
"PAGI BUNDAAA!!"
Arthan berlari menuju dapur dengan mimik wajah yang terlihat semangat pagi itu
Hoodie putih dilengkapi dengan sepatu kets berwarna senada dengan Hoodie nya, berhasil menambah aura ketampanan Arthan yang di wariskan oleh Zergan.
"mau kemana kamu rapih gini?" tanya bunda
Arthan tersenyum jahil melihat bundanya sedang bersantai di meja makan sambil bermain Facebook
ide nakal nya muncul saat itu juga,
"Sekolah. eh Bun! coba deh, bunda punya uang berapa di kantong?"
tanpa fikir panjang, Anggi langsung merogoh kantong daster yang ia kenakan
wanita tersebut menyodorkan tiga lembar uang bernilai seratus ribu rupiah.
"coba bunda taro di atas meja!" Ucap Arthan, ia juga meletakkan satu lembar uang seratus ribu keatas meja
jadi total uang di sana berjumlah empat ratus ribu rupiah.
Dan anehnya, Anggi mau mau saja menuruti perintah putra satu satunya tersebut
Arthan berjalan menuju rak piring dan mengisi segelas air, tidak lupa ia membawa sebuah handuk kecil berwarna biru.
Arthan meletakkan gelas berisi air tersebut diatas meja makan, ia juga menutup gelas itu menggunakan handuk hingga gelas tersebut tertutup sepenuhnya.
"jadi gini bun peraturannya,"
"kalo bunda bisa minum air ini sampe habis, tanpa nyentuh handuk diatas nya,"
"uang empat ratus ribu ini bakal jadi milik bunda semua,"
"tapi,"
"kalo bunda gagal... yaa, berarti uangnya buat Arthan."
Anggi terdiam, ia sudah pesimis duluan karna hal itu merupakan suatu 'ketidakmungkinan'
"mana bisa! kamu mau ngerjain bunda ya??!!"
Arthan kembali tersenyum licik, "bunda nyerah gak??"
"ck! iyaaa nyerah! ada ada aja kamu" Anggi berdecak kesal
"Oke sekarang giliran Arthan, bunda lihat baik baik ya! Arthan bakal habisin air ini tanpa nyentuh handuk nya"
seketika Anggi merasa penasaran dengan apa yang Arthan kini lakukan
Arthan melakukan gerakan gerakan seperti sedang sulap, mata nya pun fokus pada gelas tersebut
setelah 10 detik berlalu, akhirnya ia menyelesaikan aksinya.
"sekarang coba bunda buka handuknya
pelan pelan"
Dengan wajah penasaran, anggi menuruti perintah Arthan
dan ternyata, air di dalam gelas tersebut masih utuh
"kok----"
kalimat Anggi terpotong saat Arthan langsung meminum seluruh air di dalam gelas tersebut
Anggi terdiam melongo dengan tangan kanan nya yang masih setia memegangi handuk
"nahh abis kann air nyaa! Arthan ga megang handuk sama sekali loh Bun, Arthan menang"
pria itu kemudian menyomot seluruh lembaran uang yang ada di atas meja
Anggi masih terdiam, ia tidak menyangka bahwa anaknya memiliki otak licik seperti Zergan, benar benar cerminan papah nya.
"haduh, kamu tuh... paling pinter ya kalo minta uang jajan ke bunda" Cibir Anggi sambil menjewer telinga kanan Arthan
"A..aw.. iyaa Bun..aahh"
Anggi menghela nafas, dan kemudian menghentikan aksinya tersebut
"Mau kamu apain uang nya hm??" ucapnya.
"Arthan mau kerja kelompok di rumah Sean nanti pulang sekolah"
__ADS_1
lagi lagi Sean menjadi tumbal kebohongannya
"bunda ngga percaya, belum lama ini kamu izin kerja kelompok ternyata tawuran sama temen temen geng kamu itu"
"y..yaa.. maaf"
"bunda bakal maafin kamu kalau kamu mau jujur sama bunda, Arthan"
tak ada pilihan lain, Arthan menyerah
"Arthan mau jemput temen Bun,"
"cewe?"
"iyaa"
"PACAR KAMU???"
"iya... EH BUKAN!, masih diusahakan"
tatapan tajam Anggi kini berubah menjadi rasa bangga terhadap putranya tersebut
"wiihhhh udah besar anak bunda, yaudah.. sana kerumah dia, kalo bisa ajak kesini, bunda mau lihat! pasti cantik pilihan anak bunda!"
"i..iya nanti kapan kapan Arthan ajak"
"oiya, uangnya kurang nggak cuma bawa empat ratus ribu, mau bunda tambahin??"
"ngga usah bun, ini udah cukup kok"
"yakinn??"
"iyaaaa"
"oke deh, jangan ngebut ngebut yaa! salam buat cewekmu!"
"siap buun!! Arthan pergi dulu , assalamualaikum"
"waalaikumsalam"
"na, mama mau ke rumah temen, kamu jaga rumah ya.. nanti mama pulang nya agak sore"
"kalo kamu mau keluar jangan lupa kunci pintu ya na, mama pergi dulu"
Aruna mengangguk,
kini ia seorang diri di rumah nya.
ayah nya tentara, sayangnya beliau wafat karena penyakit yang di deritanya sejak lama
beliau meninggalkan seorang istri bernama Regita dan satu putri cantiknya yang bernama Aruna.
sejak ayahnya pergi, Aruna sering merasa kesepian di rumah, karna ia anak tunggal
dulu waktu ayahnya masih ada,
setiap pulang kerja ayahnya selalu minta di buatkan coffe oleh putri kesayangannya
sampai sekarang, Aruna kalau kangen ayah, pasti langsung ke dapur buat nyeduh coffe,
padahal Aruna sama sekali nggak suka coffe.
DING DONG!!!
Mendengar suara bel, Aruna bergegas membukakan pintu untuk melihat siapa yang berkunjung.
dan betapa terkejutnya dia ketika melihat siapa yang datang,
"kak Regan? KAKAK TAU RUMAH AKU DARI MANA?!!"
"tenang dulu naa, kita kan bisa bicara baik ba--"
"NGGAK!"
Aruna sontak mengunci pintunya secara rapat,
berharap orang tersebut segera pergi
"Aruna! aku mau ngomong sama kamu!"
Regan tidak mendapat jawaban,
Sedangkan Aruna kini menangis sesegukan dibalik pintu.
__ADS_1
"aku bener bener minta maaf, aku mau kita kaya dulu lagi naa". seru Regan
"naa, ayolah! dengerin aku dulu, aku udah jauh jauh dari Jakarta ke Bandung cuma buat ketemu kamu!"
Regan mulai merasa frustasi karna tidak di gubris oleh Aruna
"KALO KAMU NGGAK KELUAR, PINTUNYA BAKAL AKU DOBRAK"
"ARUNA!! KELUAR!!"
"SATU!!
DUA!!"
BRRRMMM
Aruna mendengar suara motor yang tak asing lagi baginya, penasaran ia mengintip dari jendela
dan benar saja, Arthan datang di waktu yang sangat tepat
Seketika Gadis itu tersenyum lega dan berterimakasih pada Tuhan.
"Lo siapa?" tanya Regan dengan tangan yang di Lipat di depan dada
Kini Arthan mencopot helm serta Slayer hitam nya, tak lupa pria itu mengibaskan rambutnya agar makin berdamage, "Lah maneh sendiri Saha?"
"Lo yang kemaren boncengin Aruna kan?!"
"iya, emang kenapa?" ucap Arthan dengan wajah tengilnya
"ngapain kesini?!"
"maneh juga ngapain kadieu?"
"kalo gue tanya jangan balik nanya!" Regan mulai mengepalkan tangannya, geram.
"kalo saya jawab, maneh jangan nanya lagi dong, nanya mulu. berasa jadi narasumber deh"
"Lo bener bener ya!"
"Sekarang aing tanya, maneh siapanya Aruna?"
Regan memasang wajah sombong di wajahnya,
"gue pacarnya Aruna, Lo siapa? Lo nggak berhak nginjekin kaki di sini" ucap Regan.
"baru pacar kan? kenalin, saya jodohnya Aruna."
balas Arthan tak kalah sombong
BUAGH!!
Regan meninju wajah Arthan secara tiba tiba, namun bukanya tersungkur ke lantai, Arthan masih berdiri tegap dan malah balik menatap Regan dengan tajam
tatapan Arthan membuat Regan jadi makin geram, Regan menarik kerah baju Arthan saat itu juga.
"inget ya, kalo sampe gue liat Lo dateng kerumah Aruna, Gue nggak akan segan segan buat nge----"
******cuih******!
ucapan Regan terpotong karna Arthan meludahi wajahnya, betapa terkejutnya Regan kala itu.
"gausah bacot, Lo nggak tau gue siapa," seru Arthan dengan smirk di bibirnya.
Regan melepaskan cengkraman pada kerah Arthan, ia segera mengelap cairan di wajahnya
di lain sisi, Aruna terkejut melihat Regan memukul Arthan, tapi ia lebih terperangah lagi ketika melihat Arthan meludahi wajah Regan.
"Lo sia---" lagi lagi ucapan Regan terpotong, kini gantian Arthan yang mencengkram erat Kerah Regan
"gua, pemimpin Delvaros."
NOTE:
REGAN DEVANZA
(Real name: hyujin / ig: - )
kelas 12 SMA Dramawijaya Jakarta.
mantan Aruna
__ADS_1