
Flashback on
Andrew baru pulang dari kantor yang kebetulan banyak sekali pekerjaan yang harus diurus olehnya. Ia melajukan mobil dengan pelan karena sedang hujan takut terjadi apa-apa pikirnya begitu. Saat sedang fokus menyetir dari jauh melihat wanita yang sedang duduk di pinggir jalan, matanya terbelalak saat melihat dari dekar ternyata itu adalah adiknya, ya dia melihat Angie.
"Tuh, cewek ngapain ***** pake duduk dipinggir jalan hujan pula" gumam Andrew.
"Angie! Iya itu Angie" Andrew panik ia langsing menepikan mobilnya dan segera berlari ke arah Angie ternyata sedang terisak menangis. Ia tidak tega melihat penampilan adiknya yang kacau sedang menunduk kebawah, lalu perlahan beranjak berdiri. Ia tidak mau bertanya karena ia tahu pasti ia sedang patah hati. Yang Andrew tau ia mempunyai pacar tapi belum pernah dikenalkan kepada keluarganya.
Flashback off
__ADS_1
Terasa lelah mungkin Angie karena berjalan sambil menangis dengan jarak yang lumayan jauh. Ia tertidur di mobil yang masih sedikit terisak namun air matanya sudah tidak keluar lagi. Andrew mengangkat adiknya untuk dibawa ke kamarnya, saat masuk ke rumah Bunda dan Ayahnya begitu kaget melihat keadaan putri tercintanya yang begitu kacau. Matanya penuh tanya dan khawatir mereka segera menyusul Andrew kearah kamar Angie.
"Bang, adikmu kenapa? Kenapa Angie keadaanya seperti ini, bang?" tanya bunda yang sedaritadi menangis khawatir takut terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Setelah Andrew menidurkan Angie ke ranjangnya ia bergegas keluar dan menyuruh mamahnya untuk mengantikan baju adiknya yang basah kuyup. Bunda mengangguk dan langsung mengambil baju tidur yang ada di lemari lalu menggatikan bajunya. Entah Angie sudah pulas atau merasa lelah untuk bergerak sampai ia tak merasakan jika sedang digantikan baju oleh bundanya.
Bunda Angie keluar dari kamar putrinya lalu menyusul Andrew dan suaminya yang sedang berada di ruanh keluarga. Andrew menceritakan kepada orang tua nya. Ayah dan Bunda terlihat begitu khawatir karena mereka belum tau apa yang terjadi kepada Angie.
Waktu menunjukkan pukul 2:35 WIB Erlina terbangun karena mendengar suara Angie, ternyata Angie sedang mengigailu memanggil nama Ricko. Saat menyentuh dahi Angie mata Erlina terbelalak putrinya sangat panas, dengan panik ia mengambil termometer lalu menaruhnya dimulut Angie. Saat mengambil termometer kecemasan itu semakin menjadi melihat angka yang ada pada benda itu menunjukkan 39.5° dan dilanjut dengan kejang-kejang.
__ADS_1
Erlina yang ketakutan ia segera berlari keluar kamar berteriak sekencang-kencangnya dan membuat bangun seisi rumah. Willy yang tak lain adalah Ayah Angie ia kaget mendengar suara teriakan istrinya lalu segera keluar dan menghampiri istrinya yang sangat ketakutan.
"Ayah, Angie yah Angie!" sambil menarik tangan Willy untuk masuk ke kamar Angie dan dilihat putri tercintanya sedang kejang-kejang ia langsung memangku Angie dan berlari menuruni tangga yang disusul oleh Andrew yang sama kaget bercampur khawatir. Andrew segera melajukan mobilnya dengan kecepatan diatas rata-rata karena tidak ingin sesuatu terjadi pada adik satu-satunya itu. Angie dipangku oleh Ayahnya dan Bundanya yang sedaritadi menangis karena begitu mengkhawatirkan putrinya.
Setelah sampai didepan rumah sakit ia segera masuk berteriak memanggil suster dan dengan sigap suster membawa Angie ke ruang IGD untuk pemeriksaan. Andrew, Willy dan Erlina sedang menunggu dokter dengan wajah yang sangat sedih dan cemas karena sudah lama tidak ada yang keluar dari ruangannya. Tak beberapa lama pintu terbuka dan terlihat laki-laki berjas putih menghampiri mereka.
"Bagaimana keadaan putri saya, dok?" Tanya Willy sambil memegang erat istrinya yang sudah lemas.
"Putri anda sudah kami tangani dan sekarang sedang beristirahat karena pengaruh obat"
__ADS_1
"Terima kasih, dok." Andrew menjabat tangan dokter dan dibalas oleh dokter tersebut lalu meninggalkan mereka.
bersambung...