Awalnya Coba-coba!

Awalnya Coba-coba!
Putus!


__ADS_3

Okayy readers, monmaap ya kalo author banyak typo ini bikinnya dadakan seriusan. Kan udah dibilang ini tuh hasil kegabutan hehe. Pokoknya selamat menikmati:)


....


"Sayang, maafin aku ya semalem aku terlambat. Aku ada acara keluarga dadakan banget, sayang." Bohong Ricko karena ia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya. Angie yang mendengarkan alasan Ricko semakin menangis dan terdengar isakan disana. Ia membuka matanya lalu duduk menghadap kearah Ricko dengan tatapan tajam seperti ingin menerkan musuh.


"Ohiya? Acara keluarga apa, hah? Acara kumpul keb*? Hahahaha" Angie tertawa diiringi air mata yang tiada hentinya keluar. Ricko yang mendengar ucapan Angie pun terkejut dan langsung merubah raut muka nya dengan ekspresi pura-pura tidak tahu.


"Maksud kamu apa, Angie? Aku ga ngerti, aku tau kamu lagi ngambek. Jadi sekarang kamu tenangin dulu ya, sayang." Ricko memeluk Angie namun dengan cepat Angie menghindar dan kembali menatap Ricko, kali ini Angie benar-benar marah karena Ricko tidak mau mengakui kesalahnnya.


"Masih mau pura-pura ****, hah? Cowok sialan." Ricko makin terkejut mendengar kata itu dari mulut Angie karena Angie selama ini selalu lembut kepada Ricko.

__ADS_1


"Lo mau jujur sekarang atau nanti gue kasih bukti tentang perselingkuhan lo? Brengsek!" Teriak Angie diiringi isakan yang membuat Ricko sakit melihatnya.


"Kamu kenapa, sayang? Maksud kamu selingkuh gimana?" Ricko masih teguh pada pendiriannya untuk berpura-pura tidak terjadi apa-apa karena ia merasa bahwa Angie hanya sedang menguji kesetiaan Ricko, begitulah pikirnya.


Angie hanya menangis, ia tidak sanggup untuk berkata lagi. Angie malas untuk bersuara lagi karena ia tahu bahwa Ricko tidak mungkin mengakuinya. Angie menundukan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir padahal ia sudah mencoba untuk menghentikannya. Ia mencoba mengatur nafasnya agar sedikit lebih rileks, lalu kembali menatap Ricko.


"Oke, kalo lo masih gamau jawab." Angie menghela nafasnya. "Kita putus!" Tegas Angie yang membuat Ricko terkejut.


"Apaan sih, Gie. Aku kan udah minta maaf. Oke aku akui aku salah karena datang terlambat tapi aku ga selingkuh. Kamu percaya kan sama aku?" Angie menggeleng. Ricko berdecak kesal berjalan maju beberapa langkah lalu mundur beberapa langkah.


"Cinta? Kamu bilang cinta?" Angie mengusap kasar air matanya lalu kembali melanjutkan bicaranya.

__ADS_1


"Kalo kamu cinta sama aku, gaakan mungkin kamu tidur sama cewek lain, Rick." Angie kembali menangis membayangkan Ricko yang sedang memandu kasih bersama cewek lain.


"Aku tau kamu kemarin tidur sama cewek lain, bahkan aku denger suara-suara menjijikan itu. Masih belum mau mengakui kesalahan kamu, Ricko?" Teriak Angie, ia begitu marah karena Ricko masih enggan mengakui kesalahannya yang fatal itu. Ricko frustasi, ia membuang nafasnya kasar lalu mengacak-acak rambutnya. Lalu ia menggenggam tangan Angie.


"Oke aku jujur, iya kemarin aku tidur sama cewek lain." Duarrr!! Meskipun Angie mengetahui itu namun terasa berbeda ketika Ricko sendiri yang mengakuinya. Ia mendongakkan kepalanya keatas untuk menahan air mata yang akan keluar.


"Tapi itu aku khilaf, sayang. Aku bener-bener khilaf, aku mohon maafkan aku. Aku janji itu terakhir kalinya aku berbuat seperti itu, sayang. Aku mohon, aku gamau putus. Aku akan perbaiki semuanya." Namun Angie tidak menghiraukannya, ia tetap dengan pendiriannya untuk putus dengan Ricko karena jika tetap bersama pun tidak akan mungkin perasannya kembali seperti dulu kala walaupun tetap bersama perasaanya pasti akan berubah tidak seperti dulu lagi. Angie melepaskan genggamannya dan menyuruh Ricko keluar karena ia ingin istirahat. Namun Ricko kekeh ingin menemani Angie, Angie merasa kesal dan ia menampar wajah Ricko.


PLAKK!!


Ricko yang mendapat tamparan dari Angie pun ia hanya bisa diam karena itu hak Angie untuk menampar pria brengsek sepertinya.

__ADS_1


BRAK!!


Suara pintu terbuka paksa terlihat dua orang lelaki dan perempuan dengan wajah yang merah menahan emosi.


__ADS_2