
Hari pun semakin cerah, Erlina dan Willy sudah pulang karena Erlina ingin memasak makanan kesukaan Angie dan Willy menemani istrinya karena takut terjadi apa-apa. Tinggalah dua makhluk gadis kocak yang sedang bercengkrama, sesekali raut wajahnya berubah-ubah dari cemberut sampai tertawa terbahak-bahak. Entah apa yang mereka obrolkan hanya mereka lah yang tahu.
"Jadi, lo masih belum mau cerita nih tentang apa yang terjadi kemarin?" tanya Sissy. Angie hanya diam bingung harus cerita bagaimana karena ini benar-benar memalukan.
"Gue gatau ceritanya harus kayak gimana, Sy." jawab Angie menunduk raut wajahnya berubah sendu.
"Oke kalo lo belum siap buat cerita gapapa gue tunggu, mending sekarang lo istirahat lagi. Gue mau ke kantin dulu." ucap Sissy dan Angie menurut, lalu pergi keluar ruangan itu.
Sissy pergi ke kantin untuk membeli makan karena ia lupa tadi hanya sarapan roti saja karena khawatir dengan keadaan Angie. Ia memesan makanan lalu duduk di pojokan karena sedang ingin diganggu oleh orang -orang yang berlalu lalang di kantin. Ia memainkan ponselnya sambil menunggu makanan datang. Seseorang duduk di bangku yang berhadapan dengan Sissy, namun Sissy tidak menghiraukannya.
__ADS_1
"Sissy kan bener? Gue kira salah orang." Ucap seorang pria itu. Sissy yang mendengarkan itu langsung menoleh ke arah suara.
"Eh lu kampret, kirain sape." Balasnya cuek.
"Ngapain lo disini, Sy?" Tanya nya lagi sambil membenarkan posisi duduknya.
Belum Sissy menjawab, pelayan sudah datang dengan makanan yang dipesan tadi oleh Sissy. Ia segera melahap makanan tanpa menghiraukan pria yang dihadapannya yang sedang menatap aneh kearahnya. Setelah beberapa menit, Sissy sudah menyelesaikan makannya habis tak ada yang tersisa. Ia mengelap mulutnya lalu menoleh kearah pria yang sedang memainkan ponsel.
"Angie? Ngapain Angie disini?" Gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Sissy yang sudah selesai membayar makan pun kembali mengampiri Ricko, namun Ricko tidak menyadari keberadaan Sissy. Ia sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Ayok! Diem aja mau gue anter ga?" Ajak Sissy.
"Woy, Ricko!" Ya benar pria yang sedang dihadapan Sissy adalah Ricko penyebab Angie masuk rumah sakit.
Ricko yang masih bingung pun hanya mengangguk lalu berjalan mengikuti Sissy. Ricko melangkah dengan banyak pertanyaan dan merasa bingung. Ia memang belum menghubungi Angie setelah kejadian semalam, karena ia juga sedang dalam gairah yang memuncak tidak sadar kalau yang menelponnya kemarin adalah Angie kekasihnya. Ia terus berjalan mengikuti langkah Sissy hingga tiba disebuah ruangan VVIP lalu ia masuk dengan pikiran yang entah kemana.
"Angie masih tidur, lu tunggu aja disini. Gue titip Angie ya soalnya gue mau pulang dulu dari pagi gue disini. Ntar malem gue balik lagi, bye!" Ujar Angie lalu pergi keluar.
__ADS_1
Ricko mendekati Angie yang sedang tertidur pulas, mata Ricko tertuju pada wajah Angie yang begitu pucat. Ricko duduk di kursi sebelah ranjang dan mengenggam erat tangan Angie. Ia merasa bersalah karena kemarin datang terlambat di dinner pertama mereka dan lupa tidak menghubungi kekasihnya yang sekarang sedang tertidur diranjang pasien. Ia mengelus punggung tangan Angie dan menciumnya. Angie yang merasa ada terganggu pun terbangun dari tidurnya dan terkejut melihat siapa yang sedang menggenggam erat tangannya itu. Ia reflek melepaskan genggaman tangan Ricko dan menutup kembali matanya. Angie tidak sanggup melihat kekasihnya yang sudah menghianati kepercayaannya itu. Ricko yang menyadari itu langsung berdiri melihat kearah Angie yang sedang menutup matanya namun air matanya mengalir. Ricko segera mendekati wajah Angie dan mengusap air mata Angie dengan lembut, ia tahu bahwa Angie sudah bangun.
"Sayang, maafin aku ya semalem aku terlambat. Aku ada acara keluarga dadakan banget, sayang." Bohong Ricko karena ia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya.