Awalnya Curhat

Awalnya Curhat
Tiga


__ADS_3

Nesya tidak menanggapi ucapan Kenzie, nampaknya gadis tersebut sudah sangat lelah dengan kata maaf yang keluar dari mulut kekasihnya.


"Ini minum dulu nak Kenzie". Dewi membawa dua gelas jys jeruk yang nampa begitu segar.


"Makasih tante". Kenzie tersenyum ramah pada Dewi, terlihat sangat sopan dan manis.


"Tante tinggal dulu ya, kalian ngobrol aja jangan canggung". Dewi kembali kedapur meninggalkan gadis dan kekasihnya.


Nesya masih tetap diam, bahkan kali ini dia membelakangi Kenzie. Sungguh, entah kenapa kali ini benar benar membenci kezie.


"Sayang". Kenzie mengelus pundak Nesya dengan lembut, ia menggeser duduknya sehingga sangat dekat dengan Nesya.


"Jauhan dikit bisa gak gis Ken". Nesya bicara dengan nada tinggi, ia di buat sangat risih berdekatan dengan Kenzie.


"Kenapa kamu berubah ca. Kamu gak cinta lagi sama aku?". Tanya kenzie, ia memaksa agar Nesya menatap matanya.


"Lebay banget sih cara lo ngomong". Nesya bergidik geli.


Kenzie menghela nafas, nampaknya ia sudah mulai pasrah kini kekasihnya sangat sulit untuk dibujuk agar mau berbaikan dengannya.


"Jangan heran dan merasa tidak bersalah. Kamu pasti ingat kejadian tempo hari". Nesya menatap Kenzie dengan tatapan yang menusuk.


*Plashback on*


Dikala sekolah sudah kembali sepi karena haripun sudah sore seorang gadis masih setia berdiri di depan gerbang sekolah. Dari mimik mukanya ia terlihat sangat gusar, sesekali gadis tersebut terlihat menelepon lewat ponsel yang di genggamnya.


Menit sudah berganti jam namun ia masih setia menunggu disana.


* Cling *


Ponselnya berbunyi, awalnya ia tersenyum lega. Namun, setelah melihat layar ponselnya mimik mukanya langsung berubah sendu.


Seseorang mengirimkan Foto kekasihnya bersama dengan seorang wanita yang tak asing baginya.


Drrrttttt Drrtttt


Ponselnya kembali bergetar, gadis itu terlihat mengangkat telepon dari seseorang dengan malas.


"Hallo". Ucap Nesya kala telepon sudah tersambung.


"Kak Caca, kakak masih di sekolah?." Tanya gadis di sebrang sana dengan nada hawatir.

__ADS_1


"Iya, ini kakak udah mau pulang kok". Jawab Nesya yang sedang berjalan menyusuri jalanan yang ramai.


"Tunggu disana! Kezia kesana sekarang".


"Gak usah, kakak lagi pengen sendiri".


Tutttt , gadis tersebut mematikan teleponnya secara sepihak.


Nesya, ya gadis tersebut adalah Nesya. Di hari yang sudah mulai gelap Nesya tetap memilih berjalan kaki untuk sampai ke rumah yang jaraknya cukup jauh.


Hatinya hancur pikirannya kacau, hal itu sangat terlihat jelas dengan penampilanya yang sudah berantakan. Rambut ia biarkan terurai dan seragam yang sudah tidak beraturan.


* Flashback Of *


Nesya memang layak jika ada yang mengatakan ia bodoh karena Cinta. Ini bukan pertama kali ia mendapat informasi tentang Kenzie dengan perempuan lain, namun ia tetap bertahan dengan berharap Kenzie akan berubah.


"Ca, aku bener bener minta maaf. Kemarin Dini tiba tiba datang kerumah". Kenzie menggenggam tangan Nesya, Tatapannya teduh membuat Nesya yakin kali ini Kenzie benar benar minta maaf dengan serius.


"Kamu pasti tau dari Kezia yah? Nanti biar aku marahin Kezia karena dia udah bikin kamu sakit hati dan menimbulkan kesalahfahaman antara kita". Sambung Kenzie, ia mengelus lembut pipi Nesya membuat gadis tersebut semakin melayang dibuatnya.


"Terus kenapa kamu gak inget aku, aku nunggu lama disana". Nesya menundukan kepalanya, ia masih sakit hati mengingat hal tersebut.


"Aku kan bingung, masa ada tamu aku tinggalin. Kan gak enak ca".


Kenzie menatap Nesya sembari tersenyum, ia mengusap lembut rambut gadis yang merupakan kekasihnya.


Ingin sekali Nesya menanyakan tentang kejadian yang menimpa Egril kemarin, Namun ia takut jika nantinya Kenzie akan berbalik marah kepadanya.


Seperti itulah Kenzie, biasanya ia akan marah pada Nesya meskipun sudah jelas ia yang salah. Memang di awali dengan kata maaf, namun Nesya selalu merasa maaf yang tak tulus dari kekasihnya. Tapi begitulah, selalu Nesya maafkan lagi dan lagi.


Jam dinding sudah menunjukan pukul 21.30, Kenziepun berpamitan pada Nesya untuk pulang.


"Mama, Kenzie pamit pulang". Nesya berteriak memanggil Dewi yang entah berada dimana.


"Nak Kenzie, ini kan udah malam. Nginep aja ya disini". Tawar Dewi ketika ia keluar dari kamarnya dan berjalan menghampiri Nesya dan Kenzie.


Nesya melotot tak percaya, bagaimana bisa Dewi menawarkan pacar anaknya untuk menginap disana.


"Gak usah tante, gak enak sama tetangga. Kenzie pamit pulang dulu". Kenzie mencium tangan Dewi dengan sopan.


"Kamu langsung tidur ya, jangan lupa". Ucap Kenzie menatap Nesya sembari tersenyum tipis.

__ADS_1


"Jangan lupa apa?". Tanya Nesya bingung.


"Jangan lupa kamu udah punya aku". Jawab Kenzie, Ia mencium kening Nesya sekilas.


Nesya melotot tak percaya Kenzie berani melakukan hal yang bahkan belum pernah mereka lakukan dan itu di depan Dewi, Mamanya Nesya.


Nesya yang masih mematung terkejut oleh tindakan Kenzie sampai sampai ia tak menyadari bahwa Kekasihnya sudah tak ada disana.


"Salting sih salting, tapi jangan bengong lama lama gitu Caca kerasukan baru tau rasa". Ejek Dewi melihat putrinya yang masih diam mematung.


"Bukan salting, tapi caca aneh aja bisa bisanya dia melakukan itu di depan mama lagi". Ucap Nesya mengusap kasar bekas bibir Kenzie di keningnya.


Dewi menggeleng heran dengan putrinya yang teramat polos.Nesya pun heran dengan Dewi yang tak marah dengan apa yang di lakukan Oleh Kenzie.


Nesya kembali ke kamarnya untuk mandi dan segera tidur. Sedangkan Dewi kini duduk di ruang Keluarga menunggu suaminya pulang.


......................


Pagi yang cerah. Disaat jam sudah menunjukan pukul 06.10 Nesya sudah siap untuk berangkat sekolah.


"Ca, sarapan dulu sayang". Ujar Faujan, papanya Nesya saat melihat putrinya sedamg terburu buru.


"Gak bisa pa, hari ini jadwal olahraga. Nesya harus berangkat pagi pagi". Ucap Nesya yang sibuk memakai sepatunya.


"Yaudah, minum susunya aja ca". Ucap Faujan kembali.


"Iya pa".


Satu gelas habis dalam sekejap. Nesya segera berpamitan pada Dewi dan Faujan untuk pergi sekolah.


Ojol yang sudah setia nangkring di depan gerbang rumah menunggu si pemesan datang. Buru buru Nesya naik sambil memakai Helm nya.


"Pak, ngebut dikit ya pak. Caca takur telat". Ucap Nesya tergesa gesa.


"Santai saja neng, ini sudah cukup cepat". Ucap pengemudi ojol tersebut, ia hanya mengendarai motornya di kecepatan norma karena takut melanggar peraturan lalu lintas


Membutuhkan waktu lima belas menit untuk sampai kesekolah, dan benar saja semua teman sekelasnya sudah siap di lapangan.


Jam olahraga memang guru yang mengajar selalu meminta agar murid murid nya berangkat lebih pagi agar masib fress untuk olahraga.


Nesya segera menyimpan tas dan kembali berlari menghampiri teman temannya.

__ADS_1


"Mana pak Erwin?". Tanya Nesya kala dia sudah berada di samping Nathali.


"Ke ruang guru dulu, tadi baru di beri intruksi untuk ke lapangan". Jawab Nathali.


__ADS_2