ARAH LANGKAH

ARAH LANGKAH
Bab 22


__ADS_3

Setelah Bian menyelesaikan misinya.


Bian pergi dengan para polisi dan pengacara Bian menuju rumahnya.


***


Setelah beberapa saat akhirnya rombongan Bian telah sampai di rumah Bian.


Bian langsung masuk dan berteriak memanggil Cristy.


"Cristyy!!! Dimana kau baj**gan !!! Cristy!!!" Teriak Bian sangat keras dan menakutkan.


Cristy yang sedang santai menonton televisi mendengar teriakan Bian.


"Bian kenapa memanggilku sekeras itu" Gumam Cristy dan berjalan kearah suara itu.


Cristy menuju ruang tengah, karena Bian ada disitu.Tanpa Cristy sadari disitu ada 3 anggota polisi dan 1 pengacara.


"Ada apa sayang kau memanggilku, pelankan suaramu itu. Aku pasti mendengarmu bukan" Ucap Cristy dengan santainya.


"Kurang ajar!!!!!! plaaakkkkk " Ucap Bian emosi dan menampar Cristy.


"Berani beraninya kau menamparku Bian!"Teriak Cristy.


"Diam kau!! wanita pembunuh!!! Karena ulahmu calon anakku meninggal. Dan Istriku sekarang kritis karenamu!!Kau harus bertanggung jawab atas semuanya!!" Ucap Bian penuh emosi dan mengepalkan tangannya.


"Hahahaa..bagus kalau begitu endingnya. Jadi aku pemenangnya dalam permainan ini, sehingga aku satu satunya istrimu Bian " Ucap Cristy tertawa kemenangan.


"Ya !Kau pemenangnya!Maka dari itu kamu harus mendapatkan hadiahnya... Pak polisi tangkap dan bawa dia ke jeruji paling menyeramkan di tempatmu.Aku sudah sangat muak melihat wajah wanita ini, "Ucap Bian ingin menyekik leher Cristy.


"Apa maksudmu ini hah!! Kau memasukanku dalam penjara. Aduh Bian, kau itu suka bercanda juga ya..Sama seperti dulu " Ucap Cristy senyum senyum.


"Bawa dia. Dan ini surat perceraian kita !! Mulai sekarang kau buka istriku lagi!!" Ucap Bian sambil melempar amplop berwarna cokelat.


Tanpa basa basi Cristy langsung dibawa oleh anggota polisi, Cristy yang tidak sadar karena Bian telah membawa anggota polisi kerumahnya, sehingga Cristy hanya bisa pasrah tanpa sekutik ucapanpun.


**


"Ayo Bi, waktu kita tidak banyak Bii" Ucap Andi karena melihat jam ditangannya sudah menunjukn bahwa Bian sudah meninggalkan Manda selama 2 jam lebih. Bian yang melihat jam tangannya langsung terkejut dan berlarian menuju mobil.


Mereka berdua bergegas menuju mobil dan Andi yang menyetir itu ikut berlinang air mata. Andi yang baru pertama melihat sahabat dan bosnya itu menangis.


Mereka kerumah sakit memakan waktu kurang lebih 15 menit.


***


Setelah sampai di parkiran rumah sakit. Bian langsung turun dan berlari menuju ruang rawat Manda. Bian berlari sangat cepat dan terlihat air mata di pipinya.


Andi mengikuti Bian , Andi merasa ada sebuah keresahan dalam hatinya.


Setelah sampai di depan pintu kamar rawat Manda. Bian membuka pintu dan masuk kedalam kamar menuju Manda yang sedang terbaring lemah, yang sedang berjuang hidup dan mati.


"Sayang, aku sudah disini. Bangunlah, kita akan pulang kerumah dan kita besok liburan keliling dunia yaa"Ucap Bian mengelus rambut Manda.

__ADS_1


Andi masuk kedalam ruangan bersama dokter dan suster.


"Sayang, cepat bangun. Aku sudah membalas semuanya, bangunlah sayang..."Ucap Bian yang tidak kuat menahan air matanya.


Semua orang yang ada di ruangan hanya terdiam, Andi yang melihat hanya bisa berdoa akan kesembuhan Manda. Andi juga berlinang air mata, melihat kesedihan Bian yang sangat menyakitkan menurut Andi sehingga Andi ikutan mewek juga😭.


"Dok, kenapa Istri saya tidak merespon.. Dan lihatlah kenapa sangat pucat sekali Dok.." Ucap Bian menarik narik dasi dokter itu.


"Bersabarlah Pak Bian, berdoalah yang terbaik untuk istrimu! Ucap Dokter itu.


Bian yang tidak tega melihat itu semua, Bian memeluk tubuh Manda.


Tiba tiba bunyi suara monitor terdengar.


Tttttttttttttt___________________________


Dokter itu bergegas cepat mengambil pendetak jantung. Dokter itu berusaha agar detak jantung normal kembali. Usaha usaha yang Dokter itu lakukan ternyata....


****


"Ada apa dengan Istri saya Dok.." Ucap Bian dengan 1001 harapan.


"Maafkan kami Pak, semoga Pak Bian bisa sabar menerima semua ini... Istri Bapak sudah meninggal" Ucap Dokter itu dengan sangat berat hati.


"Apa maksud ucapanmu itu hah!!! Ucap Bian penuh amarah.


Melihat suster yang menarik selimut putih dan menutupi seluruh tubuh Manda dari ujung kaki sampai ujung kepala, Bian sangat lemas dan sangat sakit sekali mendengar bahwa Manda sudah pergi meninggalkannya.


"Manda... Bangun Manda... Kamu sudah berjanji kepadaku untuk hidup bersama sampai kita tua nanti, bangunlah Manda.. Sayangkuu...hikss...hikss... " Ucap Bian sangat sedih dan meneteskan air mata.


"Tidakkkk!!! Manda..... hikss...hikss...." Teriak menangis seorang Bian.


"Sayang, ayo bangun. Kalau calon anak kita meninggal tidak apa apa, kita bisa buat dedek lagi ya kan sayang, ayo bangun .. hikss..hikss... Sayang bangunlah aku mohon, aku tidak bisa hidup tanpamu ..hiksss...hikss..."Ucap Bian tersenyum penuh tangis karena sangat kacau sekali hatinya.


Bian terus berharap akan Manda.


Menangis dan memohon untuk kepulihan Manda. Bian terus menangis, hati Bian sangat kacau dan berantakan.


"Sayang... hikss..hiksss.. Bangunlah aku mohon.. Aku berjanji padamu akan menjadi suami yang lebih baik lagi sayang.. hiksss..hiksss.. Aku mohon kepadamu.. Kalau kemarin aku masih kurang baik, aku berjanji kalau tuhan mengizinkan untuk kita bersama lagi, aku akan berjanji bahwa aku akan menjadi lebih baik lagi dan akan selalu mencintaimu dan tidak akan mengacaukan rumah tangga kita. Sayang... Hikkss... hkkss.. aku mohon padamu jangan pergi tinggalkan aku sendiri disini.."Ucap Bian terus memeluk tubuh Manda dengan erat.


Bian terus merangkul dan tetap memeluk tubuh istrinya itu, Bian sangat berat hati atas kepergian Istri tercintanya, dia telah kehilangan calon anaknya, dan sekarang telah kehilangan Istri tercintanya.


Andi terus berada disamping Bian, Andi ikut lemah dalam situasi ini. Andi bingung harus mengatakan apa .


"Bian.. Percayalah padaku. Mandamu akan kembali lagi kepelukanmu.Kau yakin dengan hatimu" Ucap Andi memeganh kedua bahu Bian.


Bian terus diam, Bian mendengarkan apa yang Andi katakan, namun Bian menghiraukannya. Bian terus memandang wajah Manda yang sangat pucat.


Melihat wajah Manda , Bian teringat akan kebersamaannya waktu dulu. Pertama melihat dan mengenalnya, hingga mereka berdua ditakdirkan bersama.


"Manda, kau ingat dulu waktu pertama kita bertemu bukan.."Ucap Bian membayangkan pertemuan konyolnya dulu dengan Manda.


Bian terus bercerita, Andi yang mendengarkan tetap dalam keheningan.

__ADS_1


Tok..tok..tok....


Andi berjalan membuka pintu, dan ternyata ada Wati yang datang.


"Bagaimana An keadaan Manda sekarang" Ucap Wati dengan hati hati.


Andi dengan wajah kusam dan lemas hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Wati yang mengerti apa maksud Andi itu langsung masuk dan melihat Manda.


"Pak, aku sangat turut berduka cita. Bapak yang kuat dan tabbah, terus berdoa semoga ada keajaiban pada Manda. Aku yakin, Manda sedang berjuang untuk kembali padamu lagi."Ucap Wati memegang lengan Bian.


Bian hanya diam dan terus bersedih.


**


Dialam lain


Manda melihat Bapak yang sedang berayun ayun dengan seorang peri cantik, Manda menghampiri Bapaknya .


"Pak, aku sangat merindukanmu", Ucap Manda dengan nada lemas.


"Aku juga merindukanmu Nak, tapi tempatmu bukan disini. Kembalilah kepada suamimu Sayang.." Ucap Bapak Manda.


"Tidak Pak, kau bahagiaku " Ucap Manda.


"Tidak Nak, bahagiamu itu bahagia suamimu. Dan bahagia kalian adalah bahagiaku, kembalilah Sayang.. Suami sangat membutuhkanmu. Kasihan dia, dia sangat mencintaimu Nak.. Kembalilah,, Bapak sangat bahagia disini, dan sangat lebih bahagia melihat kalian berdua bersama sama lagi" Ucap Bapak Manda dan tiba tiba menghilang dari hadapannya.


"Benar apa kata Bapak " Ucap Manda.


Manda terus berusaha berjuang hidup dan mati.


Hingga pada saat itu....


selang monitor yang akan dilepas tiba tiba berbunyi nyaring sekali.


tiiitt.....titt.....tit......


Suara pertanda ada detak jantung, dan Suster yang mendengar dan menoleh kearah pasiennya yaitu Manda. Kaget dan sangat tidak menyangka, jari jemari Manda bergerak, bibir kecil Manda mulai bergerak.


Bian masih jatuh memeluk tubuh Manda dengam perasaan penuh kesedihan.


...


"Bi...iaa..aann "Ucap Manda terbata bata.


Bian langsung bangun dan melihat arah suara tadi yang menyebut namanya.


"Sayang... Aku ada disini, terimakasih kau sudah kembali lagi .. Sayang.. Jangan tinggalkan aku..."Ucap Bian tersenyum bahagia.


"Dok.. Cepat tangani istriku sekarang"Teriak Bian .


Dokterpun memeriksa Manda, dan mengembalikan segala keperluan Manda seperti selang infus yang tadi sudah dilepas.


Manda masih diam dan memejamkan matanya.

__ADS_1


"Dok, kenapa Istri saya tidak membuka matanya dok, bukankan tadi dia memanggil namaku" Ucap Bian dengan penasaran.


"Tunggu pak, sepertinya Istri anda masih di alam sadarnya, ini mukjizat tuhan.. Istri Anda hidup kembali"Ucap Dokter itu sambil menepuk bahu Bian.


__ADS_2