ARYA MAHESA

ARYA MAHESA
Mulutmu


__ADS_3

" Sial! "


Mereka langsung berlari berhamburan sesaat setelah Arya mengatakan itu.


Karena hal ini begitu mengejutkan,  membuat mereka berlari ke segala arah dengan panik. Mereka terpisah antara satu dengan yang lainnya.


Arya membiarkan sedikit lebih lama untuk mereka berlari menjauh. Saat ini setatus mereka benar-benar sudah berubah dari pemburu menjadi buruan.


" Jangan biarkan satupun dari mereka yang lolos. Bawa mereka kembali kesini. Dan Dwight itu ... Buruanku! "


" Baik! "


" Baik! "


Setelah mengatakan itu, Arya, Krama dan Rewanda langsung berpencar.


Sudah cukup mempelajari bagaimana sifat pemburu asing ini. Sekarang saatnya memberi mereka pelajaran. Arya telah menargetkan satu orang yang menjadi buruannya. Kali ini Arya benar-benar telah marah.


Dwight adalah yang terkuat diantara pemburu lainnya. Dia merasa kesempatannya untuk hidup lebih besar. Oleh karena itu dengan tenaga dalamnya, dia berlari sekencang-kencangnya.


Tapi saat Dwight merasa telah cukup menjauh, dia mendengar langkah kaki mengejarnya. " Sialan! Anak itu menargetkan aku! "


Dwight melompat, kali ini dia berlari dari dahan pohon satu ke dahan pohon lainnya. Dia bisa saja menggunakan ilmu meringankan tubuh ini saat kabur dari kawanan beruang tadi. Namun beberapa dari teman-temannya tidak bisa melakukan hal yang sedang dia lakukan saat ini.


Menyadari bahwa yang mengejarnya bukan Siluman Kera, maka Dwight memutuskan untuk menggunakan teknik ini. Cukup cerdik.


Di negaranya, Dwight merupakan salah satu pendekar yang memiliki kelas yang cukup tinggi. Dengan latihan dan pengalaman bertarungnya, Level kependekaran Dwight jika di samakan dengan pendekar dari kerajaan Swarna, mungkin setara dengan Pendekar Ahli tingkat tiga.


Dwight tiba-tiba melambat. Dia menyadari bahwa suara tapak kaki yang dia dengar bukan berasal dari makhluk berkaki empat. Sebuah senyum tersungging di wajahnya. " Kau terlalu meremehkanku. Bodoh! "


Dwight melompat turun dari pohon. Kali ini dia tidak lagi berlari melainkan menunggu. Dwight yakin hanya Arya yang kini mengejarnya. Itulah dia mengatakan Arya sangat bodoh.


Dia mungkin tidak akan menang jika berhadapan dengan dua makhluk lainnya. Tapi, melawan orang tanpa tenaga dalam sama dengan semudah menginjak semut baginya.


Dan benar saja. Tak lama setelah itu Arya muncul di hadapannya. Dwight melipat tangan di dadanya. pria tinggi berbadan kekar itu tersenyum meremehkan seperti melihat mangsa di depannya " Kau terlalu memaksakan keberuntunganmu. Itu kenapa aku membenci orang-orang dari kerajaan ini. kalian semua memang bodoh! Hahahaha! "


Arya memelankan larinya. Dia mendapati Dwight di depannya penuh dengan kesombongan. Hal itu membuatnya bertambah kesal. Arya tidak menanggapi perkataan Dwight dan terus berjalan dengan cepat ke arah pria berbadan kekar itu.


Dwight tidak mengira jika Arya akan langsung mendekat padanya. Tapi, kali ini itu sama sekali tidak mempengaruhinya. Saat Arya sudah berada dalam jangkauan serangannya, Dwight langsung melompat untuk memberikan pukulan.


Sebuah kepalan tinju mengarah pada wajah Arya. Saat tinju itu sudah tinggal beberapa inci hendak mengenainya, Arya langsung menunduk dan membalas dengan sebuah pukulan tepat di perut Dwight.

__ADS_1


Dwight tak mengira bahwa pukulannya akan berakhir di udara. Belum sempat bereaksi, sebuah pukulan balasan yang sangat keras sudah mendarat di perutnya.


Dwight langsung mundur dan segera memegangi perut nya. Pria itu mendapati tangannya kini berlumuran darah. Itu tidak hanya sekedar pukulan. Tapi juga sebuah cakaran yang berhasil mengoyak kulit perutnya sedikit dalam.


" Kau?! Bagaimana bisa? " Dwight tak menyangka jika pemuda itu memiliki tenaga fisik yang cukup kuat untuk melukainya.


Segera Dwight memusatkan tenaga dalam untuk menstabilkan perutnya yang terasa mual dan menghentikan darah yang keluar dari luka itu.


Arya hanya memberikan satu serangan saja. Jika dia mau, bisa saja Arya memberi pukulan susulan. Tapi itu bukan rencananya.


Menyadari pemuda itu memiliki ilmu beladiri yang cukup tinggi, Dwight tidak lagi meremehkannya. Pria itu memilih serius untuk bertarung menghadapinya.


Arya melihat telapak tangannya " Ah, ternyata membaca jauh lebih mudah daripada saat mempraktekkannya " gumamnya.


Arya berniat menggunakan salah satu jurus yang ada di kitab Pernafasan Beruang Tanah. Namun dia menyadari, jika melupakan dasar pernafasannya maka pukulan itu tidak berefek sebagaimana mestinya ditambah Arya tidak mempunyai tenaga dalam, memang sangat jauh dari hasil yang di harapkannya.


Dwight memasang kuda-kuda. " Aku salah karena telah meremehkanmu. Saat aku serius, bersiaplah dengan kematianmu! " setelah mengatakan itu, Dwight kembali melancarkan serangan.


" Tunju Besi! "


Dengan menggunakan tenaga dalamnya, serangan Dwight kini jauh lebih cepat. Serangan itu langsung mengarah pada tubuh Arya.


Arya berfikir sejenak untuk mengingat jurus Pernafasan Beruang Tanah. Namun tiba-tiba tubuhnya mundur saat serangan Dwight hampir saja mengenainya.


Gerakan Arya itu bukan berasal dari Kitab yang sedang dipikirkannya. Melainkan murni reflek bertahan hidup yang telah terlatih dengan cara yang ekstrim di setiap inci tubuhnya saat masih berada di hutan Obskura.


Dwight terkejut saat menyadari bahwa saat menghindar tadi, Arya bahkan tidak melihatnya. Pemuda itu tiba-tiba saja mundur tepat waktu saat serangannya nyaris mengenai pemuda itu.


" Sial! " umpat Dwight.


Pria bertubuh kekar itu mengambil kuda-kuda yang lain dan kembali menyerang Arya. Kali ini serangan yang di lancarkannya bertubi-tubi.


" Penghancur Baja! "


Tidak seperti sebelumnya beberapa serangannya berhasil mengenai Arya dan beberapa lagi berhasil di hindarinya.


" Hahaha! Aku rasa yang sebelumnya hanya kebetulan. " kepercayaan diri Dwight kembali tumbuh.


Dengan menggunakan tenaga dalam yang cukup besar, Dwight ingin segera mengakhiri pertarungan ini.


Arya masih tampak berpikir. Namun setekahnya menggeleng " Ternyata memang cukup sulit jika aku sama sekali belum melatihnya "

__ADS_1


Dwight mendengar kata-kata Arya menjadi sedikit heran ' Apa bocah ini baru saja mengatakan bahwa dia mencoba sebuah jurus saat dalam pertarungan hidup dan mati? '


Arya menunda untuk menggunakan jurus Pernafasan Beruang Tanah. Berpikir untuk melatihnya terlebih dahulu sebelum mempraktekkannya langsung seperti sekarang ini.


Setelah tenaga dalam dengan jumlah yang besar terpusat di ujung tangannya, Dwight juga memusatkan tenaga dalam di kakinya. Serangan kali ini akan sangat cepat dan sangat kuat.


Ini adalah salah satu jurus terkuat Dwight. Dia sedikit merasa menyesal harus sampai menggunakan jurus ini hanya untuk melawan pemuda yang tidak memiliki tenaga dalam ini.


" hahaha! Kau seharusnya bangga bisa membuatku menggunakan jurus ini. Sayangnya sebentar lagi kau akan mati! " Dwight memperingatkan Arya.


" Tinju Pe— "


" PLAK! "


Sebuah tamparan mendarat di mulut Dwight. Membuat bibirnya hancur dan susunan mulut nya berantakan. Dwight bahkan tersedak oleh pecahan gigi nya sendiri.


" Kau tadi mau bilang apa? ... Pe ... Apa? "


Arya menatap Dwight yang kini berguling di tanah memegang mulut nya yang hancur sambil terbatuk batuk.


" Tapi, Aku benar-benar benci saat mendengar apapun yang keluar dari mulutmu itu! "


" Krak! "


" Krak! "


Arya menginjak kedua kaki Dwight hingga remuk. Dan mengangkat lalu menyeretnya dengan satu tangan.


Saat sampai di tempat di mana Arya menyuruh Rewanda dan Krama mengumpulkan semua pemburu, ternyata keduanya sudah lebih dulu berada di sana.


Saat mendekat Arya mendapati mereka di sana sudah bertengkar menentukan siapa yang memenangkan entah apapun itu.


" Aku lebih dulu dari pada kau kera, Bodoh! "


" Itu karena kau mendapatkan lebih sedikit. Aku membawa empat tapi kau cuma tiga! Tentu saja aku yang menang "


" Kau menangkap yang sangat lamban. Yang itu tidak di hitung. "


Keduanya lalu berhenti saat menyadari kedatangan Arya.


" Raja. Apa yang harus kita lakukan pada mereka? "

__ADS_1


Arya melihat tidak ada satupun dari pemburu itu yang sadarkan diri. Arya melihat Dwight yang dibawanya juga mengalami nasib yang sama.


" Hancurkan kaki mereka! "


__ADS_2