
"Aruna!"
gadis bersurai hitam yang sedari tadi menunggu di depan toilet, kini menghampiri sahabatnya yang basah kuyup akibat ulah dari zelyn dan kawan kawan.
di sisi lain, Aruna menyadari bahwa tangannya masih di genggam oleh Arthan
tanpa fikir panjang, Aruna langsung melepas genggamannya.
hal itu mampu membuat keduanya menjadi sedikit canggung.
"ya ampun na! Lo basah kuyup gini, ayo ikut gue! gue ada baju olahraga di loker"
"gausah Jaa, abis ini kan kita ada mapel olahraga masa baju Lo di pake gue, nanti Lo pake apa"
"ck! daripada Lo masuk angin! lagian seragam kita itu gampang transparan naaa" Senja sedikit berbisik pada Kalimat terakhir yang ia ucapkan agar tidak terdengar oleh Arthan
di sisi lain Aruna mengiyakan ucapan Senja, seragam sekolah mereka memang sedikit tipis, jika basah mungkin akan transparan
sontak Aruna buru buru menutupi dadanya, dibantu oleh senja, agar Arthan tidak melihat kemana mana.
Arthan yang menyaksikan hal tersebut
lama kelamaan dirinya merasa tidak tahan,
srrrkkk
"nih pake jaket gue"
Aruna terdiam kaku saat Arthan memakaikan jaket berwana hitam secara tiba tiba, begitupun dengan senja yang tidak percaya bahwa Sahabatnya bisa mengalami hal seromantis itu,
di tambah lagi yang memakaikan jaket tersebut adalah Arthan si buronan para siswi.
tak lama, Zelyn dan kawan kawannya berjalan melewati mereka bertiga yang berada di depan toilet
Zelyn melihat jaket yang dikenakan oleh Aruna, ia tahu betul kalau jaket itu milik Arthan
dengan sinis, ia menatap Aruna dengan penuh rasa dendam, sedangkan kawan kawannya tersenyum sopan kearah Arthan.
usai para siswi tersebut pergi dari sana,
tersisa lah Arthan, Aruna, dan Senja
Aruna menatap Arthan, bingung.
"nanti jaketnya ikutan basah gimana?" ucapnya
"gausah bacot, Lo mau masuk angin?"
menggeleng pelan, Aruna sedikit menunduk "m..makasih"
"ngga geratis." Seru Arthan dengan smirk kecil di wajahnya
"h..hah?, harus bayar?"
"iya, pulang sekolah gue tunggu di parkiran" kata kata barusan adalah ucapan terakhir Arthan sebelum ia pergi menuju kelas nya.
Senja yang sibuk memastikan bahwa Arthan sudah benar benar pergi, kini ia menatap Aruna dengan cemas, "MIMPI APA GUE SEMALEM?!!".
"lebay Lo Ja" kekeh Runa
"BELUM ADA SEJARAH NYA DI SEKOLAH INI!
jarang jarang kak Arthan mau minjemin jaketnya ke cewe, fix dia suka sama Lo naa!"
"ck! udah ah, jangan ngomong yang engga engga," Aruna berjalan pergi menuju kelas nya di susul oleh Senja yang masih setia nyerocos di belakangnya.
"ati ati Lo nanti di incer sama fans nya kak Arthan"
"Yee gue kan bisa jaga diri,"
"iya juga ya, gue lupa kalo sahabat gue ARUNA ZARALETTONG anak Taekwondo"
"Hahahha, Zaraletta bukan Zaralettong" ucap Runa sembari menjitak kecil dahi sahabatnya tersebut
"eh btw, kenapa Lo ga lawan aja tuh kak Zelyn pake tendangan tendangan taekwondo yang udah Lo pelajarin?"
"ribet urusannya kalo sampe tulang dia ada yang patah,"
"HADEEHHH HARUSNYA LO SIKAT AJA NA"
"iyaaa.. nanti kapan kapan"
"BENER YAAA"
"heemmmm"
"JANJI YA NAAA"
"ngga janji"
"IIIHHHH"
"HAHHAHAHHA"
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
"Balik than!"
"iya sok mangga, duluan"
Arthan merapikan rambutnya di depan spion motor Honda CB250T peninggalan kakek nya.
tak lama duo cogan yang tak lain adalah repan dan cimol menghampiri dirinya
"kaga balik Lo than?" tanya cimol sambil menyalakan motor nya yang terparkir di samping motor Arthan, begitu juga dengan repan.
"Lagi ada urusan. duluan aja mol, pan"
"urusan ape tyuuuhh??" goda repan
"LO MAU KETEMUAN AMA CEWE YA?!!" ucap Cimol tak mau kalah.
"ck! kepo banget Lo berdua, Sono balik gih" usir Arthan
Repan berdehem kecil sambil mengusap poni rambutnya ke belakang, "kita ngga akan balik sebelum tau siapa yang Lo tungguin di sini"
sontak Cimol mengangguk setuju
tak lama Gadis cantik bersurai hitam sebahu datang menghampiri mereka dengan jaket hitam yang telah terlipat rapi di tangannya
"kenapa ngga di pake?"
"nggapapa, udah ga basah kok seragam nya, nanti jaket nya biar Runa cuci dulu di rumah"
"pake."
"gamau"
"pake sekarang atau gue yang makein?"
Aruna kembali dibuat skak oleh pria tersebut, jika Arthan memakaikan jaket itu padanya, maka ia akan menjadi pusat perhatian di kalangan siswa siswi yang sedang berlalu lalang.
ia tidak mau hal itu terjadi,
segara ia memakai kembali Jaket tersebut.
brrmmm
"ayo"
"eh?"
"ayo cepetan naik!"
"ga."
"Lo ngga liat langit nya mendung?"
Aruna menatap ke atas, benar saja langitnya memang terlihat gelap sore itu, bahkan angin mulai berhembus kencang
tapi di lain sisi, ia berfikir kalau hujan hujanan akan lebih baik dari pada dihujani hujatan karna di bonceng oleh kak Arthan.
"UDAAH, NAIK AJA RUNN!! JARANG JARANG ARTHAN NAWARIN CEWE!! KIW" seru Repan
Cimol tak mau kalah dalam urusan memanas manasi asmara temannya, "TERNYATA LO BISA JUGA MILIH CEWE, BENING LAGI, GUE KIRA SELAMA INI LO GAY SOALNYA GAPERNAH NGELIRIK CEWE"
Arthan menjitak dahi Cimol saat itu juga, "mulut Lo gay, gue straight anak Soleh anak baik baik"
"beuhh anak baik baik ceunah, tapi tiap hari nyolong bala bala kantin" cibir repan di balas tawa oleh Cimol
"Aruna!"
orang tersebut berjalan dengan senyum lebar menuju Aruna
"k..kak.. jadi pulang bareng ga?? ayo kak cepetan!"
Arthan yang masih asik tertawa dengan dua temannya tersebut kini menatap Aruna dengan bingung, "ayo nai---"
belum selesai Arthan berbicara, Aruna langsung duduk di atas jok motor nya.
"AYO KAK CEPETAN JALAN!!"
"i..iyaa"
tanpa fikir panjang, Arthan menancap gas dan langsung meninggalkan area sekolah.
dan benar saja, Mereka menjadi pusat perhatian sore itu
di lain sisi, "punten.. tadi Aruna naik motor sama siapa ya?"
"sama calon pacarnya" ucap Cimol blak blakan
"calon pacar?"
"iyaa, situ sendiri siapa nya Aruna?"
"saya Pacarnya."
Cimol dan Repan sontak terdiam di tempat,
mereka bingung mau jawab apa lagi
"yaudah saya duluan ya, makasih"
Pria tersebut berbalik menuju mobil putih nya yang terparkir di depan gerbang sekolah,
sedangkan repan dan cimol masih saling bertatapan di parkiran
mereka bingung mau memberi tahu tentang hal ini ke Arthan atau tidak, tapi di lain sisi mereka berdua tidak percaya bahwa pria tersebut adalah pacar Aruna
Tampangnya seperti om om orang kaya, dengan kemeja putih dan celana hitam panjang di lengkapi oleh dasi hitam, benar benar seperti orang penting.
siapa ya kira kira orang yang mengaku pacar Aruna??
tunggu di episode berikutnya!!
thanks for reading!!
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Arthan Supernova
(real name: bright / ig: @bbrightvc)
Ketua divisi 1 + Pemimpin utama Delvaros.
pict:
Sean Arkena
(real name: younghoon / ig: - )
Ketua divisi 2
Bagian penyusun rencana
Zimol Denandra
(real name: Patrick / ig: @patrickquiroz_)
Ketua divisi 3
Bagian Pengecoh pertahanan musuh
pict:
Revan Arezta
(real name: renz / ig: @renzkieser)
Ketua divisi 4
Bagian Peretas situs web dan mengstalk lokasi musuh.
pict:
Putra Tenggara
(real name: Jeff / ig: @mr.jeffsmith)
Ketua divisi 5
Bagian pertahanan
pict
__ADS_1
...tbc...