
Roftoop...
Saat ini keduanya hanya berdiri di dekat pembatas roftoop. Zella yang menggunakan atasan berupa kaus oblong dengan lengan panjang di padukan dengan celana jeans pendek yang memperlihatkan kaki jenjang berwarna kuning langsat cerah miliknya dan ada beberapa luka di sana. Seperti luka sayatan dan beberapa luka lainnya.
"Zel aku pengen ngomong sesuatu yang penting sama kamu,tolong kamu jawab jujur"Ucap Arga serius yang saat ini sudah duduk di sofa roftoop dengan Zella yang berada di sampingnya.
"Ngomong aja"Sahut Zella santai dan tidak mengalihkan pandangannya pada langit yang malam ini terlihat indah dengan ribuan bintang dan satu bulan yang menemaninya.
"Sejak kapan kamu jadi mafia?"Tanya Arga yang tadinya masih menatap langit malam kini langsung duduk dengan rapi dan pandang yang tak lepas dari Zella.
Pertanyaan dari Arga sontak langsung membuat Zella menegak kan tubuhnya dan menatap Arga dengan tatapan kaget.
"Kenapa kaget?"Tanya Arga santai.
"Eng... Enggak kok"Jawab Zella terbata bata.
"Kok gugup? Jawab jujur aja Queen aku udah tau semuanya tentang kamu Leader Black Rose dan sebenarnya kamu itu bukan kerja di Cafe Z'A tapi itu milik kamu sama Azmi"Ucap Arga menjelaskan.
"Kok tau... Kamu tau dari mana?"Tanya Zella serius. Pasalnya selama ini ia telah menyembunyikan semua identitas dirinya dan menutup semua akses agar tidak ada yang bisa mengetahui pasti siapa sebenarnya dirinya,kecuali apa yang ada di keluarga nya, itupun masih sulit untuk mengetahui nya.
"Kamu gak perlu tahu aku tahu dari mana,yang penting itu bener kan?"Tanya Arga memastikan dan di jawab anggukan kepala oleh Zella.
"Ternyata kita selama ini udah kenal lama ya Queen Racing,bahkan kita juga sering ketemu, pantesan waktu aku ngelihat mata kamu waktu pertama di sekolah aku kayak kenal kamu"Celetuk Arga santai.
"Kok gitu?"Tanya Zella bingung.
"Karena aku partner kamu di dunia mafia dan kita juga punya julukan sama"Ucap Arga santai.
"Hah berarti Lo itu ---''Ucapan Zella terpotong saat Arga mengecup bibirnya.
__ADS_1
"Aish.... Berarti kamu itu Leader Black Wolf dan King Racing?"Tanya Zella memastikan.
"He'em"Jawab Arga sambil menganggukkan kepalanya.
Arga tau semuanya saat dia tidak sengaja mendengar perkataan Zella dengan para Abangnya dan juga Azmi dan Agnes saat masih di rumah sakit.
Dan kebetulan saat itu Arga hendak masuk ke ruangan Zella namun ia malah mendengar obrolan serius mengenai Mafia Black Rose dan Cafe Zella dan Azmi.Kalau soal Zella sebagai Queen Racing memang Arga sudah tahu cukup lama,entah tu ada di chapter berapa Al lupa...
"Aku punya sesuatu buat kamu Queen"Ucap Arga sambil mengeluarkan sebuah kotak persegi dari saku celananya yang sebelumnya kotak tersebut ada di saku jas Arga yang saat ini ada di kamar Zella sehingga hanya tersisa kaus putih dan celana jeans panjang miliknya.
"Nih buka..."Ucap Arga sambil menyerahkan kotak berwarna biru navy tersebut.
Zella pun langsung membuka nya tanpa banyak bicara. Ia mengerutkan kepalanya saat melihat sebuah gantungan pistol berbentuk setengah love yang di taruh di atas foto yang berisi tulisan.
Lalu Arga mengambilnya satu dan berkata...
"Yang satu buat aku yang satu nya lagi buat kamu,Jan lupa pasang di tas kamu besok ya,dah yuk kita turun dah malem banget nih"Ucap Arga menarik lengan Zella turun.
Mereka berdua pun langsung turun menggunakan lift karena males capek.
"Loh Queen kok kamu udah ganti baju?"Tanya Ibunya bingung saat Zella dan Arga sudah ada di depan mereka.
"Kamu Lova,jas kamu mana?"Tanya Bunda Wilna sama bingung nya.
"Zella gak nyaman Bu pake dress nya"Ucap Zella jujur. "Kalau kamu Lova?"Tanya Bunda Wilna sekali lagi. "Ketinggalan Bund di kamar Queen"Ucap Arga jujur.
"Owh... Ya udah biarin aja dulu,ambil besok aja waktu jemput Zella berangkat sekolah"Ucap Bu Amel santai,yang mendapatkan reaksi berbeda dari Zella yang melotot kan matanya dan Arga yang tersenyum tipis.
"Ya udah Bu, kalo gitu kita pamit dulu ya Bu"Ucap Arga cepat saat melihat Zella mau membuka mulutnya dan kebetulan orang tua Arga juga sudah berdiri dan seperti nya sedang bersiap pulang.
__ADS_1
Sedangkan Zella hanya bisa mendengus pasrah dan kesal. Kemudian mereka semua berjalan keluar dengan Arga dan Zella yang ada di barisan paling belakang, sedangkan di depan ada para wanita dan di belakangnya ada pada suaminya.
Arga tertawa cekikikan di belakang saat Zella mencubit kecil perutnya. "Xixixixixixi" .
Zella menatap tajam Arga namun Arga tetap cekikikan. Sedangkan keempat orang di depan mereka hanya menggunakan kepalanya dengan tingkah kedua bad di belakang mereka.
"Anak gue ternyata bisa ketawa juga"...Batin Ayah Arga saat mendengar tawa Arga.
"Kok tambah ganteng ya kalo ketawa... Ish apaan sih Lo Al..."...Batin Zella di dalam hatinya. Karena ia tidak bisa menyangkal jika Arga memang lebih tampan jika tertawa apalagi tersenyum manis.
"Aku tau aku tampan"Bisik Arga seakan tahu isi hati Zella. Zella pun langsung melotot mendengar nya, "Kepedean"Ucap Zella mengelak padahal pipinya saat ini sudah seperti kepiting rebus.
"Masa' "Ucap Arga menggoda Zella, ''Di dapur'' Ucap Zella sedikit ketus. "Kok pipinya merah''Ucap Arga yang semakin gencar menggoda Zella. "Auk akh dah sana pulang"Ucap Zella karena saat ini mereka sudah berada di halaman rumah Zella yang luas nya Nauzubillah. Capek tauk kalo jalan dari pintu utama ke gerbang.
''Oamit dulu ya Mel,besok kita shoping shoping yuk''Ajak Bunda Wilna pada Bu Amel. ''Ya udah besok sekalian sama anak anak''Ucap Bunda Wilna yang membuat Zella melotot,karena dapat di pastikan besok seharian ia akan terus bertemu dengan Arga. Sedangkan Arga malah tersenyum senang menatap wajah Zella yang sedang sebal.
''Bund... tadi Kak Lova ngerjain aku Bund waktu di kamar''Adu Zella pada Wulan sambil memeluk manja lengan Bunda Wilna.
Bunda Wilna pun langsung menatap tajam putranya yang membuat Arga menelan ludah nya kasar,
''Tadi kamu di memang nya Queen?"Tanya Bunda Wilna lembut sambil mengusap rambut Zella.
''Tadi dia pepetin Queen ke dinding sampe punggung Queen sakit Bund''Adu Zella setengah berbohong.
''Benar itu Lova''Ucap Bunda Wilna menatap tajam kearah Arga yang menggaruk tengkuknya yang tak gatal. ''Enggak kok Bund''Ucap Arga mengelak.
''Besok kamu turutin mau nya Queen seharian,Queen kalo kamu di ganggu Lova lagi bilang sama Bunda biar Bunda jewer telinga nya''Ucap Bunda Wilna.
''Mampus''Ucap Zella tanpa suara dengan tatapan mengejek ke arah Arga. Sedangkan Arga yang melihatnya hanya mampu mendengus sebal, karena bagaimanapun ia saat ini melawan dua orang wanita paling penting dalam hidupnya jadi dia hanya mampu diam tanpa berkutik.
__ADS_1
...***...
...Thank yang dah baca 🙃...