Awalnya Curhat

Awalnya Curhat
Dua


__ADS_3

Nesya terdiam sejenak, ia memperhatikan Egril dari ujung rambut hingga ujung kaki.


"Kenapa sih ca merhatiin ampe segitunya?". Tanya Egril pada Nesya yang masih memperhatikan dirinya.


"Kok lo masih pake baju yang semalam?". Tanya Nesya mengerutkan dahinya.


"Gue semalaman pingsan disana Ca." jawab Egril singkat.


"Kenapa bisa kecelakaan?. Kalau lo gak bisa bawa motor makanya naek angkot aja sana!". Nesya membentak Egril, yang di bentak hanya senyum menahan tawa membuat Nesya semakin kesal.


"Ada yang ngenggol gue Ca, dan gue berpikir itu pacar lo. Tapi gue gak tau pasti sih cuma gue lihat dari motor dan postur tubuhnya mirip banget sama Kenzie". Jelas Egril pada Nesya yang mulai memonyongkan bibirnya, itu adalah andalan ketika ia sedang bad mood.


"Kenzie?. Kemarin pas baru banget lo cabut abis nganterin gue Kenzie dateng". Ucap Nesya berusaha mengingat kejadian semalam.


Nesya menceritakan tentang Kenzie yang datang tiba tiba sambil marah namun ia berhasil menghindari amukan Kenzie. Egril hanya fokus memperhatikan Nesya yang sedang berbicara, lucu menurutnya.


Tak terasa hari sudah mulai sore, rasanya baru saja Nesya duduk disampingnya. Rasanya waktu berjalan lebih cepat ketika sedang merasakan nyaman.


"Ca udah sore. Lo pulang sekarang ya, takut keburu malem". Ucap Egril saat melihat jam dinding sudah menunjukan pukul lima sore.


"Orang tua lo mana?, dari tadi gue gak liat mereka disini". Tanya Nesya ia khawatir jika harus meninggalkan temannya sendirian disana.


"Ayah kerja, Bunda lagi ngambil dulu baju ganti buat gue. Gue disini sama Bang Vano tapi dia lagi cari makan".Jawan Egril.


"Udah gue gak kenapa napa disini sendiri, lo pulang aja sekarang kan gue gak bisa ngenter lo kaya semalam". Sambung Egril meyakinkan karena melihat mimik muka Nesya yang terlihat bimbang.


"Yaudah kalau lo ngusir gue, cepet sembuh gril". Nesya mengusap rambut Egril, disana terdapat daun kecil yang menyangkut di rambutnya.

__ADS_1


Mereka saling menatap dengan jarak yang sangat dekat. Egril merasakan jantungnga berdebar cukup cepat.


"Gue pamit ya gril, sampai jumpa nanti kalau lo udah sembuh". Ucap Nesya saat ia sudah berada di ambang pintu.


Menyadari dirinya yang terlalu dekat dengan Egril membuatnya salah tingkah sendiri sehingga ia bergegas berpamitan pada Egril.


Selepas kepergian Nesya, Egril hanya tersenyum melihat tingkah teman sekelas yang sering curhat padanya itu.


...****************...


Pukul 6 sore Nesya baru sampai di rumahnya ia sudah mendapati Dewi yang duduk di ruang keluarga dengan mimik muka yang tak bersahabat.


"Dari mana aja kamu?". Tanya Dewi, mamanya Nesya dengan nada yang menusuk.


Nesya hanya diam, ia sudah tau Dewi pasti akan memarahinya karena dia bolos sekolah hari ini.


Nesya hanya memutar bola mata jengah, ia sungguh bosan mengdengar Dewi yang selalu memuji Kenzie.


"Mama gak mau tau, kamu jangan berteman lagi dengan pria itu. Kamu akan rasakan akibatnya kalau Kenzie udah ninggalin kamu, mau cari kemana laki laki macam Kenzie". Ucap Dewi kembali.


"Mama tau, semalam yang nganterin Caca pulang siapa? Egril ma. Mama tau Kenzie kemana? Dia sibuk sama cewek barunya". Ujar Nesya dengan lantang, baru kali ini aia bicara dengan nada tinggi pada Dewi sehingga Dewipun terdiam mendengarnya.


Nesya melangkahnya kaki menyusuri anak tangga menuju kamarnya.


"Dan satu lagi ma, mama harus tau bahwa Egril celaka itu gara gara pria kebangaan mama". Ucap Nesya menghentikan langkahnya sejenak lalu kembali berjalan ke kamarnya.


Nesya sungguh di buat bingung oleh Dewi yang di butakan oleh kebikan Kenzie yang padahal hanya baik di depannya saja.

__ADS_1


Dewi sulit percaya dengan ucapan putrinya sendiri, ia sangat meyakini bahwa Kenzie adalag pria yang sangat baik untuk Nesya.


Drrrtttt Drrrtttt


Baru saja Nesya merebahkan tubuhnya di kasur ia sudah disuruh bangun oleh getaran Handpone nya.


" Zie Love" Nama yang tertera jelas di layar handpone nya menandakan itu adalah panggilan suara dari Kezie.


"Hallo, ada apa?". Ucap Nesya ketika telepin sudah tersambung.


"Gitu banget sih, biasa aja kali. Kamu dimana Ca?". Tanya Kenzie lembut.


"Dirumah lah dimana lagi".Jawab Nesya jutek, ia masih membayang betapa teganya jika benar yang mencelakai Egril itu Kenzie.


"Kirain masih di rumah sakit nemenin selingkuhan kamu itu. Oh ya aku ada di bawah loh, di ruang tamu kesini ya secepatnya!".


Tutttttt.. Telepon terputus secara sepihak. Nesya semakin kesal pada Kenzie, baru saja ia ingin beristirahat malah datang tamu tak di undang.


Dengan lankah gontai dan seragam sekolah yang belum ia ganti Nesya menghampiri Kenzie yang duduk dengan sebuah bingkisan dihadapannya.


Jangankan bicara, senyumpun tidak ketika ia menghampiri Kenzie. Nesya duduk berjauhan dengan kekasihnya tersebut.


"Ca, aku bawa kue kesukaan kamu". Kenzie menggeser duduknya agar dekat dengan Nesya.


"Kue dari mana?. Jangan jangan dari Dini kemarin ya? Najis gue makan makanan pemberian selingkuhan lo". Nesya memanglingkan wajahnya dari Kenzie, kali ini ia benar benar sedang membenci pria yang ada di dekatnya.


"Enggak, ini aku beli sendiri. Aku mau minta maaf sama kamu". Kenzie menggenggam tangan Nesya dengan lembut.

__ADS_1


__ADS_2