
Dikantor!
"Andi,, dimana pak Bian..? Tanya Wati sekretaris Bian.
"Gak tau Wat,,, bukan kah kamu yg selalu menghibur dia..?" jawab Andi
"Udah 1001 usaha tapi nihil Ndi,sampai sampai aku bingung harus berbuat apalagi." Ujar Wati penuh sesal.
...
Bian yang sekarang sedang kembali ke kantor
"Wati,tolong buatkan saya laporan keuangan!" Ujar singkat Bian yang membuat Wati dan Andi gelalapan.
Wati dan Andi kaget, karena mereka habis membicarakan Bian ,tiba tiba dia datang tak diundang wkwkwk
"Baik pak" jawab Wati
"Bapak sudah makan siang..? " Tanya Wati lagi
"Sudah" Jawab singkat Bian.
Wati yang berusaha ingin mendapatkan hati bosnya itu selalu gagal,mungkin Bian memang tidak tertarik kepada Wati.Segala cara Wati lakukan namun semua hanya membuang buang waktu saja.
Bian meninggalkan mereka dan masuk ke ruangannya.
"Huh..aku lapar sekali"Gumam Bian mengusap usap perutnya.
...
criing....cringg..
Suara di dalam dapur yang bertanda Pak Bian memanggil,namun Manda mengabaikannya karena Manda tidak mengetahui apa arti suara tadi.
40 menit kemudian.
Pelayan itu tidak datang sama sekali,Bian mencoba menunggu.
Beberapa saat kemudian.
Bian kesal karena dia lapar namun tidak ada apapun yg bisa ia makan, dan usaha Bian memanggil yang didapur tidak berhasil.
dan akhrinya Bian turun kebawah untuk memanggilnya.
...
Di dapur kantor.
Manda yang sedang istirahat karena banyak sekali yg harus diantar kepenjuru ruangan, dikagetkan dengan digobrakan pintu.
daaarrrrrrr!!!
"hei kau gadis bodoh !apa kau tuli atau pura pura tidak tahu suara tadi hah! " Ucap Bian memarahi Manda.
"Maa ...maaf pak , saya tidak mengetahui kalau suara tadi panggilan dari bapak.." jawab Manda dengan takut.
__ADS_1
"Sudah tidak usah banyak bicara! bawakan aku makanan !!cepat!! antarkan keruangan saya !" Bentak Bian dan berjalan keluar untuk kembali ke ruangannya.
Bian termasuk orang yang tidak pernah memarahi apalagi menyakiiti seorang wanita. Namun masa lalunya yg membuat itu semua sebagai abu dalam hidup Bian. Dalam hati Bian merasa tidak tega ,namum hasrat Bian yang menutupi hatinya itu seperti lumut.
"Aku bawakan apa ya.." ujar Manda kebingungan.
"Ooh iya bawakan masakan cumi tadi aja, siapa tau di suka"ujar Manda dengan lega.
"Hhmmm.. tapi kalau gak suka bagaimana ya.."ujar Manda lagi kebingungan.
Manda dengan takutnya membawa makanan ke ruangan pak Bian , karena Manda tahu sekali watak pak Bian itu seperti apa.Dan tidak ada pilihan lain,hanya masakan cumi cumi yang ada.
Dan pada akhirnya Manda bergegas menuju ruangan pak Bian.
Setibanya di ruang Bian.
tok..tok..tokk..
N*amun tidak ada jawaban dari pak Bian ,dan mencoba lagi mengetuk pintu.
Tokk...tokk..tok..
Namun juga tidak ada respon dari pak Bian.
dan terpaksa Manda membuka pintu pelan pelan*.
tiba tiba..
"hei !!Lancang sekali kau masuk keruanganku tanpa ketuk pintu!siapa dirimu beraninya hah !" ujar Bian dengan marah.
Bian kaget dan merasa bersalah,namun dipikiran bian itu sangat membenci wanita.
Namun Bian tetap saja dingin diam tanpa kata.
"Baiklah pak ,saya permisi dulu" ujar Manda sambil mundur pelan pelan menuju pintu.
"Siapa yang menyuruhmu pergi dari ruangan saya!tunggu saja ,sampai makanan ini habis kau boleh pergi dan membawa piring kotor ini keluar,oh ya tolong ambilkan segelas air minum,saya tidak bisa makan dengan baik tanpa minuman "Ucap Bian dengan nada biasa.
Dan Bian langsung memakan dengan lahap ,dari pertama sesendok nasi masuk kedalam mulut Bian, perut Bian menjadi semakin menjadi jadi.Bian seperti orang tidak makan selama setahun.
Manda pun tetap berdiri dibelakang pintu sambil menunggu pak Bian selesai makan.
Manda hanya melihat tingkah rakus Bosnya itu saat makan,manda pikir Seorang Bian jarang makan karena sibuk bekerja,Manda yang tersenyum kecil melihat Bian makan selahap itu.
10 menit kemudian
"Bawa semua piring kotor ini,dan bersihkan meja beserta lantai! aku sangat benci bau dan kotoran di lantai" Ujar Bian berjalan menuju sofa untuk berbaring santai.
" Baik pak" Jawab Manda dengan sedikit kesal.
Mandapun membereskan meja dan juga lantai yang kata Bian itu kotor,padahal lantai sangat bersih tidak ada kotoran sama sekaki,jangankan kotoran,debu saja tidak ada.
"Kalau bukan bos aku,aku bakalan patahin lidah itu orang"Gumam Manda.
"Apa kau bilang?!!"Bentak Bian
__ADS_1
"Tidak pak,saya permisi dulu."Ucap Manda tersenyum paksa.
"Dasar wanita !" gumam Bian ketika Manda sudah keluar dari ruangannya.
Setelah selesai membereskan ruangan Bian,Manda berjalan menuju dapur.
Saat turun dilantai 2 ,ada seseorang yang memanggil nama Manda.
....
"Manda...!"Teriak Andi
Manda menghampiri andi
"Iya ada yang bisa saya bantu pak"Ucap Andi.
"Tidak ada ,aku hanya mengetes telingamu saja"Ucap Andi berbohong.
"Oh ya sudah saya pergi dulu"Ucap Manda kembali berjalan.
Sesampainya di di dapur,Manda duduk sambil merebahkan seluruh badannya.
Dan menunggu jam pulang.
..
..Manda pergi ke kamar mandi untuk ganti pakaiannya itu,karena dia akan pulang,sehingga baju kerjanya harus dilepas saat diluar kantor.
Setelah ganti pakaian, Manda duduk kembali dan melihat foto bapaknya yang sedamg tertidur pulas.
"Manda sangat merindukanmu pak, ternyata begini cari uang ya pak.Walaupum sudah Sarjana,tapi Manda tetap harus bersyukur ya pak ,karena Manda cari uanh dengan cara yang halal. Pak bapak,seandainya Manda tahu wajah mamah Manda itu,pasti kalau aku berjumpa dijalan akan aku bawa pulang untuk bapak.Sayang sekali,bapak merahasiakan mamah Manda itu,tapi Manda gak marah kok pak, Manda tahu ..pasti ini jalan terbaik buat Manda."Gumam Manda yang terus memandangi foto bapaknya itu yang sedang tertidur pulas waktu itu.
"Pak,,,"Ucap Manda melihat foto bersama Manda waktu masih di bangku Sekolah Dasar.
"Pak,kenapa hasil foto ini ada bekas sobekan terus pak,apa ini mamah" Gumam Manda terus.
sampai sampai pukul๐๐
...
#16.00 WIB
Jam sudah menunjukan pukul 4 sore.
Jam kerja seluruh karyawan habis.Mereka pulang 1 persatu.
...
Disisi lain Bian pulang dan tidak lupa mampir ke Taman kota.Dan disisi lain Manda juga berjalan mencarai ojek.Namun karena keadaan Manda sangat lelah ,Manda pergi ke taman kota untuk duduk sambil menunggu kendaraan lewat.
Manda yang setiap kali melihat jam merasa kawatir untuk pulang,karena hari semakin sore,pasti bapaknya sangat mengkhawatirkan putirnya itu.
-semakin kesini semakin nambah sakit athornya๐๐----
next...
__ADS_1
wait UP๐ค๐ค๐ค...