
Gemini berjalan dengan cepat, dengan sedikit berlari menuju ruang Rektorat. Sesampainya didepan pintu ruang Rektor. Geminipun mengetuk pintunya secara pelan.
Tok..Tok...Tok
"Masuk!" Terdengar suara berat pak Rektor yang menyuruh Gemini untuk masuk.
"Ceklek!"...Gemini membuka pintunya dan segera masuk kedalam ruangan besar tersebut.
Terlihat Pak Rektor yang sedang sibuk memeriksa dokumen-dokumen kampus.
"Duduklah!" Titahnya pada Gemini.
Geminipun beranjak duduk dikursi yang terletak tepat didepan meja pak Rektor.
"Kamu???" Pak Rektor kaget saat mengetahui yang datang keruangannya adalah Gemini.
"Ada apa kamu sekarang menemui saya???" Pak Rektor mulai gelisah membayangkan hal-hal yang tidak-tidak.
Karena jujur. Pak Rektor trauma atas insiden diawal Ospek tersebut yang mengakibatkan jatuhnya hukuman dari Ibu Kepala Yayasan untuk dirinya serta putrinya yaitu Angel. Tak lupa sahabat anaknya yang bernama Katryn juga bernasib sama seperti dirinya. Sama-sama mendapat sanksi tegas dari Ibu Kepala Yayasan.
"Saya mau melapor pak!" Jawab Gemini lugas tanpa adanya raut wajah ketakutan.
"Melapor soal apa???. Saya bukan polisi!" Jawab pak Rektor yang malas menanggapi Gemini.
Gemini mencengkram erat kedua pahanya. Menyalurkan rasa amarah yang sedari tadi pagi berhasil ditahannya hingga saat ini.
"Sabar Gemini. Sabaarrr!!" Gemini menghibur dirinya sendiri.
"Saya tahu kalau bapak bukanlah salah satu dari anggota kepolisian. Saya tidak bodoh pak. Tentunya kalau saya mencari bapak polisi. Pastinya saya akan berlari ke kantor polisi. Bukan malah berlari kesini Ke kantor bapak rektor yang terhor..mat!".
Gemini menjeda kata 'terhormat' karena sejujurnya dia sudah sangat-sangat muak dengan kepala Rektor ini.
Ingin rasanya Gemini menggebrak meja Rektor yang Songong ini. Tapi apa mau dikata. Gemini harus benar-benar menahannya. Menahan emosi yang telah sampai dipucuk ubun-ubun, Karena tahu diri.
Gemini masih ingin kuliah di kampus ini. Jika Gemini melakukan hal-hal nanti yang tidak bisa dimaafkan pihak kampus, maka Gemini sendirilah yang akan rugi. Gemini tidak mau diDO ( Drop Out / dikeluarkan ).
POV Gemini: Seandainya saja aku anak orang kaya. Pasti aku akan mempunyai keberanian untuk menendang b*kog makhluk botak yang tidak tahu adat ini. Dasar BoBi Botak Biadab!!!.
Tetapi apalah dayaku. Siapa sih seorang Gemini itu???Hellouuw Gemini Bukanlah siapa-siapa disini. Disini....Dikampus elit ini yang katanya kampus berkarakter tinggi. Tapi apa?? ternyata orang-orangnya sama sekali tidak berkarakter. *****!!. Karakter tinggi???.Cuiihh!!....iya sih tinggi. Tapi yang tinggi adalah hatinya dan nafsunya. Nafsu untuk menginjak-injak harga diri orang miskin kayak aku. Jadi bukan karakternya yang tinggi*.
*Aku adalah orang miskin. Orang miskin mah harus lewatt!. Harus banyak-banyak mengalah. Baik itu dalam keadaan benar tetap aja disalahin. Ya Tuhan maafkan Gemini yang menggerutu dan menghardik ini Tuhan.
Okay fine. Kembali ketujuan awal Tuhan. Tujuan Gemini masuk ke kampus ini adalah untuk belajar dengan baik dan benar. Setelah lulus. Mencari beasiswa S2 diluar negeri. Supaya bisa bahagiain Ayah serta Ibu. Tujuanku sesimple itu. Tapi kenapaaa...Orang-orang tidak jelas macam inilah yang membuat hal simple menjadi ribeeetttt!!!...Oh Tuhan sekali lagi maafkan Gemini, Amiiinn*.
Gemini menghela nafas panjang namun terdengar berat. Terlihat sekali tekanan serta rasa frustasi didalam penglihatannya. Namun hal tersebut tidak serta merta membuat pak Rektor menjadi iba ataupun luluh pada Gemini.
Pandangan Gemini lurus ke arah pak Rektor yang terlihat santai dan sedikit tidak menghiraukannya. Sungguh hati pak Rektor ini terbuat dari apa?. Sungguh Mak juga rasanya geregetan ingin nimpuk. Upzzz🤐. Lanjuuttt the story♥️♥️
Pak Rektor tetap sibuk dengan map dokumen-dokumennya. Tanpa menghiraukan Gemini yang sedari tadi duduk dihadapannya dengan tangan yang bolak-balik saling meremas antara menahan marah juga cemas karena ketinggalan pelajaran.
"Jangan bilang kalau Angel yang telah membully kamu lagi?? Atau kamu sedang dirundung?" Cecar pak Rektor tidak sabar pada Gemimi.
"Saya memang dirundung sekarang pak!" Jawab Gemini tegas.
Mendengar jawaban Gemini. Seketika pak Rektor menutup dokumen yang dia pegang. Meletakkannya diatas meja. Memandang Gemini dengan penuh selidik.
"Siapa yang merundungmu" Tanya pak Rektor was-was. Ada rasa kecemasan serta kekhawatiran jika yang melakukannya kembali adalah Angel putrinya. Maka tamatlah riwayatnya.
__ADS_1
Dulu saat berseteru dengan Gemini. Lalu diberikannya sanksi oleh Nyonya Maria Magdalena selaku Ibu Kepala Yayasan. Pak Rektor telah menandatangani surat pernyataan bermaterai. Apabila Angel mengulangi perbuatannya kembali yaitu merundung siswa baru. Maka secara otomatis pak Rektor akan diberhentikan secara tidak hormat dari jabatannya.
Padahal hukuman yang telah diberikan oleh Ibu Ketua Yayasan tersebut merupakan akumulasi atau kumpulan dari perbuatan-perbuatan pak Rektor yang sedari dahulu telah menyalah gunakan jabatan serta kewenangannya menjadi pimpinan dikampus ini. Dan sebenarnya juga telah diketahui oleh Ibu Kepala Yayasan. Namun beliau masih bisa menolerir sikap-sikap buruk Pak Rektor.
Kemudian saat ada kejadian keributan yang terjadi ketika berlangsungnya Ospek dihari pertama itu. Celakanya kejadian keributan antara Gemini, Katryn dan juga Angel tersebut diketahui oleh Aries dengan mata kepala sendiri. ( fyi: Bab 7 Flash Back on 2 ). Barulah dihari itu adalah puncak kemarahan Ibu Kepala Yayasan kepada Pak Rektor. Pak Rektor tidak bisa mengelak karena yang bersaksi adalah putra pemilik yayasan sendiri.
Gemini masih terdiam. Tidak tahu mau menjawab apa.
"Kamu tuli ya???. Sekali lagi aku bertanya kepadamu. Siapa yang telah merundungmu??" Hardik pak Rektor.
"Ya ampun bapak. Saya tidak tuli pak. Saya hanya berpikir. Saya tidak tahu siapa yang telah merundung saya" Geleng Gemini.
"Lalu...Kamu kesini mau apa??. Mau laporin siapa???" Pak Rektor sudah mulai dalam mode on tensi naik.
"Saya mau bilang ke bapak kalau kursi yang saya tempati sehari-hari saat kuliah itu tidak ada pak. ada yang telah memindahkannya. Dan saya tidak tahu siapa yang memindahkan dan dimana dipindahkannya. Bukankah hal tersebut juga termasuk perundungan pak???" Tanya Gemini.
Karena sebenarnya Gemini tidak mengerti juga apakah yang dia alami juga termasuk perundungan.
"Masalah kursi saja heboh. Kamu itu merepotkan sekali. Sukanya sebentar-bentar melapor!. Iya kalau kamu anak pejabat. Okelah Fine!!. Masih bisa maklum saya. Lha Kamu itu hanya anak orang biasa saja belagu. Harusnya kamu langsung saja ke Ruang Inventaris. Tidak perlu kesini. Gangguin saya saja!!" Omel Pak Rektor.
"Pergilah ke Ruang Inventaris. Nanti akan diambilkan kursi baru oleh petugas inventaris. Tanpa perlu menyusahkan saya disini" Keluh pak Rektor.
"Tapi saya ingin tahu pak. Siapa yang telah menjahati saya. Dengan cara membuang kursi saya pak" Rengek Gemini.
"Kamu yang berada dikelas saja tidak tahu. Apalagi saya???. Bodoh sekali kamu itu!" Hardik Pak Rektor.
"Maksud saya. Bapak kan mempunyai kewenangan untuk bisa memeriksa semua CCTV dikampus. Baik CCTV didalam ataupun diluar kelas pak. Jadi maksud saya kesini untuk....." Belum selesai Gemini berkata. Pak Rektor memotong perkataannya.
"Sudah...Sudah..Aku tidak punya waktu buat meladeni kamu..Pekerjaanku sangatlah banyak. Waktuku sangatlah berharga. Dan kamu janganlah baper. Anggap saja teman-teman kamu itu bercanda. Anggap saja bahwa kamu tuh diprank. Apa susahnya siih positif thingking??. Toh kamu tidak diapa-apain secara fisik kan?? serta tidak terluka kan.?.. Dan kamu juga sehat-sehat saja. Tidak sampai masuk rumah sakit kan?? Baper kamu tuh!!!" Jawab pak Rektor yang ditelinga Gemini mirip sebuah ejekan.
Gemini merasa Stuck dan juga merasa sakit hati.
"Baiklah pak. Terimakasih atas waktu bapak yang amat sangat berharga" Ucap Gemini sembari mengepalkan kedua tangannya erat.
"Ya pergilah. Kamu tuh mengganggu saja" Pak Rektor mengusir Gemini dengan menggunakan isyarat tangannya untuk keluar dari ruangannya.
Geminipun keluar dari ruangan pak Rektor. Menghela nafas panjang.
"Tenang Gemini. Biarkan mereka seperti itu. Tuhan akan membalasnyaaa...Sabar..Sabarr Gemini. Sabaaarrr!!" Monolog Gemini dalam hati sembari menepuk- nepuk pelan dadanya.
"Oke. Sekarang ke ruang inventaris. minta kursi. Setelah kursinya dapat. kembali ke kelas dan anggap kalau tidak ada apa-apa. Okay gemini??..kamu bisa!!." Ucap Gemini pelan menyemangati dirinya sendiri.
♧♧♧
BaseCamp 5HB
"Tuhan tidak mengijinkan kamu absen dari pementasan drama. hehehe..." Charlie terkekeh melihat tampang Aries yang ditekuk.
"Kan dia sudah bilang. Kalau tidak bisa Say No! to his Mom right???" Goda Edward.
Aries semakin manyun.
"Sudaaahh...JNS ajalah Aries" Ujar Steven.
"Apaan tuh??...Saudaranya JNE kah??..Or Sepupunya JNT??" Jawab Michael ngasal.
"Heey kita tidak lagi endorse mereka" Sungut Steven.
__ADS_1
"JNS...Jalani...Nikmati dan Syukuriii...Hahahaah" Kata Steven lalu tertawa ngakak.
"Sakit lu!!" Komen Aries sambil melotot ke arah Steven.
Dan Stevenpun akhirnya hanya bisa tersenyum kecut.
"Terus...Rencanamu sekarang apa Aries??" Tanya Michael mengalihkan suasana yang mulai agak senyap.
"Ya latihanlah..." Jawab Aries malas.
"Sekarang???" Tanya Charlie.
Aries mengangguk.
"Disini??" Tak ketinggalan Charliepun bertanya.
"Iya. Aku sebentar lagi mau reading naskah sama pak Jhony. Setelah selesai. Baru aku sama....siapa tadi namanya??...Yang menjadi Julietnya???Gemini kan ya???" Aries mencoba mengingatnya.
"Aries. Apa kamu masih ingat sama Gemini??" Tanya Michael penasaran.
"Ya aku ingat. Dia dulu yang bertengkar dengan Angel serta Katryn" Jawab Aries sembari menerawang.
"Aries. Dimataku Gemini itu sangalah cantik. Coba kalau kamu melihat matanya. Sangatlah cantik" Puji Edward.
"Aku juga berpikiran seperti itu" Angguk Steven mengiyakan.
"Menurut aku brooo. Gemini itu paket lengkap. Cewek idaman banget!!" Seloroh Charlie.
"Hu um. Aku juga idem gaes" Michael mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Menurut aku biasa saja" Jawab Aries.
"Itu karena kamu masih terobsesi dengan kak Selly" Ujar Charlie.
"Cobalah Aries. Buka hatimu pada wanita lain" Nasehat Steven.
"Jangan sakiti hatimu terus-menerus Aries. Kamu harus Move on" Ucap Edward bersimpati.
"Aku sudah Move on" Jawab Aries.
"Benarkah??..Mana buktinya???" Tanya Michael serius.
"Tiap minggu aku kan Clubbing. Pulangnya kan selalu One Night Stand. Bukankah itu namanya sudah move on??? Tanya Aries dengan wajah yang tanpa ekspresi.
"Itu bukan move on dodol!!...Tapi lari dari kenyataan hati. Mencari pelampiasan!!" Jawab Edward gregetan.
" Ya. Itu namanya pelampiasan" Kata Charlie.
"Berarti kamu belum bisa move on dari kak Selly" Ujar Steven serius, menatap ke arah Aries yang tampak terdiam.
Sedangkan Aries??? Dia diam saja tidak menggubris kata-kata sahabat-sahabatnya. Entah apa yang dipikirkan Aries saat ini.
POV Aries: "*Menjalin hubungan serius dengan wanita??? Sungguh sangat memuakkan sekali. Didalam kamus hidupku tidak akan ada kata serius untuk suatu hubungan dengan.seorang wanita.
Buat apa??..Bagiku semua wanita didunia ini , kecuali mamaku adalah p*lac*r seperti Selly. Jadi tidak akan aku biarkan diriku maupun hatiku untuk menghamba pada seorang wanita.
Aku lebih suka hubungan One Night Stand. Karena tanpa melibatkan hati. Saat sudah melibatkan hati. Maka pasti kita akan dijadikan bu*d*k oleh wanita. Sedangkan One Night Stand??..Justru merekalah...Wanita-wanita itulah yang menjadi bu*d*kku*.
__ADS_1
Aries tersenyum tipis. Terlihat ada luka yang menganga dimatanya.
♧♧♧To Be Continue♧♧♧