ARTHAN

ARTHAN
ARTHAN #4


__ADS_3

Arthan terus mencari, tiap sudut rooftop sudah ia jelajahi tapi hasilnya nihil, tidak ada tanda tanda keberadaan Aruna di sana.


mendesah frustasi, Arthan kembali turun ke bawah. ia memutuskan untuk pergi ke kantin, tepat sekali bel istirahat kedua berbunyi.


"kemana aja Lo than?"


Sean menepuk pundak Arthan yang baru saja join, Arthan tidak menggubris pertanyaan Sean


pria itu langsung meminum es teh manis milik Cimol tanpa rasa bersalah sedikitpun, bahkan ia meminumnya sampai habis.


Melihat raut wajah Arthan yang sepertinya sedang marah, Cimol tidak berani untuk sekedar komplain ke Arthan


ia hanya dapat melihat es teh nya di teguk habis dengan wajah pasrah dan senyum tipis yang terpaksa


"Lo semua kenal Aruna?" Arthan membuka suara.


Sean, Cimol, dan Repan menggeleng, mereka tidak mengenali gadis yang di maksud Arthan


"Aruna? dia bendahara di 11 MIPA 3,


Minggu depan bakal dilantik jadi OSIS"


jelas putra yang baru saja datang membawa dua gelas es teh manis kearah mereka.


"OSIS?"


Putra mengangguk, "kenapa?"


"gapapa sii"


di sisi lain repan mendelik curiga,


"jangan jangan, Lo suka sama Aruna?"


Arthan mengangguk, "bisa jadi."


sontak ke-empat teman nya langsung histeris, ini pertama kalinya Arthan bisa benar benar menyukai seorang wanita, tapi ia bukan penyuka sesama jenis ya!


wanita yang bersama Arthan biasanya hanya berakhir dengan Arthan yang menggosting,


karna yang namanya Arthan Supernova itu sangat ahli dalam berpacaran tanpa perasaan cinta sedikit pun.


entahlah dia mencintai Aruna atau sekedar menyukai gadis tersebut,


namun ini benar benar pertama kalinya Arthan mengaku bahwa ia menyukai gadis itu.


di sisi lain, ada yang tidak senang melihat kesenangan mereka


siapa lagi kalau bukan Zelyn dan kawan kawan nya


"guys, cabut yu! kita party di toilet, jangan lupa ajak si Aruna Aruna itu" seru zelyn.


balik lagi ke meja para inti Delvaros yang masih nyaman dengan topik mereka kali ini, yaitu Aruna.


BRAK!!


"yaa tunggu Naon deui than! sok tembak Weh atuh" seru Cimol bersemangat sampai memukul meja kantin


"setuju, Aruna teh geulis, pinter, baik, kurang apa lagii cobaa" timpal Repan


Sean berdehem sambil meletakkan kedua tangannya di atas meja, "tapi... Aruna teh galak pisan euy!"


"nahh eta! tepat sekali" tambah Putra


senyum yang terpampang di wajah Arthan seketika memudar.


Repan mengangguk


"tenang than, Lo kan ganteng nih... Lo Pepet aja terus, ngga mungkin kalo Aruna ngga kepincut sama Lo". ucapnya.


"Aruna emang susah than buat di gapai, tapi gue yakin Lo bisa asal Lo mau berusaha merjuangin dia" timpal Sean dengan mimik wajah bijaknya.


"abis maneh perjuangin jangan maneh ghostingin" cibir putra


"khusus buat Aruna, kali ini gue mau serius."


mendengar ucapan Arthan barusan, serentak mereka melongo dan menatap satu sama lain


"ck, udahh lahh itu urusan gue sama tuhan" lanjut Arthan tidak ambil pusing


"oiyaa ngomong ngomong soal tuhan, ayo sholat Jum'at" ajak Cimol


"gue Kristen" ucap Sean


Cimol mengerutkan dahinya bingung, "serius Lo? jangan bohong!"


"sumpah demi Allah, gue Kristen mol"


"tolol" ucap Arthan


terkadang ia bertanya tanya kenapa teman temannya sangat bodoh, tapi percaya ngga percaya... kebodohan itu yang justru malah bikin pertemanan jadi makin erat dan awet.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BRAK!!


di sisi lain, terlihat Zelyn dan ke-tiga teman temannya membanting pintu kelas dengan keras


"mana yang namanya Aruna."


seluruh mata menatap kearah zelyn,


termasuk Aruna yang sedang mencatat materi di papan tulis


karna setelah jam istirahat selesai, kelas 11 MIPA 3 ada ulangan harian fisika.


Aruna mengangkat tangan kanannya secara perlahan, "saya kak"


"ooohhh ini yang namanya ARUNA" seru Zelyn dengan sedikit penekanan di kalimat yang ia ucapkan.


"ada apa kak?"


"ayo ikut kita sebentar"


"eh? kemana?"


"ck! udah ikut aja."


Senja yang merupakan teman semeja Aruna sudah pasti tidak tinggal diam, "MAU DIBAWA KEMANA TEMEN GUE?!!" bentak senja


"HEH!! LO GA PUNYA ADAB APA GIMANA SIH?? SAMA KAKAK KELAS TUH YANG SOPAN!" seru Nou


Zelyn melihat kearah senja yang berani menentang dirinya, "ini urusan gue sama temen Lo, bukan urusan Lo. ngerti?!"


Senja hanya dapat diam ketika dirinya di pojokan seperti itu,


Para kakak kelas famous tersebut langsung membawa Aruna pergi dari kelas.


Senja berfikir keras agar sahabatnya tidak kenapa napa nanti, untung saja Tuhan memberikan otak yang cerdas terhadap senja


ia mendapat sebuah ide yang lumayan bagus, rencananya ia akan mengadukan terlebih dahulu khasus ini ke kak Arthan


setelahnya ia akan melapor ke guru agar pelaku di beri sanksi.


Senja tahu bahwa kak Arthan menyukai sahabatnya, karna pacarnya yaitu Sean yang telah memberitahukan kabar tersebut.


Sesampainya di depan kelas 12 MIPA, senja tidak menemui sosok pria yang ia cari


Sontak senja langsung senyum memberi salam kepada kakak kelasnya tersebut, "kak Arthan ada?" ucapnya


Dena menggeleng, "ke IPS 3 kali, biasalah nongkrong sama geng nya".


"oohh gituu, yaudah makasih ya kak Dena"


Senja membalikan tubuhnya, bergegas untuk segera menemui Arthan


namun entah keajaiban dari mana, Senja menabrak dada bidang milik Arthan saat ia membalikan tubuhnya.


"nyari gue?" tanya pria tersebut, singkat.


Senja masih mengelus hidung mungilnya yang barusan menabrak Arthan, "i...iya kak"


"ada apa?"


"itu, Aruna.. anu.."


"kenapa Aruna?"


"di labrak sama kak zelyn"


Arthan terlihat sedikit terkejut akan apa yang barusan di ucapkan oleh gadis di hadapannya itu.


"dimana?"


"Toilet!"


tanpa fikir panjang, Arthan bergegas lari menuju toilet, di ikuti oleh senja.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


.


.


BYUURR!!


tetesan air kini mengalir di sekujur tubuh Aruna,


Ia ingin sekali melawan Zelyn namun kedua lengannya di tahan oleh Nou dan Zenith.


"Bisa kan nggak usah cari muka ke Pacar gue?"


Zelyn mencengkeram pipi Aruna hingga sang empunya mendongak ke atas.


"di sekolah ini yang paling cocok sama Arthan itu gue! bukan Lo! jadi Lo nggak usah yang namanya caper ke Arthan. ngerti Lo?!"


Aruna tdak melontarkan satu kalimat sedari tadi, ia memilih untuk diam mendengarkan ucapan Zelyn yang terdengar cringe baginya


gadis itu terus menatap Zelyn dengan sinis, hal tersebut mampu membuat Zelyn makin geram padanya.


"LO TUH YA!!" tangan kanan Zelyn kini melayang di udara, berniat untuk menampar Gadis di hadapannya.


namun usahanya terhenti,


tiba tiba saja tangannya di tahan oleh seseorang yang tenaganya jelas lebih kuat darinya.


Zelyn menoleh ke belakang,


dan benar saja, ia mendapati Arthan disana yang kini menahan tangan kanan nya.


"A..arthan..Lo..ngapain masuk ke..t..toilet perempuan??" tanya Nou


"kenapa? ga boleh?" cibir pria tersebut dengan nada menusuk dan tatapan sinisnya yang tajam.


Arthan menghempaskan tangan Zelyn dari genggamannya, ia kemudian menarik Aruna


kini gadis itu berada tepat di sisi Arthan,


"Denger ya, Lo semua nggak berhak buat ngelakuin ini ke Aruna."


Zelyn dan kawan kawannya terdiam di tempat, tidak berani melakukan apapun, atau sekedar menyela kalimat kalimat yang di lontarkan oleh Arthan


"mau cowo atau cewe sekalipun, kalo berani macem macem sama Aruna, bakal gue sikat".


Lanjut nya


Arthan kemudian menarik tangan Aruna keluar dari sana,


ia tidak melepas genggaman tangannya, bahkan malah makin mempererat.


......tbc......


......jangan lupa vote......


NOTE!!!



Aruna Zaraletta


(real name: Dasha / ig: @taaarannn)


11 MIPA 3



pict:




Senja Keylo Manungga


(real name: Arurora / ig: @auroraribero)


11 MIPA 3 / Sahabat dekat Aruna.



pict:




Zelyn Granetta


(real name: Beby / ig: @bebystabina)


12 IPS 1



pict:




Zenith Ziee


(real name: Dannia / ig: @danniasalsabilla)


12 IPS 1 / Sahabat dekat Zelyn.



pict:

__ADS_1



thanks for reading


__ADS_2