ARTHAN

ARTHAN
ARTHAN #2


__ADS_3

jam kini sudah menunjukkan pukul 2 pagi,


Arthan yang sedari tadi berusaha mengetuk pintu namun tidak ada balasan dari dalam rumahnya


ia nekat memanjat ke lantai 3 lewat tangga yang sudah ia siapkan di dekat jendela sebelum tawuran tadi malam.


dengan susah payah akhirnya Arthan berhasil masuk ke dalam kamarnya melalui jendela, namun hal mengejutkan tiba tiba saja datang


"dari mana aja kamu hm?"


terlihat Zergan yang kini sedang berdiri di ambang pintu dengan kedua tangan nya yang dilipat di depan dada


wajahnya terlihat kaku seperti ingin meledak saat itu juga,


Arthan yang sudah tahu akan nasibnya yang nanti akan seperti apa kini pasrah dengan keadaan


anak itu menunduk di hadapan Papah nya,


"abis dari luar pah." ucap Arthan


"kamu izin ke bundamu mau kerja kelompok kan? mana ada kerja kelompok sampe jam segini?" lanjut Zergan


Arthan yang tidak tahu harus menjawab apa pertanyaan papa nya tersebut,


alhasil ia hanya dapat diam tak berkutik


Zergan menghembuskan nafas nya, kasar.


"JUJUR SAMA SAYA, KAMU HABIS DARI MANA HAH?!! KENAPA PIPI KAMU MEMAR?!!"


"tawuran pah" jawab Arthan, pasrah.


"ooohhh... gituu.."


"i..iya"


"Menang nggak tawurannya??" tanya Zergan antusias


Sontak Arthan mengangkat kembali kepalanya


"belum tau, tadi tiba tiba ada polisi, tapi tenang aja... kalo gak menang yaa besok tawuran lagi"


jawab anak itu dengan santainya


"wuuiihh.. hebat anak papa!"


Arthan tersenyum lega, ia berterimakasih pada Tuhan karna telah menolongnya kali ini "hehehehe" kekehnya.


"hehehehe.. uang jajan kamu papa kurangin mulai besok." lanjut Zergan


"y..yaaahhh paah, jangan gitu dong"


Zergan menulikan telinganya, ia keluar dari kamar Arthan tak lupa membanting pintu sebelumnya .


Arthan mendengus kesal,


"duhh!! mana besok ada janji buat nraktir


anak anak inti Delvaros lagi"


mengacak rambutnya dengan kasar, Arthan menjatuhkan dirinya ke ranjang


mencoba mencari jalan keluar untuk masalah yang kini sedang ia jalani


untungnya ia teringat akan satu hal, bahwa ia adalah bintang di sekolahnya


ia bisa memanfaatkan wajahnya untuk mendapatkan uang, fikirnya.


ia tersenyum licik "cewe gue banyak, gue bisa minjem uang dulu ke mereka HAHAHAHAHAHA!!!!"


kini ia sudah bisa tertidur dengan nyenyak karna masalahnya sudah mempunyai jalannya sendiri, ia hanya tinggal jalani saja besok.


Arthan memejamkan matanya perlahan, dan kemudian terlelap begitu saja.


"DEK!!! BANGUN!! SEKOLAH GAK LO!!!"

__ADS_1


"DEK!!!"


"IIHH SUMPAH YA NI BOCAH"


"ARTHAN, BANGUN GAK LO!! GUA BILANGIN PAPAH YA!!"


Seorang wanita di luar kamar nya membuat Arthan membuka mata secara perlahan


tidurnya terusik karna teriakan dari wanita tersebut yang merupakan Kakak perempuannya


Arthan segera membuka pintu kamarnya agar Misel berhenti berteriak


"gila Lo, ini masih jam enam pagi udah teriak teriak aja"


"JAM ENAM DARI HONGKONG, MAKANYA KALO LIAT JAM TUH MELEK DULU MATANYA"


Arthan kembali melihat jam dinding di kamarnya, ternyata ia salah lihat


sekarang sudah hampir pukul delapan, sedangkan ia ada upacara yang di mulai pukul tujuh dini hari


"ADUUUHHH KENAPA TETEH GA BANGUNIN ARTHAN SIH!!" keluh Arthan sambil berdecak sebal


"MULUT LO JAGA YA!! DARI JAM LIMA UDAH GUE BANGUNIN TAPI LO BUDEG KUPINGNYA!"


ucap misel tak mau kalah


"TEUING AH, GUE MAU MANDI, AWAS MINGGIR!!"


Arthan mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu kamarnya, bergegas ia mandi dan memakai seragam sekolah nya


usai merapihkan rambut, Arthan turun ke lantai 1 untuk berpamitan


"hai Disa, makan apa kamu?"


"hai bang Arthan, Abang buta ya? jelas jelas Disa lagi makan roti"


"oohh rotii, Abang kira Disa lagi makan Ayam bakar"


"Eh sumpah ya than, mata lo kudu di periksa kayanya" timpal Misel


"iiihh nyambung aje, Lo ga di ajak di dalam dialog gue sama Disa, gausah ikut ikut nimbrung"


misel tersenyum pahit, ia ingin sekali menabok adik laki lakinya tersebut


"eh bund, nanti masak ayam bakar dong!!" rengek Arthan di meja makan


"boleh, kamu yang beli ayam ya di supermarket nanti pulang sekolah" jawab Anggi


Arthan sontak langsung menjawab, "NGGAK JADI BUND" karna ia ada rencana untuk melanjutkan pertarungan kemarin malam


"bund, papah udah berangkat?" tanya Disa


"udah barusan,"


"heh dek, Lo gak sekolah??" Arthan menatap Disa yang sedang menyalakan remot TV


"SMP libur bang, Abang sendiri kenapa belum berangkat udah jam setengah sembilan"


"Abang mau bolos"


"HEH, NGGAK ADA BOLOS BOLOS, SANA CEPET BERANGKAT" seru misel


"Iyaa, Salim dulu atuh"


Arthan mencium tangan kanan bunda nya dan tidak lupa dengan teteh nya, kemudian bergegas mengambil kunci motor


"HATI HATI THAN, JANGAN NGEBUT!"


"iya tehh!!"


sesampainya di depan sekolah, Arthan menghela nafasnya kasar.


ia sudah malas bersekolah jika seperti ini, Gerbang sudah di tutup


alhasil ia harus memanjat lagi dan lagi.

__ADS_1


sebelum memanjat, ia menitipkan motornya ke warung Bu Marni yang berada tepat di samping sekolahnya.


"ya ampun den Arthan kok telat lagi??"


"nanti Arthan ceritain Bi, Arthan nitip motor ya!! Assalamualaikum"


"waalaikumsalam den"


Arthan berlari dan melemparkan tas nya ke dalam gerbang sebelum ia memanjat


usai berhasil melompati pagar, sial nya ia bertemu dengan satpam yang sedang mengopi di pos samping gerbang


"HEH KAMU!!"


Tanpa fikir panjang Arthan langsung memungut tas nya yang tergeletak di tanah, ia kemudian berlari untuk mencari tempat sembunyi agar terbebas dari satpam yang masih mengejar sedari tadi.


setelah berlari dengan seluruh tenaganya,


Arthan berhasil lolos karna bersembunyi di dalam toilet


ia mengatur nafasnya yang tersenggal senggal,


menatap kearah jam tangan, tepat jam 9 itu artinya jam istirahat pertama sedang berlangsung


harusnya ada setidaknya 1 orang temannya yang mengetahui bahwa dia bersembunyi di toilet


sialnya Arthan lupa membawa handphone, jadi ia tidak bisa menghubungi siapapun.


"AAAAAAAA!!!!!"


terkejut, Arthan sontak mendongakkan kepalanya


ternyata yang berteriak barusan adalah seorang gadis yang kini berada tepat di hadapannya


Arthan segera bangkit dari tempat persembunyiannya, ia berusaha menenangkan gadis tersebut yang terlihat ketakutan melihat arthan


"jangan takut, gue gak gigit kok!! sumpah"


"LO NGAPAIN DI TOILET PEREMPUAN!!!"


"eh? emang ini toilet perempuan??"


"IYAA!!!" gadis itu menarik Arthan keluar dari dalam toilet


"Senja, liat nih! gue nemu penyusup" ucap gadis tersebut ke temannya yang menunggu di depan toilet


temannya nampak terkejut melihat apa yang Gadis itu temui


"Na.. d..dia.. dia.."


"DIA KENAPA JA??"


"dia kak Arthan yang gue ceritain ke Lo"


"hah? kak Arthan?"


"i..iya, mending Lo lepasin sekarang na.."


dengan perlahan Gadis itu melepaskan genggaman tangannya dari Arthan


kini Arthan menatap mereka berdua dengan tatapan tajam nya


"bilangin tuh ke temen Lo, jangan asal narik orang sembarangan" seru Arthan


Gadis yang barusan menarik tangan Arthan tidak mau dirinya di salahkan


"heh! yang harusnya di bilangin tuh Lo ya! jangan asal masuk ke toilet perempuan!"


"teuing" tanpa mengucapkan kalimat apa apa lagi, Arthan langsung cabut meninggalkan kedua perempuan itu.


"IIHHH NGESELIN BANGET SIH TUH COWO"


"udahh naaa, harusnya Lo bersyukur nggak di apa apain sama dia.."


"EMANG DIA BERANI NGAPA NGAPAIN GUE??!!GUE BUKAN CEWE YANG MENYE MENYE!! KALO DIA JUAL YA GUE BELI!"

__ADS_1


"tapi dia itu kak Arthan naaa... Ketua Delvaros!"


"GA PEDULI, POKONYA KALO GUE KETEMU DIA LAGI BAKAL GUE TABOK MUKANYA."


__ADS_2