
Setelah seminggu, aku sudah berkemas untuk acara hari ini. Ya, acara di perkemahan. Aku penasaran kegiatannya apa saja. Kalau masalah anggota kelompokku, aku tidak peduli. Itu bukanlah masalah besar. Sebelum berangkat, aku juga mengirimkan surat untuk ayah dan ibu. Kita tidak bisa bertemu, tapi kita tetap bisa berkomunikasi. Aku terkadang juga berpikir, apakah aku akan merasa kesepian. Ay,ah dan ibu tidak ada, termasuk Kak Peter, Kak Nikel, dan Kak Taylor. Hah, satu-satunya orang yang akrab denganku hanyalah Ian. Yah, mau bagaimana lagi.
Sesampai area perkemahan, kami semua meletakkan barang-barang kami di gazebo. Lalu berbaris di halaman perkemahan.
"Baik, ini adalah halaman perkemahan kalian. Disini akan dibagikan sepuluh kelompok yang berisi tiga orang."kata Pak Robert.
Aku melihat sekelilingku, ternyata tiap kelompok punya area mereka masing-masing. Aku melihat tiga tenda dan tiang dengan bendera bergambar di tiap area kelompok. Setiap kelompok, gambar benderanya adalah berbagai jenis berlian berbeda-beda.
"Baik, kelompok kalian akan dibagi dengan kalian mengambil satu gulungan kertas yang ada didalam wadah ini. Tiap gulungan akan memiliki gambar yang sama dengan tiap bendera. Setelah kalian melihat gulungan kalian, kalian langsung berkumpul di tenda masing-masing. Apa kalian mengerti?"lanjut Pak Robert.
"Mengerti, pak!" semua bersorak.
Kami pun berbaris untuk mengambil gulungan kertas.
Setelah mengambil gulungan, aku pun langsung membukannya. Ternyata aku mendapatkan Winston Blue. Benar, Winston Blue adalah berlian yang ditemukan di sebuah tambang di Afrika Selatan, berlian ini diberi nama seusai dengan penemuan Harry Winston, seorang pengusaha perhiasan global kelahiran setempat. Aku sudah belajar banyak tentang ini sih. Aku pernah membacanya di perpustakaan. Haah, kalo dipikir-pikir, aku pasti perempuan sendiri di kelompokku. Tentu, karena aku satu-satunya perempuan di kelas. Setelah melihat gulungan itu, aku langsung membawa tasku ke perkemahan kelompokku.
Sesampai di perkemahan, doeng.... aku melihat Ian di perkemahan dengan senyumnya yang cerah. Kenapa harapannya terkabul ya? Atau dia minta tukar kelompok dengan yang lain? Tidak, aku tidak memberitahu Ian aku di kelompok Winston Blue kok.
"Hai, Aria."katanya.
"Haaah, kenapa harapanmu terkabul ya?"kataku.
"Hmm, mungkin udah takdir."Ian cengar-cengir.
"Jangan mimpi, kau bukan tipeku."
Sangat terlihat Ian sedang muram tetapi dia tetap mencoba untuk tersenyum. Tunggu dulu....
"Oh ya, setiap kelompok memiliki tiga anggota kan? Kenapa kita ber dua?"kataku.
__ADS_1
"Benar juga, kira-kira siapa yang akan sekelompok dengan kita ya? Aku penasaran."
Secara tiba-tiba, ada yang datang dan membawa tasnya.
"Ma-Maaf, apa saya terlambat?"
Ternyata orang terakhir yang akan sekelompok denganku dan Ian adalah Jeffery Time. Jeffery Time adalah anak satu-satunya dari keluarga Time. Aku dengar dari rumor bahwa dia akan menjadi penerus keluarga Time. Bisa dibilang dia orang yang hebat.
"Tidak, kau tidak terlambat. Aku juga baru datang."kataku.
"Kalau begitu, selamat datang, Jeffery."kata Ian.
"Oh, terima kasih."
Tiba-tiba Pak Robert datang ke area perkemahan kami.
"Benar, Pak Robert."jawab Ian.
"Aku beri waktu tiga puluh menit untuk meletakkan barang kalian ke dalam tenda. Oh ya, kalian harus menentukan siapa ketua kelompok kalian. Lalu ketua kelompok kalian akan menemuiku di tengah halaman perkemahan."lanjut Pak Robert.
Pak Robert meninggalkan kami.
"Jadi... siapa yang akan jadi ketua?"kata Jeffery.
"Eeem.... sebaiknya kita tentukan nanti setelah menata barang kita di tenda."kataku.
Kami pun masuk untuk menata barang-barang kami.
Setelah kami menata barang kami, kami mulai menentukan ketua.
__ADS_1
"Jadi.... Siapa ketuanya?"kata Jeffery.
"Siapapun yang pasti bukan aku."kataku.
"Kenapa begitu?"kata Ian.
"Aku hanya berpikir itu merepotkan."kataku.
"Benar juga sih. Aku juga tidak mau. Kalau begitu, kau saja Jeffery."kata Ian
"Tidak, aku tidak hebat untuk menjadi ketuanya." kata Jeffery.
Kami sudah lima menit berdebat soal siapa ketuanya dan aku sudah merasa jengkel.
"Oke, oke, aku yang ketua. Sungguh, aku sudah melihat jam tanganku. Kita sudah berdebat selama lima menit."kataku.
"Baiklah, kau harus pergi menemui Pak Robert." kata Ian.
"Iya aku tau, aku pergi dulu."aku pun pergi.
Aku terpaksa, jadi mau tidak mau aku menjadi ketua.
Sesampai disana, semua ketua berkumpul untuk mendengar pengumuman dari Pak Robert.
"Baik, semuanya. Untuk hari ini, semua siswa freetime. Lalu untuk kegiatan besok, kalian akan mengikuti jadwal ini."Pak Robert menunjukkan sebuah kertas di tangannya.
Pak Robert pun membagikan kertas jadwal. Masing-masing kelompok mendapatkan tiga lembar, semuanya dapat.
Hah, hari ini tidak terlalu menyenangkan. Hanya datang kesini lalu freetime. Semoga besok akan terjadi sesuatu yang menarik. Apapun! Tolong terjadi agar aku tidak bosan. Fyuh, saatnya menantikan besok.
__ADS_1