ARKASA

ARKASA
ARKASA - 07


__ADS_3

Seperti biasa, tiap paginya Eva tak pernah absen untuk mengajak Arkasa berangkat sekolah bersama. Bahkan sudah menjadi kewajiban yang tak boleh dilupakan.


“Selamat pagi Mbah Mayang, makin cantik aja nih. Eva sampai minder liatnya.” Puji Eva akan wajah Mbah Mayang yang nampak awet muda diusianya yang sudah renta.


“Nak Eva ini bisa aja, udah bangkotan gini masih dibilang cantik haha...” Balas Mbah Mayang malu.


Mbah Mayang begitu suka dengan Eva. Entah karena Eva memang Positif Vibes sehingga orang awam pun dapat berstigma jika Eva adalah gadis yang humble.


“Oh iya, Aksa udah bangun belum Mbah? Pasti masih molor kan dia? Iyasih Aksa mustahil banget bangun pagi kan Mbah hehe..” Gurau Eva sambil tertawa cekikikan.


Ia hafal betul Arkasa sangat jarang bangun pagi, bahkan saat berangkat ke sekolah pun bisa dibilang hampir mendekati waktu gerbang ditutup. Kalaupun telat tentunya bukan masalah yang besar. Petugas keamanan sekolah pun tak akan berani menegur anak-anak yang terlambat karena latar belakang keluarga mereka.


“Wahh!! Tebakan Nak Eva salah kali ini. Tadi subuh Mbah liat Tuan Arkasa masuk ruang gym.” Jelas Mbah Mayang.


Posisi kedua insan itu tengah berada di ruang tamu dekat tangga. Niatnya ingin naik ke lantai atas untuk menjumpai Arkasa tetapi Eva malah asik bercerita dengan Mbah Mayang.


Eva yang mendengarnya pun cukup terheran-heran. Pasalnya Arkasa itu tipe manusia yang sangat tidak suka bangun pagi. Tetapi mengapa hari ini berbeda? Apakah ada sesuatu yang spesial?


“Mbah serius? Mbah salah lihat kali. Kan Mbah tau sendiri Aksa gak suka bangun pagi apalagi ini subuh loh.” Terang Eva berusaha mematahkan argumen wanita paruh baya itu.


“Astaga Nak... Walaupun umur Mbah udah tua tapi masih bisa liat jelas mana Tuan Arkasa mana dedemit.”

__ADS_1


“Tadi subuh aja Mbah nyapa Tuan Arkasa pas keluar dari ruang gym.” Lanjut Mbah Mayang gemas dengan pernyataan Eva.


Eva pun semakin melipat dalam dahinya lantaran ini semakin pelik. Mungkin dengan bertanya langsung kepada sang empu akan menjawab segala kebingungannya.


Sedangkan di dalam kamar, seorang pria nampak bersenandung kecil sambil memasang dasi di kerah bajunya. Senyum lebar terukir di bibirnya menandakan bahwa ia tengah bahagia.


“We meet again, my dear...” Gumamnya bahagia.


Tokk... Tok.. Tokk...


“Aksa aku masuk ya??” Teriak seorang wanita yang Aksa bisa tebak jika dia adalah Eva. Tak berapa lama kemudian Eva muncul dengan senyum yang tak kalah manis dari yang Arkasa lakukan tadi.


“Aksa lagi bahagia banget kayaknya sampe senyum-senyum gitu. Aksa dapat uang jajan tambahan ya? atau Aksa dapet hadiah?” Tanya Eva antusias tetapi juga menanti jawaban penyebab Arkasa bahagia.


“Kepo lo... Udah gih kita berangkat sekarang!” Ajak Arkasa dan pergi meninggalkan Eva begitu saja.


“Aksa gak sarapan dulu? Ini masih pagi banget loh, mending Aksa sarapan dulu Eva tungguin.” Teriak Eva sambil berlari turun menuruni tangga.


Tetapi Arkasa nampak tak peduli teriakan Eva dan berlalu pergi melewati Mbah Mayang yang nampak menunduk hormat saat Arkasa lewat. Eva dengan segala kekesalannya ikut menyusul Arkasa ke mobil setelah menyalim takzim Mbah Mayang.


Di dalam mobil Arkasa selalu saja tersenyum sambil sesekali bersenandung. Eva semakin bertanya-tanya ada apa dengan Arkasa sebenarnya.

__ADS_1


“Kata Mbah Mayang tadi subuh Aksa udah olahraga ya, tumben banget?” Tanya Eva memulai percakapan.


“Gak apa-apa cuma pengen aja.” Balas Arkasa sambil tersenyum tipis.


Ini semakin membuat Eva bingung saja. Tak biasanya Arkasa tersenyum seperti ini apalagi saat menjawab pertanyaannya. Selalu saja nada ketus yang di dapatnya.


“Terus Aksa kenapa senyum-senyun gitu?”


“Emangnya kalau gua senyum gak boleh?” Tanya Arkasa sambil mengangkat sebelah alisnya.


“Ya bukannya gak boleh, cuma aneh aja gitu liatnya Aksa senyum gini.” Balas Eva sambil menggaruk kepalanya.


Perjalanan pagi hari itu nampak macet sedikit. Tetapi Arkasa nampak santai saja dan tak terdengar umpatan kesal sedikitpun. Tiba-tiba Aksa bersuara setelah terdiam beberapa menit.


“Va, gua boleh nanya gak?”


Mendengar ucapan Arkasa membuat Eva sedikit terheran. Pasalnya Arkasa tak pernah seperti ini.


“B-boleh, Aksa mau nanya apa?”


......See You Next......

__ADS_1


__ADS_2