ucap Bian yang tertawa melihat orang dihadapannya menangis karena kawatir kepada istrinya itu, ya iya Bian juga sama seperti orang itu hi hihi..
Setelah beberapa kali tubuh orang tersebut di pukuli dan rambutnya ditarik tarik oleh Bian.
Akhirnya mengalah karena takut istri dan anaknya kenapa kenapa.
Di lain sisi Andi yang mengecek CCTV itu, akhirnya terbongkar sudah ..
Dan akhirnya Andi bergegas ke gudang bawah untuk menemui Bian.
Andi berjalan ke gudang bawah dengan dikawal anak buah dari Bian.
Setelah beberapa saat, akhirnya Andi sampai di gudang bawah.
Dodo dan Paijo berdiri di depan pintu, sedang Andi menghampiri Bian.
"Bian, ayo ikut aku ke atas" Ucap Andi membisikan ke telinga Bian.
"Ayo cepat" Ucap Bian.
"Tenang lah, aku tidak akan kabur dari sini, aku sudah tahu konsekuensinya apabila aku melarikan diri" Ucap orang tersebut.
"Bagus"Ketus Bian.
Dan akhirnya Bian dan Andi berjalan menunu gudang utama.
.Sesampai di gudang utama, gudang yang gelap. Akhirnya gerbang dibuka lebar agar Bian tidak merasa gerah dan kepanasan.
"Coba lihatlah.." Ucap Andi yang memberi tahu isi Laptopnya itu.
"Sambungkan ke monitor yang ini, agar lebih jelas. Ini sangat kacau sekali."Ucap Bian meminta Andi agar menyambungkan ke monitor lain.
"Lihatlah Bi, sudah jelas sekarang" Ucap Andi.
Bian hanya terdiam saat melihat istrinya memanggil namanya untuk meminta tolong, namun di sampingnya tidak ada Bian. Bian memukuli kepalanya sendiri, sambil meremas rambutnya padahal tidak merasa gatal.
"Bodoooooh ! Aku sangat bodoh!!! Mandaaaaaaaaaaaaaaaaa😭😭😭,,, "Ucap Bian yang berteriak menangis menyebut nama Manda.
__ADS_1
Di Lain sisi tempat penyekapan Manda.
"Tolong lepaskan aku, aku tidak berurusan denganmu." Ucap Manda berusaha melepaskan ikatannya.
"Hahahahaa... Kau ini sungguh cantik, tapi kau itu bodoh! " Ucap Seseorang wanita karena kedua mata Manda ditutup kain.
"Tunjukan dirimu jika berani, gak usah main tutup tutupan,buka penutup mataku ini" Ucap Manda tetap bergerak.
"Tidak semudah itu Manda......," Ucap wanita itu sambil memutari tubuh Manda.
...
...
Di Gudang kantor Bian.
"Ini tangan yanh ada gelangnya seperti tidak asing lagi bagiku, tapi siapa dia aku lupa" Ucap Bian yang terus Men Zoom Gambar dimonitor itu.
"Ini sudah jelas" Ucap Andi yang juga merasa sangat pusing.
"Sudahlah Andi , aku akan kembali lagi, aku akan menemui Polisi sekarang juga. Jaga orang itu, jangan sampai melarikan diri" Ucap Bian yang terpukul sekali.
"Baiklah Bi , kau hati hati dijalan"Ucap Andi perhatian kepada Bian.
..
Dan akhirnya Bian pergi menuju ke dalam mobilnya.Setelah itu langsung bergegas ke suatu tempat, karena Bian saat ini sangat terpukul dan emosi atas kasus istrinya itu, Bian semakin tersiksa tanpa istrinya.
Mobil terus melaju... melaju dengan kecepatan lumayan tinggi. Bian terus memukul mukuli setirnya dan selalu ber gumam berfikir Manda Manda dan Manda.
"Manda sayang, aku berjanji akan menemukanmu dan aku akan segera dan akan pasti sayang ...hiksss...hiksss... aku sudah mulai gila saat kau tidak ada disisihku, sayang aku sangat merindukanmu, apa kau dengar itu, aku pria tangguh tidak pernah menangis, tapi kalau itu ada sesuatu denganmu, aku akan menangis sepanjanh hari, dan seperti ini Manda... hikkss..hikss.." Ucap Bian yang terus bersedih dan menangis.
...
Setelah beberapa saat kemudian, mobil Bian sampai di Pesisir pantai, depan cafe pantai itu.
Dan Bian turun dari mobil dan berjalan menuju pesisir pantai.
..
"Manndaaaaaaaaaaaaaaaaaa!!!Aku sangat merindukanmu, datanglah sayang... Aku bisa gila karenamu yang tidak ada disisihku " Teriak Bian sambil menangis merasa sangat terpukul sekali.
(Skip dulu ya , Author jadi ikutan nangis juga😭😭😭😢)
__ADS_1