
Arjuna sampai di rumahnya pukul dua dini hari karena pelanggan sangat ramai saat menjelang malam, ia pikir hari ini akan pulang lebih cepat sebelum pukul satu ternyata lebih, apalagi seluruh badannya serasa remuk karena harus bolak-balik mengantar makanan dan minuman pelanggan lalu kembali ke meja kasir.
Saat masuk rumah hal yang pertama kali ia lakukan adalah pergi ke kamar Bumi sekedar melihat Bumi sudah tidur atau belum, karena biasanya anak itu akan tidur sangat larut untuk menyelesaikan tugasnya, padahal ia selalu menawarkan diri untuk membantu menyelesaikan tugasnya tapi Bumi selalu menolak dengan alasan ia ingin berusaha sendiri.
Setelah melihat Bumi yang sudah tertidur giliran ia masuk ke kamar. Saat ingin ke kamarnya, ia melewati kamar ibunya yang tertutup rapih, kamar yang tak akan pernah ia buka lagi, Arjuna berhenti sejenak menatap kamar ibunya, lalu ia tersenyum dan berlalu ke kamarnya untuk membersihkan diri dan tidur.
*****
Arjuna terbangun ketika mendengar suara alarm dari handphonenya, ia segera meraih handphonenya dan mematikan alarmnya. Perlahan ia membuka matanya dan bersandar pada kepala ranjang untuk sekedar mengumpulkan nyawanya sebelum pergi mandi.
Tak membutuhkan waktu lama untuk Arjuna berdiam diri, ia bangun dan melangkahkan kakinya ke kamar mandi.
Sedangkan di dapur ada Bumi yang sedang membuat nasi goreng untuk sarapan mereka, sebenarnya yang biasa melakukan ini adalah Arjuna, tapi saat ia pergi ke kamar Arjuna untuk membangunkan nya, Bumi malah tidak tega membangunkan kakaknya karena melihat Arjuna yang tidur dengan sangat pulas, jadi lebih baik ia membiarkan Arjuna tidur lebih lama dan ia yang menyiapkan sarapan mereka, sekali-kali ia membantu kakaknya walaupun sederhana.
__ADS_1
"Loh, Bum, kenapa ga bangunin kakak?" Bumi menoleh pada kakaknya yang sedang mengecek tas nya barang kali ada buku yang tertinggal.
"Kakak keliatan capek banget, jadi Bumi ga tega bangunin kakak" Ujar Bumi seraya meletakkan dua piring ber-isikan nasi goreng buatannya, walaupun tak seenak buatan Arjuna tapi lumayanlah rasanya.
Arjuna duduk di susul Bumi "Lain kali bangunin kakak ya" Ujar Arjuna membuat Bumi merenggut, kan ia ingin membantu kakaknya. Tapi Bumi tetap mengangguk menuruti perkataan kakaknya.
Dan mereka pun makan dengan tenang.
*****
"Jun!." Arjuna menengok ke belakang saat ada yang memanggil namanya, sedangkan orang yang memanggil Arjuna berlari ke arahnya.
"Budeg ya lo, gue panggillin dari parkiran tapi ga nengok-nengok" Ujarnya setelah berhasil mengatur nafasnya yang terengah-engah karena mengejar Arjuna yang sumpah jalannya sangat cepat, mungkin karena kakinya yang panjang jadi langkahnya juga lebar.
Sedangkan Arjuna hanya terdiam tanpa menjawab pemuda itu, ya karena ia merasa tak dekat dengannya hanya sekedar tau nama saja, jarang berbicara berdua.
__ADS_1
"Kenapa diem aja, ayok masuk kelas bentar lagi masuk" Ujar nya seraya merangkul Arjuna yang masih terdiam mendapat perlakuan seperti itu, selama sekolah di sini, belum ada yang merangkulnya seperti ini karena faktor dia yang tak mempunyai teman.
Pemuda itu Langit Haikal Pratama ; pemuda yang memanggil Arjuna. Pemuda dengan kulit tan dan senyum yang manis, Langit satu kelas dengan Arjuna, tetapi mereka tak pernah sekalipun terlibat dalam sebuah percakapan entah itu hanya sekedar basa-basi. Awalnya sejak pertama Langit masuk ke sekolah ini, ia tertarik dengan Arjuna karena tampan tentu saja dan Arjuna juga pintar, ia berpikir jika berteman dengan Arjuna otaknya juga akan sepintar Arjuna, tapi jangan salah Langit juga pintar karena mengikuti Olimpiade saat SMP. Namun yah, Langit selalu mengundur-undur pertemanannya dengan Arjuna karena sosoknya yang pendiam dan takut juga Arjuna akan merasa risih dengannya yang kata orang lain pecicilan.
Mereka berdua sampai di kelas dan selama berjalan ke kelas, Langit selalu mengajak bicara Arjuna walaupun di balas seadanya oleh Arjuna tapi ia senang setidaknya Arjuna membalas ucapannya, dan sekarang Langit ingin serius berteman dengan nya tanpa memandang status Arjuna yang anak beasiswa. Memangnya apa yang salah jika anak beasiswa, toh yang terpenting mereka pintar dan Langit juga sebenarnya anak beasiswa, dia mendapatkan beasiswa karena waktu SMP Langit selalu mengikuti Olimpiade, tapi keluarga Langit kaya tak seperti Arjuna, jadi karena itu Langit mempunyai teman padahal ia tahu kalau semua temannya hanya memanfaatkan hartanya dan kepintarannya, jadi Langit mulai muak berteman dengan orang yang seperti itu.
Arjuna dan Langit berpisah karena tempat duduk mereka yang berbeda. Arjuna berjalan ke bangkunya yang sudah ada Andika di sampingnya seraya menatapnya.
"Punya temen juga lo." Ujar Andika saat Arjuna mulai mendudukkan dirinya. Sedangkan Arjuna menghiraukan perkataan Andika yang jika di jawab akan semakin panjang urusan nya, jadi ia lebih baik diam.
Andika yang merasa di abaikan berdecak "Cih, baru dapet temen satu aja belagu."
......*****......
__ADS_1