
Halooo gaiss, maaf banget nih aku baru update lagi. Sibuk banget ngurusin ini itu (maklum gais waktu pertama bikin novel ini lagi jomblo) sekarang alhamdulillah lagi persiapan buat nikah!! hihihi doain ya gais semoga lancar sampe hari H🤠DANNN SELAMAT MENIKMATI LAGI CERITANYA!!!
BRAK!!
Suara pintu terbuka paksa terlihat dua orang lelaki dan perempuan dengan wajah yang merah menahan emosi.
Empat pasang mata yang menyala terlihat sangat menakutkan membuat nyali Ricko menciut. Disana terlihat Andrew dan Sissy yang sedang berapi api amarahnya, mereka sejak tadi memang mendengarkan apa yang sedang dibicarakan oleh Angie dan Ricko laki-laki br*ngsek itu (ampun author jadi ikutan kesel nulisnya hehe). Andrew melangkah lebih dulu dengan tatapan elang melihat Ricko penuh amarah dengan emosi yang membara Andrew melayangkan tinju ke wajah Ricko hingga Ricko terhuyung jatuh (wah pukulannya dahsyat derr). Ricko berdiri dengan mengusap bibirnya yang berdarah akibat pukulan dari Andrew. Sissy yang melihat adegan itu hanya diam menyaksikan dan menelan ludah melihat Andrew yang terlihat seperti bukan dirinya.
"Maksud lo apa, hah? Lo pikir lo siapa?" teriak Andrew didepan wajah Ricko yang menunduk.
"Najis, lo tau ga? Sikap lo yang kayak gini yang bikin nama cowok jadi brengsek tuh cuih" tambah Andrew masih dengan nada yang tinggi sambil meludah kearah kiri.
__ADS_1
"Gue mohon gue minta maaf, gue khilaf dan gue sayang banget sama Angie" jawab Ricko memelas.
"Khilaf? Hahahahaha lo pikir gue sama adik gue anak bodoh? Udah sekarang lo pergi dari sini sebelum lo gue bikin peyek disini" teriak Andrew. Ricko yang bingung harus berbuat apa hanya melirik sekilas kepada Angie yang tengah menangis dipelukan sahabatnya. Di hati Ricko memang merasa sangat bersalah melihat Angie menangis terisak isak seperti itu. Ia memohon maaf kepada Angie lalu pergi meninggalkan ruangan itu.
"Lo kuat, laki-laku brengsek kayak gitu ga cocok buat lo, Gie." Ucap Sissy memecah keheningan. Angie makin terisak isak mendengar ucapan dari Sissy.
"Udah lo jangan nangis jijik itu liat ingusnya" ucap Andrew ingin membuat adik tercintanya berhenti menangis.
"Iyalah lo cakep, abangnya aja cakep kaya gitu" tambah Sissy membuat rasa percaya diri Andrew meningkat 12638% (hehehe lebay emang author)
Angie sudah berhenti menangis malah sekarang sedang tertawa terbahak bahak melihat kelakuan kakak dan sahabatnya yang sedari tadi menghibur Angie. Sejenak mungkin Angie melupakan kekesalan dan kekecewaannya setelah pengkhianatan terjadi kepada hubungannya.
__ADS_1
3hari berlalu, Angie sudah sehat kembali dan bisa memulai kuliah lagi. Pagi-pagi sekali Angie sudah siap untuk pergi ke kampus, tidak ada angin tidak ada hujan gadis yang biasa kebo sekarang mendadak rajin. Ia berjalan menuruni tangga sambil bernyanyi riang membuat kedua orang tua dan kakak laki-lakinya lega karena melihat Angie sudah ceria lagi.
"Pagi semuanyaaa!" Sapa Angie menyiumi pipi semua orang yang ada di meja makan.
"Tumben banget lo udah siap" celetuk Andrew sambil memakan roti yang tadi sudah dibikin
"Ohiya dong hari ini gue ke kampus setelah beberapa hari berjamur dirumah sakit" jawab Angie sekenanya.
Orang tuanya hanya tersenyum melihat tingkah anak-anaknya, sudah besar tapi masih saja ribut. Setelah sarapan pagi, masing-masing pergi kearah yang berbeda. Hari ini, Angie dijemput oleh Sissy karena ingin shopping saat nanti pulang kuliah.
Udah dulu ya gais nanti dilanjut lagi, author lupa notes nya kehapus jadi harus ngulang lagi ceritanya huhu, maafkeun yaaaa. And enjoy to read! SAMPAI BERJUMPA DI EPISODE BERIKUTNYA KAWAN KAWAN SETIA PEMBACA NOVEL BARUKU HEHEHEHE
__ADS_1