ARASHI HUNTER

ARASHI HUNTER
Ditangkap kerajaan lagi?


__ADS_3

"Hah? jiwa yang membara?, jangan jangan Jiwa milik AKARA bisa membuat Phoenix menetas?" ucap Yuki sambil memikirkan keadaan telur Phoenix itu.


Yuki merasa bimbang karena terlalu bingung dengan dua pilihan yang sulit antara membangkitkan Phoenix atau menjaga jiwa Akara.


Tring!!!!!


Tiba tiba terdengar alarm yang berbunyi sangat keras di dalam area kerajaan SHIRO, Bunyi alarm tersebut membuat seluruh masyarakat yang sedang berkegiatan langsung menghentikan kegiatannya dan langsung berlari menuju ke satu titik.


Area berkumpul itu ternyata adalah area lapangan di depan kerajaan SHIRO, Yuki yang mendengar getaran besar langsung pergi menuju lapangan untuk mengecek keadaan.


"Apa yang terjadi? alarm apa itu Sol?" tanya Yuki kepada Sol yang sedang berdiri di depan istana kerajaan SHIRO.


"Oh.. anda datang tepat waktu tuan, kali ini anda akan melihat latihan wajib penduduk kerajaan SHIRO ini," jawab Sol dengan muka merasa bangga.


"Latihan wajib? apa tujuannya?" tanya Yuki lagi dengan muka yang masih kebingungan.


"Singkatnya ini adalah latihan untuk memperkuat kekuatan kita untuk jaga jaga jika terdapat musuh yang kuat saat anda pergi meninggalkan kami," Jawab Sol.


"Begitu ya, kalau begitu semangat ya," ujar Yuki kepada Sol sambil pergi meninggalkan area lapangan.


"Baiklah semuanya, terima kasih telah datang ke area lapangan ini dengan cepat, ini adalah hari dimana kita akan meningkatkan kekuatan tempur untuk melawan para penjajah yang memasuki kerajaan SHIRO," teriak Sol kepada warga kerajaan SHIRO.

__ADS_1


"Siap pak!!!" seluruh warga menjawab serentak.


Yuki yang masih bimbang pergi menuju kerajaan Alpha, Yuki mencari bar untuk dia meminum beberapa minuman beralkohol untuk menenangkan pikirannya.


Sesampainya di dalam bar Yuki di sambut oleh beberapa wanita dewasa, mereka menggoda Yuki dengan tubuhnya yang lumayan berisi.


"Tuan, apakah kau perlu pelayanan?"


"Ayo pilih aku saja, aku akan melayani mu dengan sangat baik"


Yuki yang masih merasa bimbang tidak menghiraukan godaan para wanita dewasa itu.


"Hey pak, berikan aku segelas besar bir" ucap Yuki sambil duduk di depan meja bar.


"Baiklah, ini uangnya," Ucap Yuki sembari memberikan uang 1 silver kepada pramusaji itu.


Setelah menerima segelas bir, Yuki langsung meminum setengah gelas besar dengan satu tegakan, hal itu membuat Yuki berfikir sedikit tidak jernih.


Seorang petualang berbadan kekar yang melihat hal itu langsung mendatangi Yuki dengan muka ngeselin.


"Yo bocah, ku lihat kamu baru saja mengeluarkan uang 1 silver dari kantung mu, sebaiknya jika kamu tidak ingin terluka lebih baik kamu menyerahkan semua uang mu padaku," Ucap petualang tersebut kepada Yuki.

__ADS_1


Yuki yang masih sedikit pusing tidak mendengarkan peringatan dari petualangan itu, Petualang itu merasa kesal karena tidak dipedulikan oleh yuki.


Petualang itu langsung mengeluarkan sebuah pedang raksasa di punggungnya dan mengacungkan ke leher yuki.


"Hey bocah, beraninya kamu mengabaikan ku" ucap petualang itu sambil mengancam Yuki.


Yuki masih tidak mendengarkan peringatan dari petualangan itu, Petualang yang mulai terlalu kesal langsung berniat menebas kepala Yuki dengan pedangnya.


Tring!!!


"Hentikan!, dilarang membuat keributan di dalam bar ini," pemilik bar yang merupakan seorang pria berbadan maskulin datang menangkis serangan dari pria petualang itu dengan sebuah pisau dapur.


"cih, kau beruntung, jika kita bertemu lagi di luar kau akan habis," ucap pria petualang itu kabur saat melihat pemilik bar itu.


"Kamu tidak apa apa tuan?" tanya pemilik bar itu kepada Yuki.


Yuki yang masih dalam keadaan pusing tidak dapat mendengar suara dari pemilik bar tersebut, Dibandingkan marah pemilik bar itu hanya bisa memberikan sebuah 1 gelas bir untuk Yuki lalu meninggalkan area bar dengan santainya.


Setelah Yuki meminum 2 gelas bir itu, akhirnya Yuki tertidur pulas di meja bar selama 6 jam penuh.


Brak!!!

__ADS_1


"Bangunlah anda akan kami bawa ke istana atas tindakan penyerangan seorang anak bangsawan" ucap seorang prajurit yang tiba tiba membangunkan Yuki dengan kasar.


"Huh?" Yuki terkejut melihat beberapa prajurit yang berniat menghadangnya.


__ADS_2