
Rumah Keluarga Gamalael
"Aku tidak mau ma!" Jawab Aries. Tetap pada pendiriannya.
"Ayolah sayang. Ini yang terakhir. Mama janji ini benar-benar yang terakhir" Mama Aries menunjukkan jari tangan berbentuk V pada Aries.
"Mama. Aries sudah bilang tidak akan ikut pementasan drama. Titik!" Aries bersikeras menolak permintaan mamanya untuk tetap memerankan tokoh Romeo.
"Drama ini sangat penting buat mama nak. Daridulu mama ingin cerita ini dipentaskan. Tetapi saat itu tidak ada yang cocok memerankan Juliet..Naahh barulah sekarang ada yang benar-benar cocok untuk menjadi Juliet, sayang" Rayu mamanya Aries.
"Bukannya Script Romeo dan Juliet sudah ada dari dulu ma??..Dan mama juga pengennya tahun ini dipentasin, iya kan ma??.. Kenapa harus bilang begitu sih???" Aries semakin sewot karena mamanya dari tadi muter saja tak tentu arah membuat Aries semakin tidak sabar untuk pulang ke Apartemennya.sendiri.
"Dan menurut Aries semua anak teater pastilah mampu memerankan tokoh Juliet, mama!!" Penekanan Aries kepada mamanya.
"Oke. Oke sayang. Memang kamu benar. Anak-anak teater pasti bisa memainkan peran sebagai Juliet. Tapi....Apakah kamu yakin semua anak mampu dapetin feelnya??. Semua orang bisa maen drama. Tapi tidak semua orang mampu memerankan perannya secara Epic. Paham sayang??" Jawab Mama Aries.
"Memangya mama yakin kalau anak mahasiswi baru itu mampu meranin karakter Juliet dengan baik ma???" Tanya Aries.
"Mama yakin. 100% yakin. Absolutely!. Mama sudah lihat video rekaman dia saat reading script naskah Romeo dan Juliet yang dikirim pak Jhony ke mama" Ujar mama Aries antusias.
Aries masih terdiam. Hanya melihat wajah mamanya yang sangat bersemangat membahas acara pementasan drama tersebut.
Dalam hati dia merasa iba melihat mamanya. Mamanya bahkan turun tangan langsung menangani acara itu. Mulai dari script naskah, pemilihan pemain, make up para pemain,kostum para pemain serta konsep dekorasi panggung yang akan digunakanpun telah diatur oleh mamanya.
Tiba-tiba terselip perasaan aneh dalam diri Aries. Yaitu perasaan untuk tidak mengecewakan mamanya. Serta perasaan untuk menjadi yang terbaik bagi mama tercintanya.
Aries menghela nafas panjang. Lalu....
"Baiklah mama menang. Aries mau menjadi Romeo" Akhirnya Aries tetap tidak sanggup untuk say No! pada mamanya.
"Oohh myHandsome boy. Thank you!!: Nyonya Magdalena refleks memeluk serta mencium pipi putra tampan satu-satunya tersebut.
"Tapi ini untuk yang terakhir kalinya Aries turut serta dalam acara drama dikampus kita ya ma. Aries merasa bosan menjadi tokoh utama terus menerus" Keluh Aries.
"Lagian juga Aries merasa sudah expired. Sudah tidak layak diatas panggung. Masih banyak senior serta junior yang mungkin lebih hebat daripada Aries. Berikan mereka kesempatan ma" Cercau Aries.
"Allright!!!. Mommy Agree boy!. This is the last one. Mommy promise" ( Baiklaaah. Mama janji ini yang terakhir kalinya.)
"Expired???. Come on. Don't say that!!. Jangan pernah bilang kalau kamu sudah expired. Jika kamu sudah expired??... "
__ADS_1
"Terus mama sudah the end gitu kah???. Atau jangan-jangan kamu nyindir mama nih ya??..iya kan Aries???!!!" Mama Aries mulai menaikkan 1 oktaf volume suaranya.
Aries mencoba menelan saliva yang agak kelat. Bingung mau menjawab apa.
POV Aries: Waduh. Kalau mama sudah dalam mode on tersinggung begini. Aku menjelaskan apapun pasti tidak akan berguna. Karena mama sudah negatif thingking duluan. Waduuhh wajah mama udah merah niih...Terus kepalanya udah mulai keluar asap kayak kereta api jaman perang. Mampus aku!!!!.....
♧♧♧
Universitas Pelita Negara
Gemini tergesa-gesa berjalan setengah berlari memasuki ruangan tempatnya belajar pagi ini. Setelah memasuki ruangan tersebut. Atmosfir yang biasanya hangat sekarang terasa berbeda.
Gemini mencari kursi yang biasanya dia duduki. Biasanya kursi tersebut berada ditengah-tengah Tina dan juga Mona. Tapi sekarang Tina dan Mona duduk bersebelahan. Sedang kursinya???.
Gemini celingak-celinguk mencari kursinya. Ruangan kelas teknik kimia ini sangatlah ramai. Tapi kenapa tidak ada satupun yang bertanya ataupun membantu Gemini. Ya sudahlah. Gemini hanya pasrah namun tetap bertanya-tanya dalam hatinya kenapa teman-temannya sekarang berubah mendiamkannya???...
Padahal minggu lalu mereka belajar kelompok bersama dikelas setelah perkuliahan usia. Waktu itu ada tugas dari pak Frederick yang menurut teman-teman Gemini sangat sulit. Sedangkan Gemini bisa mengerjakannya. Akhirnya atas inisiatif teman-teman sekelas yang tidak bisa mengerjakan tugas tersebut mengajak Gemini untuk belajar kelompok bersama dikelas seusai mata kuliah pelajaran yang terakhir.
POV Gemini: Ada apa dengan teman-temanku??... Mengapa sikap mereka menjadi begini??. Diam, cuek serta acuh tak acuh padaku. Apa salahku pada mereka??.
Gemini mencoba mengingat-ngingat salah dan dosa apa yang telah dilakukannya pada teman sekelasnya. Gemini berpikir keras, tapi tetap saja nihil. Gemini merasa tidak pernah berbuat jahat ataupun menyakiti teman sekelasnya. Tidak satu orang temanpun!.
"Hai Tina. Hai Mona Apakah kamu tahu dimana kursiku??" Tanya Gemini kepada kedua sahabatnya tersebut.
Mona tidak menjawab namun hanya menggeleng saja acuh tak acuh. Namun sesekali melirik Tina.
"Maafkan aku Gemini. Aku tidak tahu" Jawab Tina dengan wajah datar biasa, namun tanpa disadari oleh Gemini,Tina menyunggingkan seulas senyum yang mengejek.
Gemini tidak menyadari tersebut karena setelah mendapat jawaban dari Tina. Geminipun berjalan kebelakang untuk mencari kursi yang biasanya dia duduki.
Gemini sangat hafal kursi tempat duduknya itu. Karena dibawah, atau dialas kaki kursi tersebut. Gemini telah mengukir nama 'Mini' disana. Yaitu nama panggilan kesayangan dari Ayahnya. Setelah sekian menit mencari. Tapi tetap Gemini tidak menemukannya.
"Selamat pagi anak-anak!" Tiba-tiba dosen mata kuliah pagi ini telah memasuki ruangan kelas Gemini.
"Selamat pagi pak!" Jawab teman-teman Gemini serempak termasuk Gemini yang menjawab pula.
Gemini menuju depan kelas. Berjalan ke meja dosennya yang sedang meletakkan buku diktat yang dibawanya.
"Pak. Permisi. Saya mau lapor. Kursi saya hilang pak" Gemini mengadu kepada dosennya.
__ADS_1
"Hilang??. Kursi tempat dudukmu??" Tanya pak dosen keheranan.
"Kenapa bisa hilang??..Kemarin apakah masih ada??" Tanya dosennya.
"Ada pak. Kemarin kursinya didekat Tina dan Mona" Jawab Gemini.
"Tina!. Mona!. Apakah kalian tahu kursi tempat duduk Gemini dimana?" Tanya pak dosen pada Tina dan Mona.
Tina dan Mona saling pandang. Lalu serentak menggeleng.
"Saya tidak tahu pak. Saya juga baru masuk hari ini pak. Satu minggu tidak masuk karena sakit pak" Jawab Tina.
"Saya kemarin juga tidak masuk pak. Karena membesuk Tina dirumah sakit. Setelah itu saya mengantar Tina pulang, karena sudah waktunya keluar dari rumah sakit pak. Kata dokter, Tina sudah boleh pulang" Celoteh Mona.
"Ooh baiklah. Kalau begitu yang lainnya bagaimana???..Apakah ada yang tahu dimana kursi tempat duduk Gemini??" Bertanya sekali lagi pada teman-teman sekelas Gemini.
"Tidaak pak!. Kami tidak tahu!!" Serentak semua menjawab.
Pak dosen menoleh pada Gemini.
"Coba kamu pergi ke ruang inventaris dilantai empat Gemini. Bilang saja kamu mau minta kursi baru. Bilang juga bahwa kursi yang kamu duduki telah rusak ya Gemini. Dan Jangan bilang kalau kursi kamu hilang ya Gemini. Jika kamu bilang kursinya tidak ada. Nanti jadi panjang ceritanya. Dan kursi baru akan lama diberikan. Takutnya kamu nanti gak bisa belajar karena berdiri terus Gemini" Ujar pak dosen memberi solusi pada Gemini
"Kalau pihak inventaris bertanya. Mana buktinya kursi kamu yang telah rusak??..Gitu gimana pak??. Gemini harus jawab apa??. Gemini harus jujur jika kursinya memang benar-benar gak ada. Alias hilang pak. Maaf pak Karena Gemini tidak bisa berbohong" Jawab Gemini tegas.
"Ya sudah terserah kamu. Tapi jangan heran nanti kalau ada investigasi ya. Untuk mencari tahu siapa yang dengan sadar berbuat iseng tersebut" Jawab pak dosen.
"Sebelum ke ruangan inventaris. Saya akan ke ruangan rektorat dahulu pak. Untuk melaporkan kejadian ini. Permisi pak!" Geminipun berjalan keluar dari ruang kelasnya. Tujuannya sudah pasti. Ruang Rektorat.
Sepasang gadis yang duduk bersebelahan saling bergenggaman tangan. Keringat dingin mulai keluar membanjiri tubuh mereka diruangan yang BerAC itu.
♧♧♧To Be Continue♧♧♧
Hallo semua. Readers kesayangan Mak Halu. Makasiihh udah dukung Mak🙏🙏🙏
Like, Vote and Coment selaluuuu Mak harapkan🙏🙏🙏🌹🌹
Terimakasih yang sudah memberi Mak Like, Vote and Coment. Semoga Rejekinya makiiin deras(Amiinn). Sederas Cinta Mak Halu ke kalian♥️😘Aisshh!Mak Halu Ngegombal deehh!🤦♀️ Gaklah..Swear!!!.😚🌷
Okayyy...Bye-bye...Sampai jumpa di bab berikutnya🙏
__ADS_1
IG: Oesdhieah_Yhanty