ARAH LANGKAH

ARAH LANGKAH
Bab 21


__ADS_3

Bian menuju ke dapur untuk mengambil air minum untuk Manda.


Sesampainya di dapur, Bian menungkan air putih ke gelas .


"Hai Sayang.... Suamiku lagi ngapain nih "Ucap Cristy menggoda Bian.


Bian hanya diam.


"Bian!! Kau ini bisu apa tuli"Ucap Cristy kesal.


"Kau berani kepadaku hah!! Kau lihat ini apa !! Ini gelas, aku sangat haus karena harus melayani Istri tercintaku Manda yang sedang minta beradu ranjang terus hahahahh" Ucap Bian seketika marah dan tiba tiba tertawa.


"Kau sangat menyakitkanku Bian, aku juga istrimu, aku juga mempunyai hak atas kewajibanmu kepadaku"Ucap Cristy meneteskan air mata.


"Kau sudah lupa dengan perjanjian kita dulu, kalau kuat lanjutkan, kalau tidak terserah kamu saja, hatiku jiwaku itu hanya ada Manda"


Tanpa di sadari Bian dan Cristy, Manda sengaja turun kebawah karena ingin mengambil buah di kulkas. Namun, ketika melihat Bian sedang bersama Cristy, Manda langsung menghentikan langkahnya dan mendengarkan pembicaraan mereka.


"Kau jahat sekali Bian, kau sudah berubah. Berbeda dengan dulu yang sayang dan mencintaiku "Ucap Cristy .


"Hmmm.. iya benar itu dulu, sekarang kau sudah tau kan cintaku itu....."Ucap Bian terpotong karena Manda yang sedang duduk di atas sofa berbicara.


" Hmmmm..."Ucap Manda yang membuat Bian dan Cristy menoleh.



"Ehh.. dari kapan kamu disini Dinda" Ucap Bian saat melihat Manda.


"Oh tidak, kenapa dia memanggilku Dinda" Batin Manda terkejut dengan panggilan Dinda dari mulut Suaminya itu di depan Manda.


"Sayang, aku ingin memakan buah Mangga muda, Ekor Lobster, seluruh macam Seafood aku ingin Mas, hari ini harus sudah ada. Aku tunggu yaa sayang "Ucap Manda sambil berdiri melangkah ke arah kamar.


"Tunggu Manda" Ucap Cristy menghentikan Manda.


"Ada apa lagi" Ucap Manda sangat cuek.


"Aku ingin kau berbagi suami denganku, aku juga istri Bian " Ucap Cristy .


"Apa! Tidak salah dengar aku"Ucap Manda.


Bian duduk dan melihat mereka dua berbicara satu sama lain.


"Tidak tidak, apa ada yang salah dengan perkataanku ini Mandaa" Ucap Cristy tersenyum licik.


"Oh tidak ada yang salah Nona Cristy, silahkan saja jika Bian suamiku itu ingin tidur bersamamu, aku tidak melarangnya" Ucap Manda tersenyum kaku, di hati Manda sangatlah sakit mengatakan itu semua.

__ADS_1


"Manda kenapa ya, kok ketika sedang hamil jadi sangag berbeda sekali, hmm tapi tidak apa lah, Manda yang sekarang lebih galak ketika membahas diriku hihihiiii" Batin Bian sambil menahan tawa kecilny.


"Baiklah, malam ini Bian akan tidur bersamaku, Mas Bian.. Istrimu sudah mengizinkanmu untuk tidur denganku " Ucap Cristy tampak senang.


"Tidur denganmu?? sepertinya aku lebih baik pergi menemui Klienku di luar negeri "Ucap Bian sangat muak.


"Kau itu laki laki tidak mempunyai perasaan Bian, dan kau Manda! Wanita pengrebut Bian dariku !!! Dasar kauuuuu!!! "Ucap Cristy sangay emosi dan mendorong Manda hingga terjatuh.


Brakkkkkkkkkkkkk...


"Aduhh Masssss...Perutku sakit sekali.. Hiksss... hiksss...." Ucap Manda merasa kesakitan di perutnya, karena Manda sedang mengandung dengan usia yang masih sangat muda sekali.


"Dinda......." Ucap Bian langsung memeluk Manda dan membawanya ke rumah sakit.


Cristy yang merasa takut karena telah berbuat kasar kepada Manda menjadi bingung, pasti Bian akan sangat marah kepadanya.


"Sialan, bagaimana ini. Kalau Dia kenapa kenapa, aku yang.... .........Hmmmm.. tapi itu lebih bagus hihihi.." Ucap Cristy yang tadi kebingungan menjadi senyum licik kepada mereka.


Bian yang sedang mengendarai mobilnya menuju ke rumah sakit.


"Mas perutku sakit sekali Mas, cepat Mas.. Aku sudah tidak kuat lagi Mas...Hikksss.. hikss" Ucap histeris Manda merasakan sakit diperut yang luar biasa.


"Sabar sayang, bertahanlah sebentar lagi kita sampai "Ucap Bian sangat khawatir.


Dan tiba tiba Manda pingsan tidak sadarkan diri, dan Bian merasa ada yang basah di kakinya, karena Bian tidak sempat memakai sandal waktu tadi.


"Sayang, aku mohon padamu bertahanlah.. Aku mohon sayang... " Ucap Bian meneteskan air mata.


Beberapa saat kemudian, Bian telah sampai di rumah sakit. Para suster dan dokter berlarian menghampiri mobil Bian, dan mereka semua berlari lagi membawa Manda ke ruang ICU.


Didalam rumah sakit, ketika Manda sedang ditangani oleh dokter, Bian terus depresi karena melihat semua kejadian di mobil itu.


Kring....kring..


Panggilan dari Andi


"Kau dimana Bi, aku sudah dikantor" Ucap Andi


"Istriku pendarahan, cepatlah kau ke rumah sakit. Hentikan semua rapat" Ucap Bian yang tidak karuan.


"Baik"Ucap singkat Andi karena gugup.


Bian pun mematikan teleponnya.


15 menit setelah Dokter menangani Manda itu keluar.

__ADS_1


"Pak Bian " Ucap Dokter itu karena dia tahu Bian itu siapa.


"Iya Dok, bagaimana dengan keadaan Istri saya dok" Ucap Bian dengan nada sangat lemah.


"Mohon dukungan dari Pak Bian, karena Manda sekarang butuh sebuah dorongan agat bisa pulih kembali." Ucap Dokter Wisnu


"Apa maksudmu!!" Ucap Bian menarik kerah baju Dokter Wahyu, tiba tiba Andi datang dan berada di samping Bian.


"Mohon maaf Pak atas kelancangan saya berbicara ini, kondisi Manda Istri Pak Bian sekarang sudah sangar Kritis karena kehabisan banyak darah, dan pengeluaran janin sangatlah membahayakan Ibu Manda. Sehingga 3 Jam Pak Bian, mohon kerjasama dengan pasien . Semoga ada mukjizat di dalam diri Manda " Ucap Dokter Wahyu.


" Tidaaakkkkkkkkkkkkkk... Mandaaa....... hikksss...hiksss..", Teriak Bian menangis ketika mendengar penjelasan Dokter tadi.


Andi yang mendengar ikut bersedih dan mencoba memeluk sahabatnya itu, dan mencoba menenangkan Bian.


" Bian , bersabarlah. Kuatkan hatimu Bi, aku yakin Manda adalah orang hebat. Pasti kuat, aku yakin", Ucap Andi memeluk Bian .


"Andiii,,... Hikss... hikss... Aku sudah kehilangan calon anakku, dan sekarang aku akan kehilangan orang yang sangat aku cintai Andi, anaku sudah pergi meninggalkan aku, tapi aku tidak ingin kehilangan orang yang berharga lagi Andi,, aku ... aku...." Ucap Bian terus menangis.


"Keguguran? Apa maksudmu, bagimana bisa ?" Ucap Andi terkejut ketika mendengarkan penjelasan bahwa keadaan Manda sekarang karena keguguran.


" Dia tadi...." Ucap Bian memotong pembicaraan, dan mengingat kejadian tadi.


"Yaaa! Akan aku balas semua ini!!" Ucap Bian mengepalkan tangannha dan sangat emosi.


"Maksudmu apa Bian ," Ucap Andi


Bian pun menjelaskan secara rinci tentang kejadian yang dialami Manda, sampai Manda dibawa ke rumah sakit.


Andi yang sangat terkejut, tidak percaya kalau Cristy yang tega membuat Manda sampai keadaan seperti ini.


" Tunggulah disini sebentar An, aku akan menemui Istriku terlebih dulu" Ucap Bian.


Bian pun masuk kedalam Ruang ICU.


"Sayang, kamu harus bertahan. Aku akan balas semua itu. Kamu tenanglah, dan kamu harus berjanji padaku Manda, kau tidak akan pernah meninggalkan ku. Tunggu sebentar aku akan mengurus wanita pembunuh itu, ya wanita yang sudah membunuh calon anak kita sayang, kamu... kamu... Hikss..hikss.. Jangan pernah mencoba meninggalkan aku sendiri di dunia ini, tunggu sayang. Wati sekretarisku akan menemanimu disini" Ucap Bian yang menangis terus menerus.


Bian mencium kening Manda, dan pergi meninggalkan Manda. Tidak lama kemudian, Wati datang.Wati yang sekarang sudah tidak lagi merasa sakit atau cemburu melihat Manda dan Bian, karena Wati baru sadar. Atas kehadiran Cristy kembali di rumah tangga mereka, Wati jadi merasa sangat bersalah.


" Kau jaga Istriku, kalau ada apa apa segera kabari aku" Ucap Bian mendekati Andi.


"Baik Pak Bian " Ucap Wati dan masuk kedalam ruang ICU.


Bian dan Andi pergi ke kantor polisi, dan menemui teman Andi yang dulu menjadi penghulu dalam pernikahan Bian dan Cristy.


Bian mengurus surat penceraian dalam waktu setengah jam saja, karena sudah ada beberapa janji didalam surat itu. Dan setelah itu, mereka menuju kantor polisi.

__ADS_1


Next Up❤


__ADS_2