
"Bentar bentar kok lo bisa tau gue disini? Dan kenapa tas gue bisa ada di lo?" tanya Angie penasaran.
"Jadi kemarin karena gue kepo gimana kelanjutannya setelah dinner itu gue telpon lo dan yang angkat bukan lo. Gue tanya dong dia siapa terus dia bilang pelayan Cafe katanya yang punyanya ninggalin Cafe sambil nangis." Ia menceritakan dengan semangat dan sesekali menghela nafasnya lalh melanjutkan kembali ceritanya.
"Gue kaget dong dan gue khawatir terjadi apa-apa sama lo dan bener aja kekhawatiran gue lo ada disini, dih." Ia menghela nafas kembali.
"Terussss.. Lanjutin jangan?" candanya yang langsung mendapat pukulan dari Angie karena dia begitu serius mendengarkan sahabatnya itu menjelaskan si tas yang bisa berada di Sissy. Sedangkan Erlina dan Willy yang berada di sofa hanya mendengarkan, namun masih penasaran kelanjutan cerita Sissy.
"Iya gue lanjut galak amat lu jadi cewek. Terussss gue suruh itu pelayang shareloc gue kesana dianter bokap karna saat itu lagi hujan, lo tau kan bokap gue overprotect banget sama gue" Angie hanya menganggukkan kepalanya, menunggu Sissy melanjutkan ceritanya.
"Oke ehem cek cek cek, ehem. Nah pas gue nyampe sana gue cari pelayan yang tadi angkat telpon gue, gue cecar itu pelayan karna gue kepo apa yang sebenarnya terjadi tapi apa boleh buat dia kagak tau yaudah gue balik. Terus tengah malem gue kebangun karna haus nah ke inget lu terus gue telpon nomor rumah lo dan gaada yang angkat juga." Ia menarik nafas kesal seperti terbawa suasana.
"Gue lupa kalo Bi Surti sama Bi Ani sedang cuti, gue telpon deh abang bule (Andrew) eh diangkat takut gue karna telpon jam segitu, tapi pas gue nanya dia jawab katanya dia lagi dirumah sakit nemenin lo." Angie hanya ber oh saja.
__ADS_1
Flashback on cekidot
Karena tidak ada jawaban dari sang pemilik rumah, Sissy berniat menelpon Andrew namun ia mengurungkan niatnya karena takut mengganggu kakak sahabatnya itu. Tapi karna rasa keingin tahuannya yang tinggi ia nekad menelpon Andrew dan berharap bahwa Andrew belum tidur atau sedang terbangun sama sepertinya. Lalu ia mencari nomor Andrew dan memanggilnya. Tak lama kemudian ia mendengar suara dari seberang sana.
"Hallo" sapa Andrew.
"Eh, bang bule. Sissy ganggu ga?" tanya Sissy ragu dia menggigit bibir bawahnya.
"Abang gapapa, Sy. Yang apa-apa itu sahabat kamu tuh. Dia tadi demam tinggi jadi dibawa kerumah sakit." jelas Andrew. Sissy dibuat panik dan juga khawatir.
"Astagaa!! Itu anak bikin ulah apalagi, bang? Sampe demam tinggi ga kayak biasanya dia kan jaraang sakit." cerocos Sissy membuat Andrew menjauhkan ponselnya dari telinga karena suara Sissy begitu nyaring ditelinga Andrew
"Tadi abang ketemu dia di trotoar jalan lagi duduk nangis mana kehujanan lagi." Andrew
__ADS_1
"Yaudah makasi ya, bang bule. Sissy mau siap-siap kerumah sakit. Bye" kata Sissy, namun Andrew segera bersuara.
"Heh Sissy, ini udah tengah malem mau pagi anak gadis masa keluyuran jam segini. Besok pagi lagi aja." cegah Andrew karena ia khawatir terjadi apa-apa pada sahabat adiknya itu yang sudah dianggap seperti adikny sendiri.
"Yaampun, bang bule. Udah ganteng perhatian lagi, yaudah neng Sissy besok pagi aja kerumah sakitnya. Dadah abanggg" akhirnya Sissy mengakhiri telponnya membuat Andrew lega, karena suaranya yang cempreng membuat Andrew malas karena ia sering mengganggunya saat main kerumah.
Sissy segera menaiki tangga lalu kembali ke kamar melanjutkan tidurnya.
Flashback Off
Angie yang mendengarkan ceritanya dibuat mengantuk padahal ia kemarin lama sekali tertidur. Namun, untungnya Sissy lupa menanyakan apa yang terjadi pada Angie semalam karena Angie tidak mau Ayah dan Bundanya mendengar cerita yang sebenarnya. Ia malu kalau harus bercerita tentang kelakuan pacarnya dihadapan orang tuanya.
bersambung... jangan lupa like dan komen ya sayang-sayangkuu😍
__ADS_1