
"HAH?!! beneran maneh mau deketin zelyn??"
histeris seorang pria berambut ikal yang kini sedang nongkrong bersama ke-empat temannya di kantin.
"iya, si zelyn banyak duit nya" jawab temannya yang masih fokus mengunyah batagor
Pria ikal tersebut menghela nafasnya, "Lo tuh kebiasaan ye than, pantes aja punya panggilan the king of gosting" ucap Putra.
"tapi walaupun si Arthan the king of gosting, tetep aja cewe cewe pada ngerebutin" sambung Repan
"emang nasib orang cakep mah beda pan," timpal Cimol sambil menyomot kentang goreng yang baru saja di pesan repan.
Sean tak mau kalah, "jangan jangan Lo pake pelet ya than!"
"astaghfirullah Yan gw tendang juga biji Lo lama lama, fitnah aja kerjaannya"
"heh udah udah jangan ribut, tuh liat geng nya si zelyn otw ke sini" seru repan, menepuk pelan bahu Arthan.
"gua cabut dulu ya, mau mencari nafkah untuk meneraktir kalian wahai manusia manusia beban"
"good luck bro!!!" jawab serentak teman temanya.
Arthan berjalan menuju meja kantin tempat dimana zelyn dan kawan kawannya biasa mangkal
Salah satu teman zelyn langsung menyenggol zelyn karna ia melihat kehadiran Arthan yang semakin dekat kearah mereka
"hai Arthan" zelyn mengedipkan sebelah matanya sambil merapihkan rambut nya
"zel, bisa bicara berdua?"
saat Arthan berbicara seperti itu, teman teman zelyn langsung histeris karna mereka fikir Arthan akan menyatakan perasaan ke zelyn.
tanpa fikir panjang zelyn langsung mengikuti Arthan dari belakang, mereka pergi menuju meja kosong di kantin tersebut
"Lo suka kan sama gue?"
"i..iya than, kan Lo tau dari lama"
"nanti malem mau nonton ga?"
"sama Lo than?"
"hm"
"MAUU!!"
"tapi ada syarat"
"apaa?"
Arthan berdehem pelan, "gue minjem duit lu dulu gapapa kan?, gue lupa bawa duit nih"
pria itu menggenggam tangan zelyn
hal itu mampu membuat gadis tersebut salah tingkah.
rencana Arthan berjalan mulus, zelyn memberikan beberapa lembar uang untuk dirinya.
"thanks ya by, nanti malem gue jemput" pria itu kemudian pergi, kembali ke meja dimana teman temannya berada.
di lain sisi, zelyn terlihat sangat senang, ia tidak tahu bahwa dirinya di manfaatkan oleh pria itu
"gimana zel?? jadian ga??" tanya Nou
"gue kira gue bakal di tembak sama Arthan,"
Zenith menaikan satu alisnya, "lahh Lo ga di tembak? perasaan tadi Arthan megang tangan Lo tulus banget"
"boro boro jadian, dia minjem duit gue"
"HAHAHHAHAHAHHAHAHA"
"kok kalian ketawa, jahat banget"
"maaf zel tapi ini lawak banget, terus Lo pinjemin duit Lo?" tanya Nou
zelyn mengangguk pelan "gimana bisa nolak, orang yang minjem calon suami gue"
"hilih, halu Lo"
"ada kabar baik juga, gue nanti malem di jemput sama Arthan, mau nonton bareng"
"HAH?? SERIUSS??" ucap serentak teman temannya
"iyaa, gue jadi ga sabar"
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
kelas Arthan yang biasanya ramai kini berubah hening ketika guru Fisika datang memberikan lembaran soal ulangan harian
Namun tidak sampai 10 menit, Arthan berhasil menyelesaikan tugasnya yang berjumlah 45 soal plus 5 esai.
ia berdiri dari kursinya, dan hal itu berhasil membuat dirinya menjadi pusat perhatian kelas
IPA 1
"mau kemana Lo?" tanya Dena, yang merupakan ketua kelas disana
"bukan urusan Lo" Arthan pergi meninggalkan kelas nya
"HEH JANGAN KELUAR KELUAR!!" seru Dena dengan tegas
"udaahh denn, si Arthan mah pinter, udah pasti dia nggak remedial" ucap seorang siswa di kelas tersebut.
Arthan berjalan menuju rooftop karna merasa gerah berada di dalam kelas
ia juga membuka kancing seragamnya, otomatis dada bidangnya serta perut sixpack nya terakses bebas di atas gedung sekolah tersebut.
sayangnya ia beda kelas dengan teman temannya, Arthan malah di masukan ke dalam kelas unggulan IPA 1
sedangkan teman teman geng nya kebanyakan berada di IPS 3 dan 4
"AAAAAAAA!!!!"
mendengar teriakan seorang wanita, Arthan menengok ke samping kanan tepat dimana suara itu berasal
"eh? Lo yang waktu itu di toilet kan??"
wanita itu menutup kedua matanya menggunakan buku.
"KANCINGIN BAJU LO!!!"
Arthan yang kebingungan dengan tingkah wanita tersebut kini berjalan perlahan mendekatinya
wanita tersebut berjalan mundur secara perlahan
BRAAKK!!
wanita itu tersandung kayu balok,
kini posisinya berada di bawah Arthan yang seragam nya masih terbuka
sempat terdiam beberapa detik, akhirnya wanita tadi menendang alat vital Arthan secara tidak sengaja karna dirinya merasa terancam.
Arthan sontak bangkit berdiri dan memegangi miliknya sambil menahan rasa sakit akibat tendangan maut sang wanita
"AHH!! MASA DEPAN GUEE!!" histeris Pria tersebut
"LO LAGIAN NGAPAIN ADA DI ATAS GUE!! MESUM YA LO!!"
"HEH!! JANGAN SOUZON!!, GUE MAU NYELAMETIN LO BIAR GA JATOH, tapi Lo berat jadi gue ikut jatoh."
__ADS_1
"APA?!! BERAT KATA LO??"
"ya emang nyatanya berat, badan Lo itu kecil tapi kebanyakan dosa kayanya"
"IIIHH KESEL BANGETT!!"
"aaaww.. eh.. woyy.. lepasin!"
Arthan meringis ketika gadis itu menyubit telinganya dengan keras
hal itu mampu membuat telinga Arthan memerah
"PAKE BAJU LO ATAU GUE POTONG MASA DEPAN LO!"
"i..iyaa!! tapi ini tangan gue.."
Arthan menyodorkan kedua tangannya, ternyata telapak tangannya terkena jebakan kotoran tikus karna menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke atas perempuan itu tadi.
"eek tikus!!" wanita tersebut panik, ia langsung membalikkan tubuhnya "ada eek tikus nggak di rambut gue??"
Arthan berdecak, "ngga ada"
"Alhamdulilah aman"
"terus ini gimana tangan gue" keluh Arthan
wanita tersebut menghela nafasnya, "YA LO CUCI LAHH"
"gue turun kebawah buat cuci tangan, tapi seragam gue masih kebuka, gimana kalo ada yang---"
ucapan Arthan terhenti karna tiba tiba saja wanita tersebut mengancingkan seragamnya
Arthan menatap wajah wanita di hadapannya, ini adalah pertama kalinya Arthan merasa jantungnya berdebar hebat.
"oiya btw, nam---"
"nama gue Aruna." jawab runa yang baru saja selesai dengan kegiatan mengancingkan seragam pria di hadapannya.
"salam kenal gue---"
"Lo Arthan kan? udah gausah banyak basa basi, mending Lo cuci tangan cepet"
"i...iya, Lo tunggu di sini ya, jangan kemana mana"
Arthan bergegas lari menuruni tangga rooftop untuk mencari wastafel terdekat
usai mencuci tangan, ia buru buru ingin kembali, tapi tiba tiba saja bahunya di tepuk oleh seseorang dari belakang.
"Than, Lo bolos?"
Arthan langsung menoleh ke belakang, ternyata orang tersebut adalah putra.
"engga, gue udah selsai ngerjain ulangan harian, makanya gue keluar"
"ngapain Lo cuci tangan? tumben amat"
"ck, tadi kena saos." bohong Arthan "udah ya put, gue buru buru nih!" sambungnya.
Arthan berlari meninggalkan putra,
"MAU KEMANA LO??" tanya temannya tersebut, Arthan tidak menggubris pertanyaan putra
ia terus berlari berharap Aruna masih berada di rooftop.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
...tbc...
...JANGAN LUPA VOTE...