Awalnya Coba-coba!

Awalnya Coba-coba!
Muak


__ADS_3

Angie dengan semangatnya memarkirkan mobil di depan cafe dan segera mengambil cermin untuk memastikan bahwa dandanannya terlihat oke, ya namanya juga cewek pasti ingin terlihat menarik dihadapan pacarnya. Saat akan turun ke mobil tiba-tiba hp Angie berdering dan Angie segera melihat notifnya yang berbunyi tertera nama 'Ismy ', klik layar hp pun beralih ke chat yang dikirim oleh Ismy teman kampusnya Angie.


"Gie..." -Ismy-


"Oy, tumben bet ada apa?" -Angie-


"Lo masih pacaran kan sama Ricko?" -Ismy-


"Emang kenapa my?" -Angie-. Rasa penasaran muncul terlihat Angie mengernyitkan dahinya.


"Tadi gue liat Ricko lagi sama cewek di Hotel" -Ismy- menyebutkan nama hotelnya.


Angie mencoba untuk berpikir positif karena selama ini Ricko tidak pernah bermain dibelakang Angie.

__ADS_1


"Ah mungkin lo salah liat, ini gue sekarang lagi mau dinner sama Ricko" -Angie-


"Ahiya mungkin, yaudah maaf ya gue ga bermaksud buat nuduh Ricko🙏- Ismy-


"Santai aja my" -Angie-


Ismy pun hanya membaca pesan dari Angie dan Angie yang tetap berpikiran positif pun bergegas turun untuk menemui Ricko. Setelah memasuki Cafe yang sudah dipesan Ricko, Angie langsung menanyakan kepada pelayan untuk memberitahu tempat yang dibooking atas nama Ricko.


"Mba Angie ya? Untuk pemesanan atas nama Mas Ricko ada di lantai 2, mari saya antar"


Saat sudah tersambung bibir yang sedaritadi tidak berhenti tersenyum tiba-tiba terhenti. Dan wajah yang sedaritadi begitu bahagia kini menampakan kekecewaan yang sangat dalam. Bagaimana tidak kecewa laki-laki yang begitu dia cintai sedang bersama wanita. Dan benar, yang mengangkat telpon tadi adalah wanita yang sedang ngos-ngosan entah apa yang sedang mereka lakukan.


"Haahhhh.. Hallo" suara wanita itu terdengar mendesah. Angie masih setia mendengarkan dan tidak bisa berkata apa-apa.

__ADS_1


"Aaahhh Rick aahhhh pelaaan-pel" suara wanita itu terus terdengar hingga membuat Angie muak mendengarnya dan langsung mematikan telpon.


Air bening yang sedari tadi ditahan hanya dengan sekali kedipan lalu tumpah membanjiri pipinya yang mulus itu.


"Ricko, brengsek!!" umpatnya yang sudah terisak tangisnya menjadi-jadi.


Angie berdiri dengan tatapan kosong ia menuruni tangga dan pergi entah kemana tidak ada tujuan. Banyak pengunjung yang menatapnya dengan tatapan bertanya-tanya tapi Angie tidak menyadari ia tetap melangkah keluar dari Cafe tersebut. Hari sudah semakin gelap namun Angie masih setia dengan langkah gontai ia menyusuri jalanan yang mulai gelap dan turun hujan begitu deras membasahi tubuh Angie yang bergetar menangis sejadi-jadinya.


Saat ini semesta seperti ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Angie. Saat ia berjalan Angie terjatuh karena ada batu di depannya dan tidak melihatnya karena matanya dipenuhi air mata ditambah lagi air hujan yang terus menghujam wajahnya. Ia tidak bergeming tetap duduk sambil melepas highheels nya yang sudah patah sebelah. Ia beranjak dari duduknya dan melihat ada seseorang yang menghampirinya. Seorang lelaki sedang berdiri dihadapannya, Angie lalu mendongakan kepalanya melihat siapa yang ada di depannya ini.


"Abanggg hiks..hiks...hiks..." ternyata yang didepannya adalah Andrew. Andrew tidak banyak tanya ia langsung memeluk adiknya lalu mengusap punggungnya seakan menenangkannya. Lalu ia menuntun Angie untuk masuk ke mobilnya.


Saat di perjalanan tidak ada sepatah kata pun dari mereka hanya ada isakan tangis Angie yang begitu membuat hati Andrew tersiksa tak terima melihat adiknya begitu sangat menderita. Andrew sesekali melirik ke arah Angie yang sedang mengusap air mata yang jatuh dan menyandarkan kepalanya denga. kasar ke belakang.

__ADS_1


bersambung....


__ADS_2