ArLla (TERBIT)

ArLla (TERBIT)
Chapter 50 Operasi sang Leader


__ADS_3

Semua teman teman Zella saat ini sudah ada di rumah sakit. Azmi menunggu dengan wajah khawatir di depan ruang operasi Zella. Sementara Arga sudah bisa menormalkan ekspresi nya namun tidak bisa di pungkiri,jika tatapan Arga tetap menunjukkan ke khawatiran yang begitu besar.


'' *Gue kok bisa se khawatir ini ya sama Zella?


Apa mungkin emang gue udah jatuh sejatuh jatuhnya ya sama cinta gue ke Zella?, Entahlah intinya gue sayang sama Zella, untuk cinta gue belum yakin,tapi gue tetep sayang sama kamu My Angel ''...Batin Arga.


'' Mungkin Arga udah bener bener jatuh cinta sama Zella,tapi dia juga mungkin belum sadar,dia cuma ngaggep itu rasa sayang,moga Lo bisa bener bener cinta sama dia Ga,dan nemuin kebahagiaan Lo uang udah lama Lo cari ''...Batin Rama yang juga menunggu Zella di ruang operasi sambil menenangkan Azmi yang terus gelisah dan juga mengawasi Arga yang menampilkan wajah datar namun mata yang khawatir.


'' Moga Lo gak papa Ngel ''...Batin Adi yang khawatir, karena ia selama ini sudah cukup mengenal Zella yang biasa di panggil Angel di dunia balap dan ia juga menganggap Zella dan Azmi sudah seperti adiknya sendiri.


'' Al moga Lo gak papa Al,kalo Lo pergi gue sama siapa lagi?,Cuma Lo yang gue punya,gue sayang sama Lo Al,moga operasi Lo lancar ''...Batin Azmi khawatir,jika ia sudah menyebutkan nama Zella dengan panggilan Al itu berarti ia sedang menunjukkan rasa sayangnya pada seorang Razella Alqueena.*


Sementara yang lainnya sedang berada di ruangan Neli dan Lala yang sedang mendonorkan darahnya untuk Zella,dengan di temani Noval dan Tegar yang senantiasa ada di samping mereka.


Neli dan Lala mendonorkan darahnya berdua,agar nanti tidak terlalu lemas karena kehilangan terlalu banyak darah.


Saat mereka berempat yang sedang duduk di depan kursi ruang operasi,kecuali Arga dan Adi yang bersandar di dinding depan pintu ruangan operasi,tiba tiba suara kaki yang berlari memenuhi lorong rumah sakit.


Azmi yang mendengarnya pun langsung mendongakkan kepalanya dan kemudian menubruk dada bidang salah satu dari mereka dengan tangisan yang semakin keras.


''Zella bang Zella hiks... hiks... ''Ucap Azmi sambil terisak dalam pelukan orang tersebut.


''Queen pasti kuat oke,udah jangan nangis,nanti kasihan Queen''Ucap orang tersebut sambil mengelus punggung Azmi sayang.


Arga dan Rama membulatkan mata mereka karena merasa tak asing dengan salah satu orang yang ada di sana.


Empat orang lelaki berbadan kekar dan berwajah tampan namun datar dengan setelan baju kaos di padukan dengan jaket, celana jeans dan sepatu seneakres dan juga satu perempuan cantik yang juga berpenampilan sama seperti mereka.


'' La itu bukannya Raka ya, bukannya dia anak buah nya Zella sama Azmi di Aurora ya, Terus itu mereka kok mukanya gak asing ya,itu mereka kan anak dari rekan bisnisnya bokap tapi kok bisa ya,terus yang satunya lagi siapa etdah bingung gue ''...Batin keduanya *menatap ke arah mereka berlima dengan tatapan bingung.

__ADS_1


'' Itu si Raka dateng sama siapa aja dah ''...Batin Adi bingung*.


...''Hiks... Zella bang Sa hiks... ''Ucap Azmi di tengah isak tangis nya....


''Udah ya sayang,tenang gak usah nangis lagi oke''Ucap orang yang di peluk Azmi. Sedangkan Rama yang mendengar Azmi di panggil Sayang pun cemburu.


Mereka tak lain adalah:


-Galuh Samudra pemilik perusahaan S'M Corp yang masih menyembunyikan identitasnya, serta tangan kanan di BR dan Abang angkat bagi Zella dan Azmi.


-William Angkasa pewaris perusahaan William Company yang juga salah satu perusahaan besar yang bekerja sama dengan perusahaan keluarga Xanendra dan Sanjaya,serta tangan kanan BR dan Abang angkat Zella dan Azmi.


-Danendra Addison pewaris perusahaan Addison yang bekerjasama dengan perusahaan Xanendra dan Sanjaya danLeader Black Blood,serta tunangan Agnes Alexander. Dan juga yang mengenalkan Zella di dunia Mafianya.


-Agnes Alexander pewaris perusahaan Alexander Crop yang bekerjasama dengan perusahaan Xanendra dan Sanjaya,serta Leader Black Angel serta tunangan Danendra Addison. Selain itu juga yang mengenalkan Zella di dunia Mafianya.


-Raka Aldrich pewaris perusahaan Aldrich yang bekerja sama dengan perusahaan Xanendra dan Sanjaya dan juga tangan kanan Zella di Aurora serta Abang angkat bagi Zella dan Azmi.


Sedangkan Galuh dan Angkasa/Asa tau dari Azmi yang tadi sempat menghubunginya begitu juga dengan Raka yang tau dari Adi.


Setelah Azmi agak sedikit tenang Asa mendudukan Azmi di kursi di depan ruang operasi sambil memeluk dan mengecup pucuk kepala Azmi.


Galuh mengamati mereka semua yang ada di sini dengan pandangan tajam namun juga tersirat ke khawatiran di sana,begitu juga dengan Andra, Agnes dan Raka.


Tak lama kemudian pintu ruang operasi terbuka bersamaan dengan datangnya 2N,Lala dan Tegar...


Cklek....


Sontak semua tatapan mata langsung tertuju ke arah pintu ruangan operasi...

__ADS_1


''Bagaimana keadaan Adik/temen saya dok ''Ucap mereka serempak yang membuat dokter tersebut kaget sesaat.


''Operasinya berjalan lancar,dan akan segera di pindahkan ke ruang rawat tuan muda''Ucap Dokter tersebut sambil menatap mereka semua dan berakhir di Arga.Mereka semua langsung menghela nafas lega.


''Pindahkan dia di ruangan VVIP khusus keluarga Xanendra''Titah Arga yang membuat mereka semua di sana mengerjab bingung.''Baik tuan muda''Ucap Dokter tersebut patuh.


Ruangan VVIP khusus keluarga Xanendra ada di lantai teratas rumah sakit. Dan itu hanya sebagian kecil orang yang bisa berada di sana.


...***...


''APA ZELLA TERLUKA!!!''Teriakan seorang lelaki menggelar memenuhi seisi ruangan lembap nan gelap yang ada 5 orang di dalamnya.


bugh...


Satu pukulan dia layangkan kepada salah satu anak buahnya.


''ARGH... SIAPA YANG BERANI LUKAIN ZELLA GUE BAKAL GUE BIKIN HIDUPNYA GAK TENANG, CEPET CARI TAU SIAPA PELAKUNYA''Teriaknya lagi dan para anak buahnya pun langsung menuruti ucapannya.


...***...


''Bagus hahahaha.....''Tawa menggelar dari seorang perempuan yang duduk di sebuah kursi yang didepan nya ada anak buahnya yang memberikan laporan.


''Bagus tinggal tiga hama lagi yang harus gue singkirkan biar hidup gue tenang''Ucapnya sambil tersenyum miring.


''Tetap awasi mereka,jangan sampai lengah''Tiahnya sebelum bangkit berdiri dan keluar dari ruangan dengan cahaya remang remang tersebut dan tak lupa senyum kebahagiaan yang terus terukir di bibirnya selama perjalanan pulang kerumahnya.


...°°°...


Kalian baca aja Al udah seneng, apalagi di like,komen dan vote tambah seneng deh.

__ADS_1


Ig:@kasifatul_al


:@nely_3101


__ADS_2