ARTHAN

ARTHAN
ARTHAN #1


__ADS_3

Bagi Arthan, segala bentuk kenakalan yang ia lakukan hanyalah kekhilafan yang menurutnya wajar untuk di maafkan.


yaa... walaupun kadang tingkah lakunya selalu saja diluar akal sehat manusia.


tapi di sisi lain, Arthan memiliki sikap kepemimpinan yang bisa di bilang cukup baik untuk memimpin pasukan pasukan besar.


justru karna Arthan, Delvaros diberi gelar


geng pro tehnik


tidak hanya pintar mengatur strategi, ia juga sangat pandai memikat hati perempuan. di tambah lagi wajahnya yang tampan karna campuran gen dari Bunda Anggi dan Papa Zergan, makin menjadi lah **** boy nya.


but... Ada satu perempuan yang berhasil bikin Arthan terpikat, Alhamdulillah Arthan jadi tobat dari sikap **** boy nya.


malam ini, Delvaros di tantang untuk datang ke sebuah lapangan yang cukup luas di Bandung


sudah pasti mereka akan tauran di sana,


Sebelum berkelahi Arthan meminta izin terlebih dahulu ke bundanya


namun bukannya izin untuk tauran, dia malah bilang mau kerja kelompok di rumah repan


yang ada di fikiran Arthan hanya satu, jangan sampai wajahnya terkena pukulan yang menyebabkan memar, kalau sampai ketahuan oleh papa zergan bahwa Arthan terluka, tamat sudah hidupnya.


"serang sekarang than?" tanya cimol yang merupakan ketua divisi 3 Delvaros


Arthan mengangguk mantap "iya sekarang, jangan lupa ya incer panglima nya dulu baru kita abisin anak anaknya, satu lagi! jangan ada yg sendirian, paham?"


32 orang di ruangan tersebut kemudian mengangguk mengerti.


"Wolfwide belum tau siapa kita" cibir repan dengan smirk licik di wajahnya


di balas tawa oleh anak anak lain, "maneh sombong pisan euy, nanti ketonjok dikit minta ku aing buat anter pulang" sindir cimol


"Urang moal bakal ketonjok, orang lawannya geh cuma Wolfwide" balas repan


Sean yang tidak menyukai keributan akhirnya melerai kedua manusia tersebut


"udah atuh, ini teh kita mau nyerang anying jangan ribut mulu da sia"


melihat teman temannya yang langsung diam di ceramahi oleh Sean, Arthan tidak bisa mengendalikan humor nya


ia tertawa di tengah tengah keheningan,


"kunaon maneh ketawa kitu?" tanya putra yang merupakan ketua divisi 5


dan pembicaraan mereka berlanjut sampai jam menunjukan pukul 10 malam,


saat nya penyerangan.


"OH INI YANG NAMANYA DELVAROS?? HAHAHAHA GEURING GEURING PISAN IEU BARARUDAK NA, SEKALI TONJOK PASTI MAMPUS INI MA"


tidak di hiraukan oleh Delvaros, mereka justru memasang smirk di wajah masing masing.


dan itu membuat Wolfwide kebingungan, kenapa Delvaros tidak terpancing emosi.

__ADS_1


Arthan berbisik ke Sean yang merupakan ketua divisi 2 "sesuai rencana"


"oke than"


Sean mengedipkan mata sebelah kirinya kearah cimol yang berada di ujung barisan untuk memberi aba aba


cimol yang mengerti tentang apa yang di maksud Sean, ia kemudian memberi beberapa code ke divisi nya repan yaitu divisi 4


sedangkan geng musuh, sudah mulai memberi aba aba mulai


Delvaros memajukan divisi nya Putra terlebih dahulu, divisi yang di pimpin oleh Putra cenderung mempunyai skill pertahanan yang kuat


jadi jika di awal musuh mengerahkan tenaga yang kuat, Delvaros masih banyak menyimpan tenaga agar tidak boros


siapa lagi jika bukan ide dari Arthan yang kini tersenyum lebar melihat pertahanan divisi 5 yang cukup kuat untuk menjadi tameng Delvaros malam itu.


melihat pasukan nya banyak yang tumbang, Wolfwide langsung mengerahkan semua pasukannya


Delvaros tidak tinggal diam, mereka tau bahswa divisi 5 tidak akan mungkin bisa menahan seluruh pasukan


alhasil Delvaros memajukan langsung 2 divisi yaitu divisi pimpinan cimol dan repan


"than, Lo di incer sama inti Wolfwide, mending Lo sembunyi dulu di belakang divisi gua" usul Sean yang khawatir dengan keselamatan sahabatnya tersebut


"bener kata Sean, mending Lo sembunyi dulu" timpal Putra


"ga, mana ada pemimpin yang sembunyi di belakang pasukannya."


Sean dan Putra yang mendengar jawaban dari Arthan hanya mampu tersenyum pasrah, mereka tau bahwa Arthan memang keras kepala jadi apa boleh buat, jika Arthan bilang tidak ya tidak.


mendengar teriakan dari Rakas yang merupakan ketua geng Wolfwide, Arthan tidak terima di bilang pecundang oleh ketua geng amatiran tersebut


akhirnya Arthan bertekat untuk maju,


Putra yang menahan tangan Arthan agar tidak terpancing emosi justru tangannya malah di tepis kasar oleh si ketua divisi 1.


"Aduuhhh kayanya Lo demen banget sama gue, tiap gelud nyariin gue mulu prasaan"


"BACOT, GUE MAMPUSIN LO SEKARANG JUGA."


"sok atuh kalo bisa, kalo ga bisa jangan di paks----"


BUGH!!


"AARRGGHH..."


ke empat pimpinan divisi di geng Delvaros kini terkejut mendengar suara Ringisan dari Arthan


Arthan pun terkejut dengan serangan barusan yang ternyata rakas di bantu oleh 2 orang


kedua orang tersebut secara tiba tiba memegangi lengan Arthan, dan alhasil satu tinjuan berhasil mendarat tepat di wajah Arthan.


"ANJ*NG LO!! Ck aahh! muka ganteng gue" keluh Arthan dengan nafas yang tersenggal senggal, "awas lo! gue kunyah ya pala Lo!"


"APAAN TUH!! CURANG 3 VS 1" teriak Cimol dari kejauhan

__ADS_1


"AYO LAH SERANG AE LANGSUNG!!"


Tanpa aba aba, Sean, Cimol, Repan, dan Putra langsung menghajar dua orang yang tadi memegangi lengan Arthan


Arthan kini terbebas, ia langsung berlari mengejar Rakas yang kabur ketika melihat anak inti Delvaros maju semua


WIIUUU... WIIUU.... WIIIUUUU...


"THAN!! ADA POLISI!!"


Arthan tidak menghiraukan teriakan Cimol, ia masih sibuk mengejar Rakas


"HEH JANGAN KABUR!!,"


DUAGH!!


Arthan menendang punggung Rakas dari belakang, hingga membuat empunya terlempar ke tanah sejarak 8 kaki.


tanpa fikir panjang Arthan langsung menyeret tongkat baseball hitam miliknya sambil berjalan mendekat kearah Rakas yang terlihat ketakutan


Arthan memasang wajah smirk devil andalannya,


tapi anehnya ia tidak menghabisi rakas di sana


"payah, Lo yang ngajak by one, tapi Lo yang AFK cih! dasar."


Arthan mengulurkan tangan kanan nya ke Rakas, berniat membantu musuhnya untuk bangkit


Rakas yang nampak ketakutan seperti sedang melihat malaikat maut, kini menatap Arthan dengan tatapan kebingungan


 


"udah cepet, ada polisi tuh! lu mau di tangkep?" sambung Arthan


Rakas dengan senang hati menerima uluran tangan Arthan, namun bukanya bilang terimakasih... ia malah berlari menuju motornya sambil mengacungkan jari tengah kearah Arthan.


ingin sekali Arthan mencincang daging rakas, namun ia hanya tersenyum sambil menunggu hari pembalasan tiba, ia akan mematahkan jari tengah Rakas nantinya.


usai meladeni rakas, Arthan bergegas untuk membubarkan pasukannya Karna polisi sudah terlihat semakin dekat


"DIVISI 1 SAMA DIVISI 3 IKUT GUA, DIVISI 5 SAMA 4 BIAR DIATUR SAMA SEAN."


ucap Arthan dengan tegas


"JANGAN LUPA LAMPUNYA DI MATIIN!!" sambung Sean


"LAMPUNYA MATIIN WOYY!!"


"JANGAN ADA YANG NINGGALIN TEMENNYA"


"LAMPU WOYY LAMPU MATIIN ANJ*NG"


...tbc...


...Jangan lupa vote...

__ADS_1


__ADS_2