ARJUNA BESERTA SEMESTANYA

ARJUNA BESERTA SEMESTANYA
ABS VII


__ADS_3


"Baiklah anak-anak silahkan pilih teman kelompok sendiri, satu kelompok dua orang ya, dan tugasnya buat percakapan dengan menggunakan bahasa Inggris." Ujar Nina selaku guru mata pelajaran Bahasa Inggris.


"Baik Miss." Nina keluar dari kelas setelah mendengar suara bel berbunyi. Dan kini anak kelas Arjuna sibuk memilih teman kelompok nya, jangan tanya Arjuna akan sekelompok dengan siapa, jawabannya adalah tidak tahu. Selama ini, Arjuna selalu mengerjakan tugas nya sendiri, karena memang tidak ada yang mau dengannya.


Langit berjalan ke arah meja Arjuna, awalnya ia menegur Arjuna untuk satu kelompok dengannya tapi tatapan Andika yang duduk di samping nya membuat nya takut dengan pemuda itu, tapi Langit tetap memberanikan diri dan mengabaikan Andika.


"Jun, sekelompok sama gue ya?." Arjuna menoleh pada Langit yang berharap kalau ia menerima ajakan nya, baru Arjuna membuka mulutnya tapi Andika sudah menyela duluan.


"Ga bisa, Arjuna sama gue, lo cari yang lain aja, tuh Abista nganggur." Langit menatap Abista yang bingung karena namanya di bawa-bawa sama mereka, tapi Abista tidak peduli dan kembali memainkan handphonenya.


"Kenapa bukan lo aja yang sama dia, lo berdua kan sepupu." Balas Langit dengan menatap sengit Andika. Masalahnya tumbenan Andika ingin sekelompok dengan Arjuna padahal biasanya Andika selalu menolak untuk sekelompok dengan Arjuna, bahkan berani menentang guru yang sudah menentukan kelompoknya, Langit curiga Andika hanya memanfaatkan Arjuna.

__ADS_1


"Terserah gue lah."


"Terserah gue juga dong, kalo gue mau sekelompok sama Arjuna, lagian Arjuna juga belum tentu mau sama lo." Balas Langit masih menatap sengit Andika dan di balas oleh Andika, sedangkan Arjuna hanya diam saja menatap mereka berdua yang bertengkar memperebutkan nya.


"Apasih kalian ngerebutin Arjuna, Dika mending sekelompok sama gue." Mereka menoleh pada seorang gadis berambut pendek.


"Ogah gue sekelompok sama cewek kaya lo." Ujar Andika, membuat gadis itu merenggut dan menatap sinis Arjuna dan berlalu meninggalkan mereka. Arjuna hanya menggedikkan bahunya, kenapa ia yang malah di tatap sinis coba, apa salahnya.


"Jun, nanti pulang sekolah kita bareng ya, ngerjain tugas." Ujar Langit dan di angguki oleh Arjuna, Langit tersenyum penuh kemenangan ketika melihat Arjuna yang mengangguk, kemudian ia menatap Andika.


...*****...


Bel pulang berbunyi dengan kencang membuat semua murid memasukkan alat tulis nya setelah guru mata pelajaran mengucapkan salam. Begitu pun dengan Arjuna yang sudah siap untuk pulang.

__ADS_1


"Selamat siang." Ujar seorang guru kemudian keluar dari kelas di ikuti murid-murid nya.


Arjuna menunggu sampai semuanya sudah keluar, ia tidak mau berdesak-desakan. Setelah semuanya keluar barulah Arjuna keluar, ia terkejut melihat Andika, Langit, dan Abista berada di depan kelas, apalagi ia merasakan aura tidak enak antara Andika dan Langit. Sedangkan Abista, pemuda itu santai menatap keduanya, mungkin sudah terlalu biasa menghadapi kelakuan Andika.


"Kita ngerjain tugasnya di rumah lo ya, Jun." Ujar Langit saat melihat Arjuna di ambang pintu. Arjuna mengangguk-angguk saja mendengar nya.


"Ga bisa, gue udah duluan ngajak Arjuna, jadi dia bareng gue." Balas Andika,


"Dih, kapan lo ngajaknya coba." Abista hanya bisa menghela nafasnya melihat mereka yang berdebat karena masalah sepele, pemuda itu menatap Arjuna yang mematung lalu menarik tangannya dan menjauhi kedua orang yang masih berdebat itu.


"Arjuna sama gue, lo berdua sekelompok aja." Mereka berhenti berdebat dan menatap Abista yang menarik tangan Arjuna menjauh.


"BANGSAT, ABISTA."

__ADS_1


...*****...



__ADS_2